THIRTEEN

2.2K 293 79
                                        

Enjoy!




Sudah seminggu lebih waktu berlalu, sekarang kau telah sepenuhnya sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah seminggu lebih waktu berlalu, sekarang kau telah sepenuhnya sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Hanya saja kau dipaksa Kakek untuk tetap beristirahat, sebenarnya kau tidak masalah untuk beristirahat lebih lama, yang jadi masalah adalah...

KENAPA KAU HARUS ISTIRAHAT DI KAMAR NYA LEEJIN?!

Apa ini? Kau curiga jika kejadian yang kau alami merupakan salah satu tulisan tersembunyi author. Bisa saja ini salah satu skenario yang belum di rilis, kau senang sih... Hanya saja jika dengan Leejin kau pun pasti merasa sangat malu. Seperti sekarang, Leejin dengan tidak malu nya berganti baju di depan mu yang sedang berbaring. Bahkan saking malunya kau tidak sanggup untuk berbalik dan senantiasa membelakangi.

"[Name], kau harus jalan-jalan." Kata Leejin di sela-sela kegiatan nya.

"Ah ya... Aku malas, lebih enak berbaring di kasur." balas mu masih membelakangi nya, kau berkeringat dingin membayangkan tubuh shirtless Leejin.

"Kata dokter kau harus banyak bergerak." kata nya tidak mau kalah, ia berjalan mendekat dan memegang kening mu guna memeriksa bagaimana kondisi tubuh mu.

"Kau tidak sedang demam. Aku akan menemani mu jalan-jalan." kata nya masih mencoba membujuk mu. Merasa tidak ada tenaga untuk berdebat kau pun mengangguk dan bangkit dari tempat ternyaman mu, berjalan untuk mengambil hoodie yang tergantung dipintu karena cuaca cukup dingin.

"Kakak dan kak [Name], ayo makan buah dulu." Perkataan Dayeon membuat mu untuk lekas-lekas keluar kamar dan berlari menghampiri meja makan.

"Hati-hati." Leejin memperingati untuk tidak berlari karena tubuhmu yang terhitung masih lemah karena baru saja bangkit dari berbaring. Saat kalian berdua sudah duduk Dayeon mengawali perbincangan.

"Itu... Kakak. Kakak tidak perlu mengkhawatirkan yang lain, kakak khawatir bagaimana sosok kakak di hadapan ku kan? Pasti kakak berpikir aku sangat terkejut dan penasaran, tapi aku tidak berpikiran aneh-aneh kok. Kakak kan melakukan itu demi menyelamatkan ku, dan aku tidak akan bertanya mengenai bagaimana kehidupan kakak dahulu karena aku juga susah untuk menceritakan masalah ku pada Kakek bahkan kakak. Semua orang punya hal yang tidak bisa di ceritakan." jelas Dayeon diakhiri senyum manis sampai membentuk bulan sabit. Leejin hanya menatap adik nya datar tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun sampai suara dering telepon menginterupsi suasana hening tersebut.

"Halo? Kak Yeona?" Dayeon melambaikan tangan dan berjalan ke arah jendela. Kau yang sedang sibuk mengemil buah terhenti mengunyah setelah mendengar nama Yeona.

'Mau apa gadis cantik itu?' batin mu bertanya.

"Ah, kakak?" Dayeon melirik ke arah kakak nya yang sedari tadi hanya diam, kau menyipitkan mata mu menatap Leejin lalu dengan iseng menjejalkan potongan buah persik kedalam mulut nya membuat ia menatap mu dengan heran.

CONNECTION [High School Soldier]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang