03. [vol.1] Tubuh Baru

56 12 7
                                    

.

.

Sebuah mimpi aneh datang menjamah tidurnya malam itu.

Dibawah sinar bulan purnama, Hanbin terbaring entah dimana. Yang dapat pemuda itu rasakan hanyalah sensasi hangat perlahan menjalar disekujur tubuhnya –ketika satu sentuhan itu menyapu pipi kirinya.

Lembut dan basah.

Sebenarnya Hanbin ingin sekali mengetahui apa yang sedang terjadi pada tubuhnya saat itu, namun entah mengapa kedua matanya tidak dapat ia buka.

~

Sampai pada akhirmya ia mendengar sebuah seruan berbisik ditelinga. Cukup jelas, itu adalah suara serak milik seorang wanita yang memanggil-manggil namanya.

"Hanbin~"

"Hanbin~"

"Hanbin~"

...

Dan Hanbin pun terbagun dengan peluh yang sudah bercucuran dipelipisnya. Jika boleh jujur, sebenarnya ia juga –agak sedikit takut kalau-kalau ia tidak bisa bangun lagi setelah mengalami mimpi tersebut.

Baru saja Hanbin ingin mengucap syukur –walaupun kesadarannya belum sepenuhnya kembali, ia lagi-lagi dibuat terkejut dengan kenyataan yang ada didepan matanya. Antara sadar dan tidak sadar Hanbin seperti melihat sesosok wanita tengah meringkuk tepat disampingnya. Mata wanita itu terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai kebelakang.

Sangat cantik. Bahkan tanpa penerangan yang memadai saja ia bisa terlihat begitu berkilauan. Ini gila!

Nyaris saja Hanbin terbuai oleh pemandangan tersebut. Namun dengan akal sehatnya yang masih bekerja, pemuda itu kemudian menggeleng cepat. Ini tidak benar! siapa wanita itu? datang darimana dia? dan bagaimana bisa mereka tidur diatas ranjang yang sama?

Hanbin mengingat-ingat kembali, semalam ia tidak minum alkohol sedikitpun. Jadi tidak mungkin kalau ia mabuk dan membawa seorang wanita pulang bersamanya.

Jam di dinding masih menunjukan pukul tiga dini hari. Dan itu juga artinya belum terlalu lama sejak Hanbin terlelap karena ia kelelahan menghadapi tingkah aneh Hayi semalam.

Oh ya! Hayi? dimana kucing itu sekarang? bukankah dia yang seharusnya ada disamping Hanbin saat ini? lalu kenapa bisa posisi itu digantikan oleh 'yang lain'?

Pikiran Hanbin tiba-tiba kalut. Bahkan ia juga sempat berfikir kalau wanita cantik yang saat ini tengah tertidur disampingnya adalah hantu.

Akhirnya dengan segala keberanian yang tersisa, Hanbin membawa jemarinya untuk menyentuh wanita itu. Bukankah jika ia benar-benar hantu maka tangan Hanbin akan menembus tubuhnya?

~tap!

Namun jari telunjuk Hanbin berhasil menyentuh pipi wanita itu. Rasanya lembut sekali. Apakah hantu memiliki tekstur wajah seperti ini? ia rasa –tidak.

Pengamatan Hanbin mulai turun ke bawah. Untuk memperkuat praduganya, ia berniat untuk memeriksa kaki wanita itu juga. Dengan degup jantung yang terus berpacu, ia perlahan menyibak selimut tebal yang mereka bagi bersama-sama kala itu.

Sial!

Hanbin sontak memalingkan wajahnya kearah lain ketika selimut itu terkibas terlalu jauh. Karena tak hanya kaki telanjang wanita itu saja yang nampak, tetapi juga dengan pahanya yang polos tak terlapisi apapun.

Hanbin berani menyimpulkan, kalau saat ini wanita itu tidak mengenakan sehelai pakaianpun ditubuhnya.

Dengan tangannya yang masih bergetar Hanbin mencoba untuk menutupi tubuh wanita itu lagi –tanpa sedikitpun melihat kearahnya. Bersyukur karena ia sigap melakukan hal tersebut, karena jika tidak entah apa yang akan wanita itu katakan bila ia menangkap basah Hanbin tengah bertindak kurang ajar saat dirinya sedang tertidur.

FROM ANOTHER COSMOS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang