Rain duduk di salah satu kursi yang tersedia. Ia mencoret-coret kertas dengan tulisan-tulisan yang akan ia jadikan soal. Di sampingnya, masih dengan orang yang sama, Cielan dan Yonuza.
Tidak tahu kenapa dua makhluk itu mengikutinya terus. Rain tidak perduli. Ia segera menyelesaikan tugasnya agar segera bisa ia tukarkan dengan uang saku.
Rain menatap tulisannya dengan penuh pikiran. Sebenarnya dia hanya teringat soal yang kakaknya berikan tentang rumus ini. Dia hanya menulis ulang soal itu dan penyelesaiannya.
"Rain, rumus metode substitusi, gue buat soal kayak gini bener nggak sih?" tanya Cielan memperlihatkan kertasnya yang penuh corat-coretan hitung pada Rain.
Rain membaca cermat rumus tersebut. Tak lama dahinya berkerut dalam. Ia mencoba membaca ulang siapa tahu dia yang salah membaca, tetapi hasilnya tetap sama.
"Persamaan Linear Dua Variabel-metode subtitusi"
Soal :
x = 3y + 5
35 = 5x - 10
Penyelesaian :
x = 3y + 5
5x - 10y = 20
5(3y + 5) - 10y = 20
15y - 10y + 5 = 20
5y + 5 = 20
5y = 20 - 5
y = 15/5
y = 3
x = 3y + 5
x = 3 (3) + 5
x = 9 + 5
x = 14
"Sejak kapan lima dikali lima hasilnya lima?" tanya Rain sedikit kesal.
"Ahhh pantes aja gue cek nggak sama sama," ujar Cielan baru menyadari kesalahannya setelah diberi tahu oleh Rain. Ia meringis pelan menyadari kebodohannya.
Ia pun dengan segera mendekat ke arah resepsionis di mana ia mendapat kertas itu. "Maaf," ucapnya dengan sopan menyela pembicaraan staf dengan orang yang tengah mengantre. "Saya boleh minta kertas lagi?" tanyanya sopan.
"Tidak. Kami hanya memberikan satu kertas pada satu orang," jawab staf tersebut.
Cielan hampir saja berteriak. "Oke, makasih," ungkapnya lalu membiarkan pelayan kembali berbicara kepada orang yang tadi. Cielan tampak cemberut, kembali ke tempat di mana Rain berada. "Rain, matilah gue," ucap Cielan dengan mata bergetar, bibir melengkung ke bawah.
Rain menghela napas pelan. Sejak kapan dia harus mengurus anak kecil seperti Cielan ini?
Lebih tepatnya, sejak kapan keduanya dekat? Sedekat itu sampai ia dapat melihat tingkah Cielan yang seperti itu. Namun, jika dipikir, sepertinya tidak masalah membiarkan Cielan bersamanya.
Paham yang Ceilan butuhkan, Rain merobek kertasnya hingga menjadi dua bagian. Ia lalu memberikannya pada Cielan. "Kecilin tulisan lo," perintah Rain yang hanya mengacungkan sobekan kertas itu tanpa menatap Cielan.
Cielan bersorak gembira. Selama menulis ia terus berbicara, mengucapkan terima kasih pada Rain. Dengan senyum lebar, ia mengerjakan ulang pekerjaannya dengan tulisan kecil menuruti perintah Rain.
Jika menulis dengan tulisan sebesar Ceilan, kertas yang hanya separuh itu tidak mungkin muat untuk soal milik Ceilan.
"Persamaan Linear Dua Variabel-metode subtitusi"
Soal :
x = 3y + 5
20 = 5x - 10y
Penyelesaian :
x = 3y + 5
5x - 10y = 20
5(3y + 5) - 10y = 20
15y - 10y + 25 = 20
5y + 25 = 20
5y = 20 - 25
y = -5/5
y = -1
x = 3y + 5
x = 3 (-1) + 5
x = (-3) + 5
x = 2
"Nih, udah bener kan?" tanya Cielan memperlihatkan lembar jawabannya.
"Coba lo cek sendiri. Masukin hasil variabel yang udah lo dapet ke soalnya. Kalo sama, berarti jawaban lo bener," kata Rain memberi instruksi.
Cielan mengangguk paham. Ia segera melakukan apa yang Rain perintah.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATH SCHOOL
Teen Fiction"Point gue nol?" "Say goodbye to your future!!" "Lo pikir gampang ngumpulin point?" "Siapa yang jadiin point gue taruhan?!" "Gue nggak bisa hitung! Gue nggak bisa!" "Otak lo di mana sih? Kita kalah gara-gara lo salah ngitung!" Hiatus- Cover by Pinte...
