Sudah hampir sebulan Hayi menghilang dan jejaknya tidak dapat Hanbin temukan dimanapun. Hanya suara indah gadis itu saja yang sampai detik ini masih menemani Hanbin dan menjadi pelipur laranya ketika ia merasa benar-benar merindukan sosok Hayi.
Hanbin pernah jatuh dan berada dititik itu. Dimana ia hanya bisa menyibukan diri dengan menulis lagu tanpa mempedulikan yang lain. Entah sudah berapa puluh lagu yang ia ciptakan di studio milik Tablo semenjak kepergian Hayi. Hanbin menjadi semakin gila bekerja. Memforsir dirinya sendiri hanya untuk sekedar menambal celah kosong dihatinya.
"Gak pulang lagi lu?"
Itu suara Tablo yang baru saja datang ke studio –dan mendapati Hanbin masih setia duduk dikursinya sejak ia tinggalkan semalam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hanbin hanya membalasnya dengan gumaman pelan. Bahkan matanya tak teralihkan sedikitpun dari layar monitor.
Tablo menggelengkan kepalanya melihat kelakuan pemuda itu. Sejak beberapa waktu lalu Hanbin mendadak jadi bersikap aneh setelah ia menanyakan pada Tablo mengenai seorang gadis bernama Hayi –yang 'katanya' pernah datang ke studio ini untuk merekam satu buah lagu. Tapi anehnya Tablo sendiri –selaku pemilik studio ini,justru tidak mengingat kalau pernah ada gadis bernama Hayi yang melakukan proses rekaman disini.
Hingga suatu hari Hanbin benar-benar membawa sebuah CD –yang disampul depannya terdapat stiker milik studio Tablo, dan memperdengarkan isi lagu didalamnya. Dapat Tablo dengar suara indah milik seorang wanita yang rasanya memang familiar ditelinga. Namun entah mengapa sosoknya nampak begitu kabur didalam ingatan.
Tablo tidak pernah lagi mempertanyakan hal itu pada Hanbin setelahnya. Ia cukup mengerti bahwa sedekat apapun mereka, keduanya tetap memiliki batasan masing-masing. Jadi sebagai senior yang baik, Tablo hanya bisa menyediakan tempat ini sebagai rumah kedua untuk Hanbin dan membiarkan pemuda itu bebas berkarya –dengan segala fasilitas yang tersedia.
"—pulang dulu gih sana! emangnya gak ada kuliah lu hari ini?"
Hanbin yang awalnya tengah sibuk mengedit beberapa part lagu akhirnya menoleh.
"Ini weekend Bang"
Tablo berdeham. Sebenarnya ia juga tau kalau hari ini adalah akhir pekan, Tablo hanya ingin membuat Hanbin pulang dan beristirahat dengan nyaman di apartemennya.
"Ya kalo weekend kenapa lu gak pulang? jangan kerja mulu, istirahat lah dirumah"
"..."
Hanbin terdiam, bukannya ia tidak ingin pulang ke apartemen. Hanya saja setiap kali pemuda itu ada disana, bayangan Hayi seolah masih tertinggal dan menghantuinya. Ia jadi selalu teringat tentang gadis kucing itu.
"—studionya mau dipake sama anak High Epic, bentar lagi mereka kumpul"
High Epic adalah sebuah band milik Tablo dan dua orang teman seangkatannya –yang juga merupakan senior Hanbin.