Bab 4

470 28 10
                                        

Chapter lepas.....

"Hey kaizo kau rasa power shprea tu kat mane" tanya Kairo.

"Berhenti banyak tanya, ikut saja jalanku" dingin kaizo.

"Tapikan aku hanya ingin tau sebagai kakak aku tidak mah terjadi sesuatu kepada adikku" ucap Kairo.

"Hn, diam dan ikuti saja aku, dan satu lagi jangan berharap aku akan menerimamu sebagai kakakku karena kita hanyalah orang asing" dingin kaizo membuat Kairo terdiam karena sakit hati.

Kairo pov.
Kenapa sakit sekali saat mendengar kau mengatakan bahwa kita hanya orang asing.

Skip setelah mereka ke arah yang di tentukan kapten kaizo.

"Kaizo apa begitu buruk aku di matamu" lirih kairo.

"Hn" dingin kaizo.

"Apa kesalahan ku tidak bisa dimaafkan " lirih kairo.

"Hn, benar kesalahan mu memang tidak bisa di maafkan asal kau tau, kau yang membuat ku memiliki rasa benci ini" ucap kaizo dingin.

"

Maaf kaizo, aku tak bermaksud membiarkan kalian berdua begitu saja, ada yang perlu ku selesaikan" lirih kairo.

"Sudah berhenti mengungkit masa lampau, masa lampau dah terjadi, tidak akan bisa di ulang" ucap kaizo dingin dan penuh kebencian.

"Maaf" gumam kairo.

"Hn" dingin kaizo.

Kairo pov.

Begitu buruk kah kakak dimatamu kaizo.
Maaf telah membuatmu kecewa kaizo.

Skip di tempat BoBoiBoy and the geng.

"Dey BoBoiBoy kau tak bosan ke di tapops je kite" keluh gopal.

"Hish kau ni gopal tak baik cakap macam tu" tegur yaya.

"Jadi bile kite cuti ni" keluh gopal.

"Tunggu komandan bagi maa" ucap ying.

"Betul tu gopal, sabar je, kejap lagi komandan bagi kite cuti" hibur BoBoiBoy.

"Yelah" pasrah gopal.

Skip di tempat kaizo dan Kairo.

"Power shpera dah jumpe lepas tu kite nak kemane" ucap Kairo.

"Pulang ke tapops, ape lagi itu pun tak tau" ucap kaizo dingin + sindir.

Kairo pun terdiam saat mendengar jawaban dari kaizo.
Hingga sampai ke kapal anggkasa mereka masih belum berbicara satu sama lain, kairo masih tak berani mengeluarkan sepatah katapun karena ia masih sakit hati.

Skip setelah sampai di tapops.

"Selamat datang kembali kapten kaizo dan kapten Kairo macam mane misi korang berjaya ke" tanya kokoci.

"Misi kiteorang berjaya komandan" jawab Kairo.

"Hn, nah power shpera nye komandan" ucap kaizo menunjukkan power shpera nya.

"Letak kan power shpera tu kat dalam bilik power shpera" ucap kokoci.

"Baik komandan" ucap mereka berdua.

Di perjalanan mereka berdua tidak ada yang berbicara.

"Kaizo, hem " ucap Kairo bingung.

"Ape" dingin kaizo.

"Kau ade suke kat perempuan ke? " ucap Kairo.

"Tak de kenape tanye? " ucap kaizo heran.

"Tak de pape, abang cuma penasaran je, adik abang kan dah dewasa" ucap Kairo.

"Kau sendiri belum punya pacar sudah memikirkan orang lain seharusnya kau memikirkan dirimu sendiri sebelum memikirkan orang lain" dingin kaizo.

Lagi lagi ucapan kaizo berhasil membuat Kairo menutup rapat mulutnya, tanpa disadari kaizo ternyata satu air mata telah lolos dari kelopak mata Kairo.

Kairo pov.
Hiks kenape begitu sulit untuk mendekati mu hiks maafkan abang kaizo hiks kenapa begitu sakit saat mendengarkan jawabanmu hiks hiks.

Kaizo pun menoleh ke arah Kairo yang sedang menangis kaizo pun terkejut melihat Kairo tengah menangis.

Kaizo pov.
Die menangis? Ape aku dah salah cakap? Kenape aku macam rase bersalah, abang menangis karena aku kah? Tunggu aku menyebutnya abang? Kenapa dengan diriku, apa aku sudah mulai menerima nya? Tidak mungkin aku begitu membenci nya.

Normal pov.

Karena ego nya yang tinggi kaizo tak memperdulikan Kairo yang menangis ia memilih meninggal kan Kairo yang menangis.

Skip setelah menarug power shpera tu di bilik power shpera mereka berdua pun kembali ke kamar mereka masing masing.

Saat di perjalanan kaizo dan Kairo tidak ada yang mau berbicara, kaizo yang melihat Kairo seperti habis menangis malah berkata.

"Untuk apa kau menangis, apa kau begitu lemah hanya karena aku bicara seperti itu kau langsung menangis?! Atau kau memang ingin mengambil rasa simpati dariku" ucap kaizo.

"A-aku h-hanya kelililan debu maaf membuatmu khawatir" ucap Kairo menghapus air matanya.

"Heh dasar bodoh kau kira aku mengkhawatirkan mu? Tentu saja tidak aku tidak pernah mengkhawatirkan mu" dingin kaizo memasuki kamarnya.

Kairo yang mendengar jawaban kaizo pun menggigit bibir bawahnya dan pergi masuk ke kamarnya.

Kairo pov.

"Hiks hiks kenapa hiks begitu menyakitkan saat mendengar mu mengatakannya hiks hiks "tangis Kairo.

" maaf telah membuat kalian semua kecewa hiks hiks ayah ibu hiks hiks maafkan Kairo hiks hiks Kairo tak dapat lindungi korang berdue hiks hiks sekarang kaizo pun dah tak mau menjadi saudara ku lagi hiks hiks sungguh jahat diriku hiks hiks" tangisan kairo.

Kairo memeluk tubuh nya sendiri ia menangis sekencang kencang nya, ia melepaskan rasa sakit yang ia Terima walaupun menangis tetap saja rasa sakit yang kaizo berikan tak bisa hilang semudah itu.

"Hiks hiks maafkan abang kaizo hiks hiks maaf hiks" tangisan Kairo semakin memilukan.

Skip di kamar kapten kaizo.

"Ada apa dengan diriku?! Kenapa aku merasa bersalah?! " ucap kaizo kepada dirinya sendiri.

"Ibu ayah, maaf kaizo telah membuat abang macam tu, kaizo bencikan kairo, kenapa aku diselimuri rasa bersalah?! Kenape dengan diri aku" ucap kaizo memeluk dirinya sendiri.

"Aku tak perlu risaukan kairo" ucap kaizo menjatuhkan dirinya ke kasur empuknya.

Kairo pov.
Maafkan abang kaizo, abang memang tak layak menjadi abang kamu, abang mengaku salah, abang akan mengulang semuanya.

Normal pov.

Di saat itu, mereka berdua saling mencurahkan perasaan yang mereka pendam selama ia walaupun hanya berbicara sendiri.

Kairo ia menangis sambil mencurahkan perasaan yang ia Terima dari kaizo, dan rasa bersalahnya keran tidak bisa melindungi orang terkasih.

Kaizo ia merasa bersalah karena telah menyakiti perasaan Kairo namun karena ego nya yang tinggi membuatnya tak peduli dengan Kairo.

Bersambung...............
Jangan lupa vote n komen yaa😘😘😘
Jangan lupa follow akun zuro yaa😘

Saudara (BoBoiBoy) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang