Bab 8

392 28 9
                                        

Pada suatu hari di rumah fang dan kaizo, fang sedang kemas kemas barang membuat kairo heran.

"Fang kau tengah ape? "Tanya kairo

" tengah kemas kemas barang lah ni" ucap fang.

"Kau nak balik ke tapops dah? "Tanya kairo bingung.

" tak lah bang, kite balik ke tapops masih lame lagi" ucap fang.

"Lepastu kau nak kemane sampai kemas kemas barang" ucap kairo.

"Adik nak kemah dengan kawan kawan adik, abang kairo boleh lah luangkan mase bersame abang kaizo" ucap fang.

"Bile boleh, kaizo kan masih benci kat abang, macam mane nak luangkan mase dengan die" ucap kairo.

"Abang minta lah maaf dulu, oh ye bang nanti bangunkan abang kaizo, die masih tidur" ucap fang di depan pintu.

"Oh baiklah nanti abang bangunkan " ucap kairo.

"Fang pamit bang" ucap fang.

"Ye hati hati" ucap kairo.

"Oke bang tiade masalah" ucap fang pergi.

Setelah fang pergi, kairo pun pergi ke lantai atas untuk membangunkan kaizo.

Tok tok tok

"Kaizo bangun ini sudah siang" ucap kairo dari luar pintu.

"......... " tidak di jawab oleh kaizo.

"Kaizo kau baik baik saja? Kau ada di dalam?" tanya kairo risau.

".......... " lagi lagi kaizo tak menjawab membuat kairo risau.

"Kaizo, kau didalam kah? Kaizo jawab jangan membuatku risau" ucap kairo mulai panik.

"......... " lagi lagi kaizo tak menjawab panggilan dari kairo, disaat itulah kairo panik.

"Kaizo, kaizo buka pintu nya atau ku dobrak pintu ini, kaizo kaizo, bangun kaizoooo" ucap kairo sedikit teriak.

"Abang akan dobrak pintu ni bile kau tak buka pintu ni kaizo" ucap kairo panik dengan suara keras

1
2
3

Baru saja kairo akan mendobrak pintu bilik kaizo, tiba tiba saja kaizo membuka pintu nya alhasil kairo pun terjatuh karena tak jadi mendobrak pintu.

"Kenape jerit jerit ha?! Kacau je aku tidur" ucap kaizo dingin.

"Maaf, abang cuma risau kat kau" ucap kairo merasa bersalah.

"Cih, dah jangan ganggu aku, aku nak tidur, oh ye satu lagi jangan sok peduli kepadaku" ucap kaizo dingin.

"Maaf" ucap kairo tak bisa berkata lagi.

Kairo pov.

Hati ku sakit bila mendengar kata kata kaizo yang begitu menyakitkan, kenapa apa begitu buruk aku dimatanya.

Apa aku memang tak layak menjadi abangnya?!

Apa segitu bencinya kau kepadaku kaizo?

Kenapa kau mengucapkan kata kata yang seakan menusuk hati ku dengan pedang yang tajam.

Maafkan aku dimasa lalu kaizo, maaf, maaf

Setelah kaizo kembali masuk ke baliknya kairo pun pergi ke pantai bawah dan duduk di sofa sembari berkata.

"Hahaha ternyata aku memang tak layak menjadi abangmu kaizo" ucap ku sembari tertawa hambar.

Namun tak lama kemudian air mata ku mengalir, aku tak sanggup menahan rasa sakit ini.

Saudara (BoBoiBoy) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang