Selesai mata kuliah terakhir mereka berujung ke cafe dekat sebrang kampus. Hari kini menjelang sore mereka memutuskan balik. Dirumah Asna langsung membereskan rumahnya sampai dua anak kembar datang. Asna yang melihat kedatangan si kembar "wah udah datang adek-adek mbak yang ganteng"ujar asna yang memegang Tongkat Pel.
"Iyalah mbak ya kali kita nginep di sekolahan"celetuk Jeremy.
"Ya udah sana mandi, ganti baju"Asna menyuruh kedua adik kembarnya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Malamnya mereka bersantai di ruang tamu dengan Posisi Jeano dan Trion duduk di sofa sementara Jeremy duduk di bawah dengan badannya bersender di sofa Asna pun tiduran di paha Jeremy sebagai bantalan.
"Bang Bunda kapan baliknya" tanya Jeremy tanpa menoleh bang trion karena matanya fokus ke arah TV.
"Entahlah"
"Katanya dua bulan bang ini udah mau dua bulan lebih loh bang"
"Ya kita tunggu aja sampai bunda kabarin kita" jawab seadanya Bang Trion.
Ngobrol ringan sambil canda dan nonton film tak terasa membuat Asna tertidur lelap di paha Jeremy yang masih asik nonton film di TV.
Jeano melihat Asna yang terlelap di paha Jeremy langsung nyenggol lengan abang Trion yang sibuk sama ipadnya. Trion langsung menengok ke arah yang ditunjuk Adiknya.
"Woy Na tuh mbak mu udah tidur"ujar Jeano membuat Jeremy menengok ke bawah.
"Bang nih gendong mbak Asna ke kamarnya"
"Kamu aja sana gih sana abang masih ada kerjaan" tolak Trion yang masih pegang ipadnya.
Akhirnya Jeremy gendong Asna ala bridal style ke kamar sang kakak. Sampainya di kamar Asna Jeremy meletakkan Asna di kasur single size.
Setelah itu keluar dari kamar mbaknya dan menutup kembali pintu kamar mbaknya.
Jeremy pun kembali ke ruang tamu yang ternyata kembarannya dan abang Trion yang sibuk dengan gadget masing-masing.
"Belum tidur Bang"tanya Jeremy ke bang Trion yang masih sibuk sama i-padnya.
"Iya ini bentar lagi"jawab Bang Trion tanpa menoleh Ke Jeremy.
"Woy bang Jen gak tidur lu"
"Lu kalau mau tidur ya tinggal tidur aja"
"Ya udah gue duluan yak" ujar Jeremy yang langsung pergi ke kamarnya.
Paginya Seperti biasa tapi kali ini Kuliahnya di liburkan karena ada acara wisuda kakak tingkat. Asna merasa aneh tumben ketiga saudaranya belum ada yang keluar buat sarapan padahal bukan hari libur.
Langkah kakinya kini ke arah kamar abangnya saat di ketuk tapi gak ada jawabannya. Asna pun memutuskan ke kamarnya sendiri buat ambil speaker music guna untuk membangunkan ketiga saudaranya.
Menaruh speaker di meja makan dan menyalakan bluetooth di hapenya. Saat suara alarm ala militer dinyalakan dengan volume dibesarkan. Bodoamat sama tetangga sebelah soalnya gak mau capek-capek untuk membangunkan ketiga saudaranya.
"Apaan sih berisik bangett dah aish"kesal Jeano yang langsung turun dari kasurnya. Ternyata Jeremy kebangun dengan suara ala kemiliteran. Begitu pula bang Trion yang bangkit dari tidurnya karena suara berisik ala militer itu.
Asna tersenyum ketika melihat ketiga saudaranya keluar dari kamar dan berjalan ke arahnya yang kebetulan berada di dekat meja makan. Asna pun mematikan alarmnya dan speakernya.
Keadaan masih muka bantal membuat Asna terkekeh pelan Jeano pun menatap mbaknya kesal. "Jangan ketawa napa mbak"
"Nih menu sarapan hari ini"Ujarnya dan meletakkan makanan di atas meja.
Selesai kegiatan sarapan ketiga saudara Asna beranjak dari ruang meja makan. Asna dengan sigap langsung membereskan bekas sarapan mereka.
"Dek tolong pasangin dasi abang bisa gak" Ucap Trio yang berjalan ke arah Asna berdiri.
"Coba sini Adek pasangin dasinya"
Trion pun merendahkan badannya supaya Asna dengan mudah memasangkan dasinya.
"Nah udah selesai bang" ujar Asna yang langsung mundur.
"Thankyou dek"ucap abangnya dengan senyum tipis.
"Sama-sama bang"
"MBAK LIHAT KAOS KAKI NANA GAK"teriak Nana.
Asna pun lari ke kamar si kembar dan yang benar saja kamar bak kapal pecah membuat Asna pusing bukan kepalang.
"Kemarin kamu taruh di mana Nana" ujar Asna yang menghampiri adiknya yang masih obrak-abrik Laci khusus kaos kaki adiknya.
"Nah itu aku lupa mbak"jawab Nana lesu.
"Gini mending kamu minjam sama Jeano gih"
"Abang lagi mandi"
"Jeano kamu punya kaos kaki lagi gak"
Jeano yang baru keluar dari kamar mandi dan sudah memakai baju seragamnya. "Kayaknya ada deh mbak" balas Jeano yang langsung membuka lacinya dan menemukan kaos kaki yang di cari.
"Nih ada mbak"Jeano yang langsung memberikan kaos kakinya.
"Pakai sana cepatan takut telat"
"Kamu punya lagi kan kaos kaki lagi kan"
Jeano mengangguk pelan Asna pun keluar dari kamar si kembar.
Menuruni tangga Asna melihat abangnya yang lagi memakai sepatunya. "Loh belum berangkat bang"tanya Asna
"Ini mau berangkat itu kenapa si Nana"
"Itu kaos kakinya hilang dan jadinya minjam deh ke Nono" jawab Asna yang langsung duduk di sofa.
"Kamu gak kuliah"
"Di liburin bang"
"Oh ya udah abang berangkat dulu ya jaga rumah kalau mau keluar kabarin abang atau ke si kembar oke dan suruh si kembar jangan kemana-mana kalau sudah pulang sekolah"nasihat Abangnya panjang lebar dan Asna Angguk kepalanya patuh.
Sikembar keluar dan sudah memakai sepatunya "Kita berangkat ya mbak" ujar Jeremy dan mencium tangan begitu juga Jeano.
Vote and Comment ya guy's semoga sehat dan bahagia selalu see you 😉🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Dijodohin Uncrush
Fanfiction"Gak salah ma aku di jodohin ama dia" sambil menunjuk ke arah lelaki canada itu. "Gak dia bukannya yang kamu suka waktu sekolah dulu kebetulan dia anak teman mama" jelas mamanya. "Iya itu dulu tapi sekarang aku gak ada rasa apapun ke dia jadi bata...
