ELEVEN

2K 322 127
                                        







•••••••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

BRAK

PRANG

BUGH

DUGH

Dinding rumah itu berlubang akibat tendangan dari kaki seseorang yang sedang melampiaskan amarah nya.

Seluruh perabotan di ruang tamu tergeletak mengenaskan di atas lantai marmer, suasana ruang tamu sangat berantakan di penuhi barang-barang mahal yang pecah berserakan. Terlihat beberapa orang berbaris memanjang secara rapi dan menundukkan kepalanya takut.

"Dasar tidak berguna! Apa yang sebenarnya hal berguna yang bisa kalian lakukan hah?!" ucap pelaku tendangan, Sang Woo, kepada para pelayan nya yang masih setia menundukkan kepala diam tidak berani menyela.

"Maafkan kami tuan, nona berhasil kabur karena kelalaian kami." ucap seorang pelayan perempuan paruh baya.

"Kepala pelayan... Kau tau aku tidak suka permintaan maaf." balas nya lalu berjalan mendekat ke arah kepala pelayan, saat sudah berada di hadapan nya, Sang Woo mencengkram lengan atas kepala pelayan serta menatap nya tajam.

"4 tahun... Sudah 4 tahun sejak aku bertemu dengan nya, sejak ia berhasil lolos dari insiden itu aku terus mencari nya dan tadi aku baru saja menemukan dan menggenggam nya di tangan ku... Tapi apa?
Usaha ku selama 4 tahun, tidak berguna. ITU KARENA KALIAN SEMUA!" Kata nya dengan membentak di kalimat terakhir.

Terlihat badan dari kepala pelayan bergetar karena kemarahan tuan nya. Ia takut, takut akan konsekuensi yang di beri tuan nya karena sejauh yang ia kenal Sang Woo, tuan nya itu adalah orang yang kejam, ia tidak akan segan-segan membunuh seseorang.

Sang Woo menghela nafas kasar, dan melepaskan cengkraman nya pada bahu kepala pelayan. Ia menyugar rambut nya ke belakang, lalu mengambil sebuah rokok untuk menenangkan diri dari amarah karena kehilangan diri mu.

Huhh

Ia menghisap lalu menghembuskan asap rokok ke wajah si kepala pelayan yang dibalas batuk-batuk karena asap rokok.

"Ini sama seperti insiden 4 tahun lalu, saat aku hampir menangkap nya ia juga berhasil kabur karena kelalaian pelayan dan penjaga. Aku sudah bilang bahwa aku tidak ingin kejadian ini terulang lagi, tapi apa ini? AHAHAHAHA aku ini bukan orang yang sabaran..." Ucap nya dengan suara serak sehabis berteriak sedari tadi, lalu duduk di sofa mewah berwarna hitam.

Menyandarkan badan nya, ia kembali melanjutkan perkataan yang tertunda," Jadi... Jun! Aku sekarang sedang sangat marah, hukuman apa yang cocok dengan suasana hati ku ini?" lanjutnya dan bertanya kepada sekretaris Jun.

CONNECTION [High School Soldier]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang