[Rate M]
Aku mengira ini mimpi... tapi tidak sepenuhnya mimpi.
Oh ayolah! AKU HANYA MELAMUN SEBENTAR, SADAR SADAR SUDAH BEDA DUNIA?!
[!] Bahasa baku/non baku
[!] Toxic Area🚫
[!] Lemon🌚
[!] Don't copy this messy story, I know you are more talented...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[Name] memutuskan untuk kembali masuk ke dalam tempat karaoke, sesampainya dia di ruang ganti terlihat disana ada Hyesoo yang sedang berjalan bolak balik sambil menggigiti kuku nya. Mengernyitkan alis, [Name] heran apa yang membuat Hyesoo seperti gelisah.
"Hyesoo-ssi, kau kenapa?" Kau bertanya dan berdiri di hadapan Hyesoo.
Mendengar panggilan itu, Hyesoo langsung menoleh serta menatap mu dan memegang kedua pundak mu, mata nya menatap khawatir.
"Kau... Ku dengar ada keributan diruang B07, kau tak apa? Ada yang luka?" tanya nya sambil memutar-mutar badan mu memeriksa apa ada kelecetan.
"Tidak, tidak ada... AGH TOLONG BERHENTI MEMUTAR KU, PUSING TAU!" jawab mu dengan agak (baca: sangat) kesal karena pusing melanda akibat pengecekan Hyesoo.
"OH SYUKURLAH, KAU TAU AKU SEKHAWATIR APA TADI MENDENGAR BENDA-BENDA PECAH?!" Katanya dengan menggebu-gebu sambil tangan nya memukuli mu main-main.
Kau menahan tangan nya yang terus memukuli mu tanpa ampun. "AW! AW! OKE ITU SAKIT! Hah... Bukan aku kok, yah pokok nya masalah benda pecah-pecah tadi itu salah pelanggan, kau cukup perlu tau itu saja." ucap mu tanpa berniat menjelaskan lebih rinci.
Hyesoo menghela nafas lelah dan menyuruh mu segera pulang karena keadaan tempat karaoke yang sedang bermasalah akibat keributan tadi.
Kau mengiyakan dan setelah bersiap-siap kau langsung tancap gas untuk pulang kerumah dan beristirahat.
Tadinya seperti itu...
'TAPI KENAPA SEKARANG AKU MALAH TERJEBAK DI RUMAH LEEJIN SIH?! AKU GA MAU KENA MASALAH LAGI, TAU!' Batin mu lelah dengan segala takdir yang menimpa mu.
Kau diam, Leejin pun diam.
Kalian sedang berada dikamar Leejin, duduk dilantai dengan posisi saling berhadapan. Leejin yang bersedekap dada, dan kau yang seperti jiwa nya telah keluar dari tubuh.
Yah kau tidak salah dengar, kalian memang di kamar Leejin, berdua.
Sebenarnya ada apa dengan aku ini sih?
Kau heran karena sepertinya Tuhan suka sekali melibatkan mu dengan Leejin. Bukan nya kau tidak suka ataupun benci...
TAPI KAU TIDAK TAHAN BUAT NYENTUH LEEJIN KALO DIDEKETIN GINI TERUS, TAU!
'Lihat gayanya itu... Bersedekap dada seperti bos, menatap dengan datar, kaos putih seperti--tunggu, kaos putih?' batin mu berbicara seraya menatap gaya Leejin dan menyadari dia memakai kaos putih.
Mata mu beralih menatap tajam ke arah dada bidang nya yang tertutupi kaos putih, seakan berharap kaos itu akan lenyap karena tatapan tajam mu.
'Lenyaplah kaos putih, berikanlah aku pemandangan yang menyejukkan diri ini dari segala kejahatan dunia.' batin mu berharap entah pada siapa.