Jeno terbangun ketika ia mendengar keributan dari arah dapur pada pagi hari. Dengan wajah kucal khas orang yang baru saja bangun tidur, ia segera menghampiri area dapur dan menemukan Jaemin tengah berkutat dengan roti isi. Tiba-tiba saja sebuah ide melintas untuk menjahili Jaemin kembali. Tangannya dengan cepat mengambil hasil buah karya Jaemin diatas meja. Pria manis itu tentu saja terkejut dan sempat terdiam, sedangkan Jeno memamerkan hasil pekerjaannya.
"Ambil saja ambil, aku memang membuatnya sebagai bentuk terima kasih telah membantuku semalam," ujar Jaemin, tidak peduli dengan yang Jeno lakukan. Kini giliran Jeno yang terdiam sejenak sebelum melanjutkan kunyahannya.
"Aku menerimanya walau kau tidak sepenuh hati membuatnya, calon suamiku," balas Jeno dengan mulut yang penuh makanan.
Jaemin menghela nafasnya, meyakinkan dirinya bahwa ini masih pagi. Ia tidak mungkin merusak pagi harinya dengan berdebat tidak penting dengan Jeno Lee. "Terima kasih kembali, Jaemina," ujar Jeno tiba-tiba.
"Kau tau, sebenarnya aku ingin sekali memiliki pasangan seperti dirimu, manis, baik, dan dapat membuatku tersenyum," lanjutnya dan Jaemin berhenti melakukan kegiatannya dan menatap tajam kearah Jeno. Sesaat kemudian ia menyeringai, namun tetap manis.
"Oh? Bagaimana ini? Tetapi aku masih sangat membencimu? Aku antifanmu," balas Jaemin dengan seringaian.
Jeno yang mendengar haltersebut membalas senyuman Jaemin dengan penuh percaya diri, "kalau begitu, kau adalah antifan ku yang paling beruntung karena bisa menikah denganku," percaya diri sekali kau Lee Jeno-umpat Jaemin dalam hati.
"Cepatlah makan sarapanmu," perintah Jaemin tidak ingin mendengar perkataan Jeno lagi.
Jeno melanjutkan sarapannya dengan tenang, sedangkan Jaemin sudah beranjak dan tengah bersantai diatas sofa yang semalam dipakai Jeno untuk tidur. Ia sibuk dengan ponselnya hingga Jeno diabaikan. "Hari ini kau jadi mengikuti pemotretan itu?" Tanya Jeno.
"Kenapa aku harus memberitahukan kegiatanku?" balas Jaemin bertanya.
"Ups, sorry, my bad. Aku lupa, yang boleh mengetahuinya hanyalah manajer dan kekasihmu, benar?" oceh Jeno. Tanpa sadar raut wajah Jaemin yang berubah. Jaemin terdiam, menurutnya ini sudah keterlaluan. "Sampai kapan kau akan membawa omongan itu? Kau benar-benar ingin kubenci seumur hidupku,ya?"
"Apa yang salah? Aku hanya berkata sejujurnya. Jujur, berkencan jam 2 pagi dibawah lampu jalanan memang seru. Apa motifmu melakukan hal itu?"
Jaemin meradang. "aku benar-benar membencimu. Lihat saja!"
Kejadian itu berakhir dengan Jaemin benar-benar marah padanya. Bahkan saat mereka beradegan, Jaemin menolak untuk melakukan adegan skinship berlebihan disaat prosesi pernikahan mereka. Setelah selesai syuting, Jaemin pun masih mendelik kesal padanya. Bahkan lebih dari sebelumnya. Jaemin, sepertinya benar-benar marah padanya.
Anehnya lagi, Jeno memikirkan hal tersebut. Diam-diam ia memperhatikan pria manis tersebut dari jauh, ketika pria manis itu merenggut kesal karena tidak bisa menolak skinship dengannya. Atau ketika break syuting, pria manis itu berusaha menghindari interaksi dengannya. Namun selama mereka beradegan, Jaemin sangat profesional.
Sialnya bagi Jeno, interaksi keduanya yang aneh itu diendus oleh kedua manajer mereka. Jaehyun yang melihat Jeno selalu menatap Jaemin, sedangkan Taeyong yang merasa Jaemin tengah dalam mood yang tidak baik.
"Aku merasakan hawa pertikaian yang mengerikan disini, apa kalian bertengkar?" Tanya Taeyong saat memberikan Jaemin pesanannya.
Jaemin yang tengah berusaha fokus membaca skrip adegan enggan melirik ke arah Taeyong. "Aku akan membayar setengah dendanya. Proyeksi acara ini sampai 30 episode aku akan berhenti di episode ke 15, catat itu."

KAMU SEDANG MEMBACA
So, I Married My Anti-Fan? - nomin
FanfictionDua aktor papan atas yang selalu bersaing untuk memenangkan posisi paling atas dan diam-diam saling membenci satu sama lain. Tapi, bagaimana jika mereka harus berpura-pura menjadi pasangan menikah dalam satu acara variety terkenal, We got married? ...