08. [vol.1] Rekaman Perdana

59 10 2
                                        

.

.

Jinjinjara... jirijirija~ Jinjinjara... jirijirija~

Jinjinjara... jirijirija~ Jinjinjara... jirijirija~

Baramcheorom watdaga (datang seperti angin)

Bulkkotcheorom saranghago (mencintai seperti api)

Gureumcheorom heulreoganeun (layaknya awan yang melintas)

Jinjinjara~ jirijirija~

Hanbin terbangun dari tidurnya ketika ia mendengar lagu Jinjinjara milik penyanyi lawas Tae Jin Ah diputar dengan volume yang cukup keras. Siapa gerangan 'orang gila' yang sudah memutar lagu penuh energi seperti itu -sepagi ini? batin Hanbin.

Ketika Hanbin telah benar-benar membuka kedua matanya, Hayi sudah tidak lagi berada disisinya. Dimana pula gadis itu?

"Hayi?"

Hanbin berjalan keluar kamar sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Sesekali pemuda itu menguap karena semalam iya harus begadang untuk merevisi beberapa tugas kuliah yang tersisa.

Ketika Hanbin menginjakan kakinya diruang televisi, barulah ia melihat Hayi disana. Gadis mungil itu rupanya tengah asik menari di depan smart speaker yang terus mengulang lagu jinjinjara untuk waktu yang lama.

Apa dia juga menyukai lagu itu? sebenarnya Hanbin sedikit terhibur.

"-Hayi?"

Hayi menoleh ketika Hanbin memanggilnya -sekali lagi.

"Hanbin!" senyum gadis itu menjadi sapaan pertama, "-selamat pagi~" sebelum akhirnya kalimat sapaan yang sesungguhnya datang pada Hanbin.

Pemuda itu membalas senyum ketika ia telah berhasil mengecilkan volume pada smart speaker tersebut.

"Hanbin, benda ini hebat banget ya!"

Ujar gadis itu sambil menunjuk ke arah smart speaker yang terletak di samping televisi.

"Hebat gimana?"

"Dia bisa nyanyi juga kaya Hayi!"

Hanbin diam-diam menahan tawanya sendiri.

"Iya, benda yang dipakai manusia itu emang hebat-hebat"

Hayi mengangguki. Sejauh ini ia merasa setuju dengan apa yang Hanbin katakan.

"Suara kamu juga bisa kok kalo mau disimpan disana"

"Oh ya?"

Kali ini giliran Hanbin yang mengangguk.

"-Hayi mau dong!"

.

Setelah mandi dan sarapan pagi, Hanbin lalu mengajak Hayi keluar apartemen. Sebelumnya pemuda itu sudah mengatakan kalau mereka akan pergi ke tempat dimana Hayi bisa menyimpan nyanyiannya ke dalam box speaker seperti apa yang telah Hanbin janjikan tadi.

"Nah, disini tempatnya"

Ucap pemuda itu ketika keduanya telah sampai didepan gedung studio milik seorang kenalan Hanbin.

"-didalam sana ada senior aku, nanti dia yang akan bantu untuk proses rekamannya"

Sebenarnya perkataan Hanbin kali ini agak sulit Hayi mengerti, namun gadis itu tetap mengangguk dan mempercayakan segalanya pada pemuda disampingnya ini.

...

Ketika pintu studio itu terbuka, seorang pria -yang kelihatannya sedikit lebih tua dari Hanbin langsung menyambut mereka.

FROM ANOTHER COSMOS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang