FIVE

2.3K 379 79
                                        

Enjoy!





Langit telah menunjukkan warna jingga, yang berarti sudah waktunya pulang sekolah.

[Name] dan Leejin seperti biasa menunggu Dayeon didepan gerbang. Tak ada percakapan antara mereka sampai kau membuka topik pertama.

"Hei Leejin, menurut mu apa setelah kau menghajar Kisoo dan teman-teman nya itu dapat membuat Dayeon tidak mendapat masalah lagi?" Dengan posisi menunduk menatap sepatu putih mu kau bertanya sedikit ragu ke arah Leejin.

Menatap ke arah mu, Leejin berbicara dengan nada datar khasnya. "Tidak, aku diberitahu oleh teman sebangku ku bahwa orang-orang seperti mereka tidak punya alasan untuk menindas orang. Dengan kata lain, mereka bisa berbuat semaunya jika ingin."

Terdengar helaan nafas dari mu,"Maafkan aku. Padahal aku disekolah yang sama tapi karena sifat tidak terlalu peduli ku, aku sampai tidak tahu jika Dayeon mengalami masalah ini dan itupun sudah terjadi lama." mata mu berkaca-kaca saat mengucapkan kalimat tersebut, merasa jika kau hanya jadi satu-satunya yang tidak tau apa-apa.

Mendengar hal itu, Leejin berjalan mendekat kearahmu yang masih menunduk dan meletakkan tangan nya diatas kepala mu.

Mengusak rambut gaya pony tail mu pelan, dia berbicara dengan intonasi yang lembut seperti dia bicara dengan Dayeon. "Bukankah saat menghadapi Kisoo aku bilang bahwa bukan kau ataupun Dayeon yang salah, tapi mereka."

Kau pun mendongak untuk menatap wajahnya, tapi lalu muka mu memerah saat melihat dia tersenyum sampai mata nya membentuk bulan sabit.

Dunia itu menyeramkan, yang menggemaskan hanya  Yoo Leejin. -[Name] jomblo tapi bucin.

Lalu kalian berdua melihat Dayeon yang berjalan hanya melewati kalian karena melamun.

"Apa yang sedang kau pikirkan?" Leejin bertanya tetapi tidak ada repson, lalu dia memanggil nama Dayeon.

"Ah?" Dayeon tersentak dan menoleh kebelakang melihat kakak nya dan [Name].

"Ma-maaf... Aku tidak dengar, kakak dan kak [Name] menunggu ku lagi?"

"Iya, soalnya aku masih buta arah." balas Leejin dengan ekspresi tersenyum nya.

"Kalau aku sih karena--"

Leejin memotong perkataan mu,"Apa kau mau ke supermarket? Ada yang mau kau beli?"

"Iya, kakek pasti lapar saat pulang kerja nanti. Biasanya kakek sangat senang kalau aku memasak."

"OI AKU BELUM SELESAI BICARA!" Pekik mu dengan garang sambil menunjuk Leejin, yang pastinya di abaikan oleh nya dan terus berjalan dengan Dayeon yang berbincang dengan nya meninggalkan diri mu dibelakang.

Mendengus melihat hal itu, kau berlari sedikit menyusul mereka dan kembali berjalan bersama mereka ke supermarket.

•••

Saat ini kalian bertiga sedang berada di supermarket, menunggu Dayeon yang dengan sangat serius sedang memilih sayuran daun bawang. Leejin dan aku hanya berdiri sambil memegangi troli, terdengar bisik-bisik dari para pelanggan lain yang tentunya ditujukan untuk Leejin.

"Anak SMA mana dia?"

"Wow."

Dayeon menoleh menghadap kakak nya lalu bertanya,"Ditempat tinggal kakak dulu, kakak tidak punya pacar?"

Mendengar pertanyaan adik nya, Leejin tersentak lalu menatap Dayeon dengan sedikit bingung.

"Pacar?"

CONNECTION [High School Soldier]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang