NINE

1.8K 326 92
                                    

Enjoy!




"[Name] ditemukan?" Leejin bertanya lebih dulu, pertanyaan nya mewakilkan rasa penasaran mu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"[Name] ditemukan?" Leejin bertanya lebih dulu, pertanyaan nya mewakilkan rasa penasaran mu.

"Ah, Leejin pasti tidak tahu. Setelah 6 tahun kau kecelakaan pesawat, [Name] pernah menghilang dulu selama hampir... Mungkin sekitar 3 bulan, 1 bulan pertama setelah dia menghilang kami tidak tahu. Tapi saat menjelang 2 bulan hilang nya [Name], Kakek menemukan brosur orang di cari dan tertera wajah serta nama [Name]. Awal nya Kakek menghubungi polisi tapi tepat 3 bulan [Name] menghilang, polisi tidak bergerak sama sekali. Akhir nya saat akan menyerah mencari nya, [Name] kembali dengan sendiri nya. Benar-benar sendiri, saat itu penampilan nya sangat kacau, terlalu banyak luka di tubuh nya seperti orang yang baru di siksa,  [Name] juga saat di tanyai polisi hanya diam, dulu dia masih berumur 14. Sejak saat itu juga ayah dan ibu nya tidak pernah lagi kelihatan, setelah 1 bulan masa rehabilitasi dia sudah bisa beraktivitas seperti biasa, syukurlah [Name] tidak mengalami trauma terlalu lama..." Cerita Kakek secara panjang lebar, kau yang mendengar nya pun tertegun. Ternyata kau yang disini pernah mengalami kejadian seperti itu, bahkan sekarang tangan mu gemetar hanya dari mendengar cerita nya saja.

"Lalu alasan nya?" tanya Leejin lagi, tangannya sekarang tidak membekap mulut mu dan berpindah untuk menggenggam telapak tangan mu yang gemetaran.

Kakek menggelengkan kepalanya,"Menghindari kemungkinan muncul nya trauma lagi, Kakek tidak pernah menanyakan hal itu kepada [Name], sampai sekarang Kakek tidak tahu alasan nya." ucap nya sambil melirik ke arah mu yang terlihat menunduk menatap meja makan.

Tidak tidak, kau tidak sedang mengalami panic attack karena trauma tapi seperti nya ini reaksi alami tubuh mu karena memori yang membekas, kau masih bingung sebenarnya tubuh mu bereaksi tidak sesuai keinginan mu seakan jiwa mu masih milik mu tapi fisik mu milik [Name] di sini.

Jika dipikir kan melalui cerita Kakek, kau pernah bermimpi sesuatu yang seperti nya berhubungan. Saat memikirkan nya jempol Leejin mengusap punggung tangan mu yang ternyata masih gemetaran, mencoba menenangkan mu.

Mendongak kan kepala dan menatap nya kau tersenyum kecil,"Aku tidak apa-apa. Jangan khawatir." kata mu pelan.

Lalu percakapan itu di interupsi oleh nada dering ponsel Dayeon yang ternyata dari Yeona yang mengajak nya untuk bertemu di supermarket. Saat Dayeon keluar rumah terlihat Leejin seperti memperhatikan setiap langkah nya, kau yang sadar akan itu pun berinisiatif mengajak Leejin.

"Ayo kita ikuti, aku takut jika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi." bisik mu pada nya yang di iyakan Leejin.

"Beri aku waktu." Ucap Leejin lalu berjalan ke arah kamar nya.

Selagi menunggu Leejin aku meminta izin kepada Kakek agar kalian berdua saja yang menjemput Dayeon, lalu Leejin keluar kamar nya hanya memakai kaos hitam dan celana jeans, kau berdiri menunggu nya di luar rumah tak lama Leejin keluar dan mendekati mu, mengambil tangan mu lalu menautkan nya kalian berdua bergerak menyusul Dayeon dengan di sepanjang jalan tangan kalian selalu terpaut.

CONNECTION [High School Soldier]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang