19⚠️

1.1K 51 14
                                        

'Jaekjaek calling'

"Eumhh Haruu, aku nghh angkat telfon dulu shh" ujar Asahi di tengah lenguhannya.

"Ok."

Haruto menatap kesal wajah tak berdosa Asahi.

Sementara Asahi mengangkat telepon dari Jaehyuk. Tangan Haruto masih bergerilya di tubuh Asahi. Berusaha membuai Asahi mengganggu pemuda manis di pangkuannya yang sedang berbicara dengan 'pria bajingan'.

Mendengar percakapan Asahi dan Jaehyuk membuat Haruto mual. Dia merasa bosan menunggu Asahi mengakhiri panggilannya.

Brukk...

Tubuh Asahi terdorong, terbaring di kasur. Di atasnya mata sayu Haruto menatapnya lapar.

"Asahi, suara apa itu?",

"I-itu ak- aku jatuh, shhh lututku sakit" kilah Asahi terbata dan jika Jaehyuk tidak percaya, salahkan saja Haruto.

"Aishh.. harusnya kamu hati-hati, kalo aku di sana udah aku peluk biar ga jatuh" Jaehyuk menggombal.

Huekk...

Haruto butuh kantong kresek sekarang. Lambungnya bereaksi buruk ketika mendengar hal seperti itu. Tapi mendengar ucapan Jaehyuk seperti tadi bukankah Haruto jauh lebih menang? Dia bukan hanya memeluk Asahi agar tidak jatuh. Ya! Dia pemenangnya. Asahi sedang mempermainkannya. Haruto mengendus perpotongan leher Asahi. Menghembuskan nafasnya kasar di sana.

Asahi meremang saat nafas hangat Haruto menerpa kulitnya.

"J-jae, aku mau tidur yaa! Kamu juga tidur, see you and good night" ujar Asahi mengakhiri teleponnya.

Persetan apa yang ada pikiran Jaehyuk sekarang, Asahi lebih takut jika Jaehyuk tau dia bermain dengan Haruto. Hmm, rasanya Asahi menjadi bingung dan semakin salah. Perasaan siapa yang dia jaga? Asahi mengakui bahwa dia terlalu egois.

"Eungghhh... Haruuu ahhh"

Lidah Haruto bermain di nipple Asahi.

"Udah selesai selingkuhnya?" Tanya Haruto.

"Siapa yang selingkuh!" Elak Asahi menepuk pundak Haruto.

Tangan Haruto mencubit nipple pink lain mikik pemuda itu. Dia tidak punya sanggahan untuk ucapan terakhir Asahi. Memang dari awal hubungan mereka tidak jelas.

"Ahhh... Haruu ughh.."

Tangan Asahi mengalung di leher Haruto. Menatap manik Haruto yang menggelap.

Dia akan gila memikirkan Jaehyuk dan Haruto.

"I'm seriously, jauhin Jaehyuk Saa!" Haruto berkata hal tersebut lagi.

"Hmm buat apa? Kamu aja masih sama Jihan, Haru."

"Aku udah batalin pertunangan itu. Aku juga ga mau kamu terjebak sama si brengsek Jaehyuk" emosi Haruto.

"Terlalu kasar dan tidak berkaca, siapa yang brengsek kamu atau Jae?"

Keduanya memulai perdebatan tanpa mengubah posisinya. Asahi yang tadinya berniat untuk menggoda dan menantang Haruto menjadi menyesal. Dan, ah! Asahi hampir saja lupa jika Jihan memintanya untuk membujuk Haruto agar mengurungkan niatnya membatalkan acara tersebut.

"Aku akan tetap bersama Jaehyuk dan kamu bisa melanjutkan pertunangan dengan Jihan"ucap Asahi mengubah posisinya dari berpangku menjadi duduk di sebelah Haruto, dia mengalihkan wajah untuk menghindari kontak mata.

Asahi tidak mau jika Haruto tau permintaannya bohong. Asahi tidak ingin Haruto bersama Jihan, apalagi untuk hubungan yang terikat.

"Asahi, kamu itu dunia aku, kamu semesta aku, mana mungkin aku milih Jihan ataupun orang lain?" Ujar Haruto, dia serius dengan apa yang dikatakannya.

FELICITY| Harusahi (SLOWUPDATE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang