MPH- 14

37.4K 1.7K 14
                                        

Miko bingung mau ngapain kalo di tinggal jeff kerja begini, biasanya ia juga kerja di rumah sakit namun ia masih dalam keadaan libur, saat sedang asik main hp ia mendengar suara ketukan pintu "sebentar"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Miko bingung mau ngapain kalo di tinggal jeff kerja begini, biasanya ia juga kerja di rumah sakit namun ia masih dalam keadaan libur, saat sedang asik main hp ia mendengar suara ketukan pintu "sebentar"

Miko sangat bersemangat saat membuka pintu "saay.. eh sorry" ia kaget karen bukan jeff yang datang, melainkan abipra "aman mik, oh ya gua di suruh jm kesini katanya lu mau ke mall"

"Iya bener sih, cuman ah ntar aja deh gua cerita sebentar ya" miko kembali masuk ke dalam kamar, abipra berjalan menuju pintu depan menunggu miko

Selesai bersiap miko berjalan menghampiri abipra "ayo" ketika ia masuk mobil di dalam ada naka yang sudah menunggu "eh nak?"

"Hai kak, iya nih di suruh bos jm anterin kak miko ke mall"

"Iya tadi tuh awalnya gua mau sendiri, terus kata jm jangan. Ternyata malah di jemput sama kalian, emang ada apa sih?"

Naka menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal "bip lu aja dah yang jelasin, gua belibet ntar"

"Jadi tuh kan lu kemaren dengar yang masalah ladang itu, nah orang nya dapat cuman kita2 juga lagi di cari anggota dari dia" abipra sambil menyetir

"Tapi kan mereka ga tau gua dong"

"Kata siapa mereka ga tau lu? Pas lu nikahan ya jelas semua teman dan musuh jm tau yang mana muka lu"

"Terus ini gua belanja juga ga sendirian?"

Mereka akhirnya sampai, naka membukakan pintu untuk miko "ya begitu mik, abisnya laki lu kan gebong narkoba ya jadi mau ga mau kalo lagi di cari orang begini semua harus di jaga, terlebih lagi lu kesayangannya jm"

"Okelah, tapi sorry ya kalo gua lama ntar"

"Aman aja, kita2 juga dapat bonus lagi kok sama jm"

Selesai berbelanja miko berjalan menuju parkir di ikuti oleh abipra dan naka di sampingnya "naka hubungi anak2 yang lain untuk bersiap, di pertigaan lu bawa miko pindah ke mobil satunya yang bakalan di bawa fatqan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selesai berbelanja miko berjalan menuju parkir di ikuti oleh abipra dan naka di sampingnya "naka hubungi anak2 yang lain untuk bersiap, di pertigaan lu bawa miko pindah ke mobil satunya yang bakalan di bawa fatqan

"Kenapa bip? Kok gua di pindahin?"

"Lu tadi liat dua mobil ruby warna hitam ga? Ada 2 orang yang berpakaian ga jelas ngeliattin kita"

"Yang pas kita mau masuk mobil dia juga masuk mobil?"

"Iya itu, lu sama naka ya ini bahaya mik" abipra

"Oke, perlu gua telepon jm ga?"

"Gausah mik, coba lu panggil suami lu deh"

"Di sini?"

"Iya coba aja"

"Jeff marlon?" Ucap miko namun bingung kenapa ia di suruh memanggil suaminya di saat yang begini

Tiba2 ada suara di radio mobil "kenapa sayang?"

"Loh? Oh di radio ya"

"Kamu ikut naka dulu ya, nanti aku jemput"

"Okei jm"

"Jm jm, bip lu bawa apa di mobil?" Sahut jm di radio

"Pistol doang m, gua ga bawa rubi putih"

"Pake itu aja"

••

Miko dan naka sudah berpindah mobil, mereka langsung menuju mansion. Naka menyuruh miko untuk memakai headset, saat telinga miko sudah di tutup anak2 fratellanza yang ada di dalam mobil tersebut mengeluarkan pistol "kenapa nak?"

Naka memegang pundak miko "fokus ke depan aja" ucap naka tanpa bersuara namun miko paham karena gerak mulut naka, miko hanya mendengar seperti suara gebukan yang sangat pelan karena telinga nya benar2 di putarin lagu yang sangat nyaring

Saat hendak sampai di daerah mansion anak2 fratellanza yang sudah standby langsung meledakkan mobil yang mengejar mereka, dengan cepat miko di bawa masuk ke dalam mansion "ke kamar itu mik, jangan buka pintu sampai jm datang" naka

Miko berjalan masuk ke dalam kamar tersebut, kamar nya benar2 kedap suara ia sama sekali ga dengar apapun dari luar, ia duduk di kasur sambil memainkan hp nya

Miko berjalan masuk ke dalam kamar tersebut, kamar nya benar2 kedap suara ia sama sekali ga dengar apapun dari luar, ia duduk di kasur sambil memainkan hp nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesaat kemudian ia kaget karena pintu kamar nya ada yang hendak membuka, miko mengambil apapun yang ia lihat. Ia memegang tongkat baseball sambil memperhatikan pintu tersebut "clek" saat terbuka ia melayangkan tongkat tersebut

"Aduh"

Miko membuka matanya, ia langsung memeluk jm erat "aku kira siapa"

Jm mengecup puncak kepala miko "untung aku tangkap tongkatnya"

"Katanya ga boleh buka pintu, yaudah karena mencurigakan aku lempar aja tongkat nya"

"Iya jangan di buka, karena ga ada yang bisa buka pintu ini selain aku"

Jeff bersandar di kasur dengan miko yang berada di badannya "lagi ada apasih? Kok sampai telinga aku di pakein headset, terus di suruh diam di kamar ini"

"Bener nih mau tau?"

"Ya mau, emang ga boleh?"

"Boleh, masalah ladang sama masalah barang sayang. Pelaku masalah ladang udah ketangkep sama aku, masalah barang cuman ketangkep anak2 mereka aja 3 orang"

"Barang? Oh paham, terus mereka mau nangkep kamu juga gitu?"

"Lebih ke mau bunuh sih kayaknya" jm, miko langsung mencubit perut jm "akh iya ga"

"Terus itu gimana? Kamu ga ikut bantuin?"

"Musuhnya gampang, sama anak2 doang itu habis" ucap jm santai sambil memeluk miko

Miko bersandar di dekapan jm, menyamankan posisinya "besok pagi kita berangkat"

"Kemana?"

"Ke italy, mau ga?"

"Mau"

Mereka mengobrol tanpa adanya gangguan, sekitar 1 jam jm di telepon oleh abipra. Miko yang sudah tertidur di dekapannya ia pindahkan perlahan agar tidak bangun, ia meninggalkan miko di kamar dengan pintu terkunci.

My possessive husband - NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang