FOUR

2.4K 377 49
                                        

Enjoy!




Mendengar derap langkah kaki berlari menjauh, [Name] melihat Dayeon yang tiba-tiba melarikan diri entah kemana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mendengar derap langkah kaki berlari menjauh, [Name] melihat Dayeon yang tiba-tiba melarikan diri entah kemana. Setidaknya itu membuat nya bisa bernafas lega karena tidak harus menyaksikan aksi menyakitkan kepada Dayeon yang bisa saja lebih parah dari tamparan.

Perlahan-lahan badan ku berhenti gemetar, tanpa pikir panjang aku langsung berlari menyusul Dayeon yang ternyata mengarah ke arah kelas 3-2. Kelas Leejin.

Aku masuk ke kelas melalui pintu masuk guru biasanya dan melihat sekumpulan berandal sedang berjalan kearah Leejin. Melirik pada orang yang sedang berdiri dengan angkuh layaknya seorang Big Boss, dibelakang kumpulan preman-preman tersebut. Aku mengenalnya.

Kim Kisoo...

Siapa disekolah ini yang tidak mengenal nya? Seorang bajingan yang selalu menindas orang tidak bersalah demi kepuasan diri sendiri, lebih buruk nya lagi karena dia anak salah seorang pejabat tidak ada yang berani melawan nya.

Gawat, Walaupun Leejin pandai bertarung tapi melawan seorang Kim Kisoo itu agak...
[wah mba nem belum  tau aja leejin udah sampe ngikut perang:3]

"Wah, adik mu datang karena mengkhawatirkan kakak nya? Aku iri. Padahal adik ku hanya bisa minta ini-itu" kata Kisoo dengan intonasi meremehkan.

"Cerewet deh. Kalau kakak bisa di hajar orang, aku juga khawatir tau?!" Heejin datang dengan tidak ada beban nya.

"Maafkan aku, kakak. Gara-gara aku, kakak jadi..." Dayeon hampir menangis karena merasa membawa masalah untuk kakak nya.

[Name] yang melihat itu mengepalkan tangan nya erat sampai buku jari memutih.

Apa... tidak ada yang bisa kulakukan disini? Sebenar nya untuk tujuan apa aku sampai dikirim kedunia yang bahkan aku sendiri tidak pernah mengharapkan nya. Bergeraklah Shin [Name]! Aku tidak mau menjadi orang yang tidak berguna, persetan dengan rasa sakit. Setidaknya aku bisa melampiaskan penderitaan Dayeon.

[Name] melihat Leejin memukul pipi salah satu dari mereka yang mau menahan nya sampai jatuh tersungkur. Tanpa basa basi kau berlari naik keatas meja didekat mereka, meloncat ke arah Kim Kisoo dengan kaki yang dijulurkan kedepan kau berhasil menendang punggung nya sampai berbunyi 'Duak' dengan bayaran punggung mu jatuh duluan ke lantai marmer.

Semua orang terkesiap dan memandang ke arah mu yang berusaha berdiri menyeimbangkan tubuh.
"Akh! Argh! Sialan! Siapa yang berani-beraninya?!" Kisoo yang merasakan sakit dipunggungnya menatap tajam ke pelaku.

"Kau... Oi [Name], aku tak tau kalau kau seberani ini? Apa? Apa kau datang untuk menyelamatkan pacar mu?" Kisoo memandang remeh terhadap [Name].

Berhasil menyeimbangkan badan, kau mendekat kearah Kisoo dan menarik kerah baju nya dengan kedua tangan mu. Mendekatkan wajah mu kepada nya.

Menatap matanya, [Name] berucap lantang. "Brengsek, apa kau tidak cukup puas dengan menghajar korban-korban mu sebelumnya?! Sekarang kau ingin menghajar anak yang bahkan tidak punya masalah dengan mu? HENTIKAN INI KIM KISOO!"

CONNECTION [High School Soldier]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang