MPH-1

80K 3.3K 196
                                        

Let's go.........

Sinar matahari pagi yang sangat cerah masuk menembus kaca jendela kamar Mikko Ciello. ia pagi ini harus berangkat ke kantor tempat ia bekerja, miko adalah seorang dokter di suatu rumah sakit terbaik "kok minggu ke senin cepet banget ya, sedangkan senin ke minggu lama banget"

selesai mandi ia langsung bergegas mengeluarkan mobil kesayangannya yang di berikan oleh ayahnya ketika ulang tahunnya yang ke 23, sudah setahun mobil tersebut menemani nya kemana saja "huh harus semangat" miko berjalan mengendarai mobilnya dengan santai

seperti biasa setiap pagi ia selalu dapat sapaan dari beberapa perawat lain, ia juga sudah biasa dengan sapaan seperti itu "pagi semua" jawab miko dengan tersenyum

miko duduk di kursi kerja nya, sambil meminum kopi di pagi hari miko juga tak lupa memberikan senyuman hangat kepada rekan kerja nya.

•••

Miko sedang berjalan keluar rumah sakit, ia berjalan kaki menuju minimarket yang ada di dekat rumah sakit ia bekerja, miko mau mengambil minuman dingin namun ntah kenapa ia sama sekali ga kuat menarik pintu kulkas nya "ini kenapa dah" gumam miko kesal

seseorang tiba - tiba membukakan pintu kulkas tersebut, miko mendongakkan kepalanya sedikit "makasih"

Setelah mengambil beberapa cemilan, ia berjalan menuju kasir "ada lagi kak?" "Ga ada"

"Gabung aja " ucap seseorang, miko kembali mendongakkan kepalanya "gausah om, eh pak saya bayar sendiri aja" miko

Kasir memperhatikan miko dan seorang tersebut bergantian "gabung aja" pria tersebut memberikan uang tunai kepada kasir

"Makasih ya pak" ucap miko tersenyum hangat

"Jalan kaki?"

"Iya deket kok pak" miko

"Kerja?"

"Iya pak tuh di situ, saya duluan ya makasih pak"

Pria tersebut langsung mengeluarkan hp nya "besok kosongkan jadwal saya di semua acara"

----

Miko heran kenapa hari ini ia di suruh libur oleh atasannya "maaf pak, tapi alasan saya di liburkan kenapa ya pak?"

"Silahkan ikut saya miko"

Miko mengikuti atasannya tersebut menuju ruang penting "silahkan masuk miko, ada yang ingin berbicara denganmu"

Miko masuk, ia melihat seorang pria yang memiliki perawakan tegap, badan yang sangat ideal "permisi pak, saya miko ada apa ya pak?" Miko

"Silahkan duduk"

Saat pria itu berbalik miko menyipitkan matanya "maaf pak, bapak yang kemarin ketemu saya kan?"

"Iya, saya ingin bertanya denganmu"

"Baik pak"

"Kamu mau bekerja dengan saya?"

"Kerja nya apa ya pak?"

"Kerja nya malam ini temani saya makan malam untuk bertemu tamu yang sangat spesial"

"Maaf kalo saya lancang, mengapa tidak yang lain aja pak?"

"Saya perlu kamu"

"Hanya menemani saja kan pak? Tidak ada yang lain?"

"Tidak"

"Baik pak" miko langsung menerima karena hanya sekedar menemani pria ini bertemu orang penting, siapa tau bisa sekalian cuci mata

"Sebenarnya mau nolak sih, tapi ni orang ganteng juga, ga ada salahnya kan ya haha" batin miko

•••

Malam itu miko terkejut karena tamu nya dari luar negeri semua, miko berdiri di belakang "ngapain di belakang saya?"

"Saya kan tugasnya menemani pak"

"Iya menemani saya, dan menjadi kekasih saya malam ini"

Miko membelalakkan matanya "pak, perjanjian awal ga seperti itu"

"Ikuti saya saja"

Miko sudah ga bisa kabur karena tempat tersebut di jaga ketat, terpaksa miko pasrah saja. Ia berjalan di samping pria tersebut menuju ruangannya

Miko berjalan sambil mengingat nama pria yang sedang berjalan merangkul pinggangnya, ia kaget lagi karena ketika ia dan pria tersebut masuk ke ruangan semua tamu berdiri menyambut

Miko membaca papan nama kecil di depannya yang bertuliskan "Jeff Marlon". Ia baru mengingat bahwa nama pria tersebut adalah jeff (JM)

Selama 2 jam miko sama sekali tidak mengerti apa inti perbicangan tersebut, ia hanya mengingat beberapa kata seperti barang, pelabuhan, ekspor.

Miko kira semua ini sudah selesai, namun ia salah sekarang miko di bawa ke suatu tempat yang ia sama sekali tidak tahu sekarang dimana "ini saya dimana ya?" Miko menatap datar jm

Jm menaikkan sebelah alisnya, membuat miko langsung di arahkan oleh beberapa orang untuk masuk ke dalam "saya bisa jalan sendiri" tegas miko

Beberapa orang tersebut menatap jm, jm menganggukkan kepalanya, miko berjalan sendiri masuk ke dalam ruangan yang sangat mewah dan miko baru sadar kalo sekarang ia ada di ballroom sebuah hotel bintang 5

"Pak ini app-" ia langsung kaget karena lampu tiba - tiba menjadi remang, tak lama ia melihat jm berjalan santai membawa sebuah money bouquet serta perintilan lainnya

"Will you marry me?" Jm langsung mengeluarkan cincin yang ia bawa

Tentu sangat jelas miko bingung, diam, mematung tanpa bersuara, ia hanya menatap kaget ke arah jm "saya serius untuk semuanya"

Miko menatap jm diam "maaf sebelumnya pak, tapi kita belum kenal lebih dalam, izinkan saya untuk berpikir dulu pak" ucap miko

Jm menaruh cincinya di meja "oke saya izinkan, tapi bawa cincin ini pulang, kalo kamu sudah siap pakai cincinnya dan tunjukkan ke saya"

Miko mengangguk pelan, mereka malam itu hanya menikmati makan malam yang indah, sambil mengobrol untuk saling mengenal satu sama lain.


~blackezyy~

My possessive husband - NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang