"Ahh.. s-sorry" ucap Asahi sedikit terbata kemudian kembali menutup pintu kamar Haruto. Jaehyuk yang sedari tadi mengekor Asahi sama terkejutnya dengan pemuda manis di depannya.
Harus dia akui jika hatinya seperti tertancap benda tajam, sakit dan sesak melihat Haruto berpelukan dengan perempuan di ranjang. Hanya berpelukan, tidak itu bukan hanya, karena itu Asahi meras tidak baik-baik saja. Meskipun begitu di depan Jaehyuk dia harus bersikap seperti tidak apa-apa.
"Ekhem.. kak, kayaknya lo gak bisa jengukin Haruto sekarang deh"kata Asahi kepada Jaehyuk.
"Mubadzir kalo gua langsung pulang. Lo gak ada niatan nyuruh gua duduk dulu, kasih gua minum, terus ngobrol gitu?" Jaehyuk mulai beraksi.
Asahi memutar bola matanya.
"Gua gak punya waktu"Asahi menarik tangan Jaehyuk dan mengajaknya keluar rumah, tentu saja untuk mengusir Jaehyuk.
"Saa, gimana kalo kita jalan?"kata Jaehyuk berusaha agar tidak diusir.
Tidak ada jawaban dari Asahi. Pemuda manis itu masih menarik tangannya untuk keluar.
"Gua temenin lo nonton!"
...
"Gua bantuin lo kerjain tugas!!"
Langkah Asahi terhenti. Penawaran yang cukup menggiurkan, mengingat dia baru saja mendapatkan PR matematika dan tentunya matematika bukan bidang Asahi.
"Lo yang kerjain tugas gua?"tawar Asahi.
"Gua ajarin lo aja."
"Lo yang kerjain atau pulang?!"tandas Asahi.
Selalu Asahi yang menang dan Jaehyuk yang tidak punya pilihan. Pada akhirnya Jaehyuk mengerjakan tugas Asahi, sedangkan Asahi malah menonton drakor kesukaannya, poor Jaehyuk. Bukan tanpa alasan, Asahi hanya ingin melupakan apa yang dia lihat tadi. Tetapi sepertinya salah, bukannya melupakan bayangan itu semakin mengganggu konsentrasinya.
"Sini gua aja yang tulis, lo kasih tau aja penyelesaiannya" Asahi mengambil alih bukunya.
Baru saja Jaehyuk ingin menjelaskan rumusnya, tapi terhenti begitu melihat Asahi membentuk coretan asal di selembaran putih kosong.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.