Atmosfir di kelas lebih dingin dari kutub Utara. Penyebabnya adalah Haruto yang terus-menerus menatap Jaeyuk sinis dan mengintimidasi.
"BRENGSEK JIHAN KECELAKAN, MOBILNYA MASUK JURANG!!"Seru salah satu pemuda berambut pirang.
Seruan tersebut berhasil mengalihkan atensi murid di kelasnya, tak terkecuali Haruto. Junkyu yang juga penasaran menghampiri si rambut pirang untuk melihat berita tersebut.
Benda kecil persegi menampilkan siaran langsung di salah satu stasiun televisi menayangkan berita kecelakaan tersebut.
Junkyu menganga tidak percaya.
"Haruto anjing! Jihan bareng nyokap lo" ujar Junkyu bisa dibilang ngegas.
"Hah?" Junghwan masih mencerna apa yang di dengarnya.
Sementara Haruto menghampiri teman sekelasnya untuk melihat siaran tersebut. Dan benar saja tampilan layar memperlihatkan tas korban dan kartu identitas milik bundanya.
Haruto melangkah panjang keluar kelas. Asahi adalah tujuannya, begitu sampai ternyata kelas Asahi terdapat guru yang sedang mengajar. Dengan lancang Haruto menghampiri Asahi.
"Haruto kamu mengganggu pembelajaran!"tegur sang guru.
"Ehmm... Bu, maaf tapi ini urgent" jawab Junkyu yang mengikuti Haruto.
"Ikut!" Haruto menggenggam tangan Asahi.
"Lo gak liat ada guru di depan? Gua lagi belajar, Haru!" Jujur saja Asahi kesal dengan Haruto yang selalu berulah.
"Ini soal bunda, jadi lo ikut gua!" Seru Haruto.
Siapa yang mau disalahkan jika sudah seperti ini? Haruto malas menjelaskan dan Asahi butuh penjelasaan lebih. Namun mendengar kata 'bunda' Asahi menjadi khawatir.
"Bunda kenapa?"
"Haruto keluar dari kelas ini!" Bentak si guru.
"Duhh Bu sebentar, Sa udah lo ikut aja cepatan" Junkyu ikut bingung melihat kelas menjadi kacau dan tegang.
"Bunda kecelakaan!"
Tidak sampai satu detik Asahi segera keluar dari kelas, sebelumnya ia sudah meminta maaf dengan teman sekelasnya dan guru yang mengajar karena membuat keributan dan harus izin. Haruto dan Junkyu mengekori Asahi yang setengah berlari keluar sekolah. Mata Asahi memerah menahan tangisnya.
Junghwan sudah siap dengan mobilnya menunggu Asahi di lobby.
"Gua udah izinin kita berempat ke kesiswaan" ujar Junghwan dari dalam mobil.
Tanpa berlama-lama mereka masuk ke dalam mobil. Junghwan mengemudikan mobilnya ke lokasi kecelakaan Jisoo. Asahi tidak berhenti menangis di pelukan Haruto.
Asahi merasa Dejavu. Dunianya hancur, hatinya yang ia tata bertahun-tahun semenjak kehilangan ayahnya. Kini ia merasakan kehilangan yang teramat itu lagi.
Setelah perjalanan yang seharusnya dua jam tapi mereka tempuh satu jam. Akhirnya mereka sampai di lokasi. Disana sudah ada Hanbin yang menatap sendu jurang. Proses evakuasi korban dan mobilnya belum juga selesai karena posisi korban yang terjepit.
Hanbin tidak bergeming meski sudah menyadari kedatangan kedua putranya. Asahi melihat tatapan pria itu tertuju pada pada satu titik yaitu mobil di dasar jurang yang cukup curam. Keadaan mobilnya yang sudah rusak parah dan bagian depannya berasap.
"Bundaa!!" Teriakan Asahi membuyarkan lamunan Hanbin.
Segera Hanbin memeluk Asahi. Kedua kalinya dia melihat Asahi menangis sejadi-jadinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FELICITY| Harusahi (SLOWUPDATE)
FanfictionHaruto yang terobsesi dengan Asahi. -bxb story ⚠️ -little bit 🔞 -bahasa campuran -author amatiran 🙏
