MPH -21

30.9K 1.4K 71
                                        

Miko yang baru saja bangun tidur melihat jm yang sudah tidak ada di sampingnya, ia diam sambil mengusap perutnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Miko yang baru saja bangun tidur melihat jm yang sudah tidak ada di sampingnya, ia diam sambil mengusap perutnya. Tak lama kemudian terlihat jm yang berjalan dari kamar mandi menuju ke arahnya "pagi sayang" jm mengecup kening dan bibir miko

Miko mengalungkan tangannya di leher jm "ga ke kantor mas?"

Jm mengusap pelan rambut miko "ini mau ganti baju, mau ikut?"

Miko menggeleng pelan "ga mau, lama ga kira2"

"Kalo ga ada meeting bentar, kalo ada ya lumayan lama"

Miko menghembuskan napas nya "kenapa sayang" jm mendekatkan wajahnya pada miko sambil mengusap pipi miko

Miko yang masih mengalungkan tangannya di leher jm menggeleng pelan "mau makan" ucap miko

"Yaudah yuk sekalian aku sarapan" jm hendak berdiri tegak namun tangan miko makin kuat menghalanginya

"Gendong" miko dengan wajah polos bangun tidurnya

Jm terkekeh kecil, ia menggendong miko seperti koala sambil berjalan menuju dapur "wihh udah di siapin mbak ya" miko

Untuk sekarang mereka membutuhkan mbak di rumah, karena miko sudah makin besar perutnya. Mbak hanya setengah hari datang, kecuali malam untuk memasak makan malam habis itu mbak pasti pulang

"Mau duduk di mana?" Tanya jm, namun miko menolak untuk turun dari gendongan jm

"Ga mau turun"

Mau ga mau jm duduk sambil memangku miko yang masih mengalungkan tangannya di leher jm. Mereka makan satu piring berdua karena jm sambil menyuapu miko.

Setelah selesai makan jm membawa miko masuk ke dalam kamar, jm menurunkan miko di kasur "aku ke kantor dulu ya"

Miko mengangguk pelan sambil menghela berat napasnya "pulangnya beli melon ya"

Jm mengecup kening miko, ia melumat singkat bibir miko lalu mengelus sambil mengecup perut miko "daddy mu mau cari uang dulu ya, biar bisa bayar biaya kamu lahir nanti"

"Angsuran aja ga sih mas ntar pas lahiran"

"Boleh, angsuran yang 12 bulan ya"

Miko terkekeh sambil melambaikan tangannya ke arah jm yang sudah berjalan keluar kamar "makan, tidur doang hari ini

••

Miko yang bingung sendirian di rumah akhirnya memutuskan untuk memesan taksi online menuju rumah sakit, tadi ya ia mau naik mobil sendiri tapi takut di amuk suaminya.

Sesampainya di rumah sakit ia langsung bertemu keenan yang sedang berdiri di loby rumah sakit "mikooo" ucap keenan memeluk miko pelan

"Apaa"

"Maaf ya gua gabisa ke rumah lu, pusing pala gua ngurus pasien"

Miko tersenyum "iya gapapa, sorry juga ya kerjaan gua di tanggung sama lu hehe"

"Demi ponakan gua rela lahir batin" keenan membawa miko ke ruangannya

Di perjalanan menuju ruangan keenan mereka bertemu nevan "hai miko" sapa nevan

"Hai, sehat dok?"

"Sehat, kandungannya gimana? Ga kenapa2 kan?" Nevan

Miko mengangguk "aman kok dokter nevan"

"Syukur deh, kalo gitu duluan ya"

"Silahkan dok"

Keenan menyenggol bahu miko "keliatannya dokter nevan masih sedikit berharap sama lu mik"

"Hush gausah ngawur, yakali kan dia liat gua udah mau punya anak"

"Ya mana tau niat hati orang kan"

"Ga dulu makasih" miko

Keenan terkekeh "yaiya ga dulu, gua juga kalo dapat suami kayak laki lu gua tolak semua yang mau dekat gua haha"

"Ada, mau ga lo sama teman suami gua"

"Banyak ga temannya mik? Sesekali kenalin gua dong" keenan

Miko memicingkan matanya "ntar gua lahiran ada mereka"

Miko dan keenan asik mengobrol karena mereka sudah lumayan lama tidak bertemu, sampai akhirnya hp miko berdering "bentar ken"

"Di rumah sakit mas, naik taksi kok tadi"
"Iya mas, dadah"

Keenan menatap miko sambil senyum, miko menarik hidung keenan "kenapa lu? Kerasukan senyum2 begitu"

"Gua lagi ngebayangin kalo gua punya suami kayak laki lu terus gua di antar jemput kerja, terus tiap hari di kiss, di kasih semua yang gua mau"

Miko menggeleng "jangan kebanyakan menghayal, dulu bilangnya lebih enak sendiri"

"Itu dulu, sekarang gua jadi pengen"

"Kok gua curiga lu lebih penasaran gimana rasanya main kan?"

Keenan memicingkan matanya "iyakan ken? Jujur ga lu" miko

"Hehe, diam ah mik lagi enak ngayal nih"

"Jorok otak lu"

"Biarin, enak kan tapi? Lu mah enak udah ngerasain"

Miko hanya menggeleng, tak terasa mereka sudah hampir 2 jam bercerita. "Eh siapa tuh" keenan

Saat pintu terbuka terlihat jm yang menatap miko "tuh di jemput laki lu"

"Gua balik ya ken, ingat jangan ngayal yang jorok otak lu"

"Gapapa ngayal dulu aja, kenalin gua ya"

"Iya, dah ken"

Jm menggandeng pinggang miko berjalan keluar rumah sakit, dari jauh terlihat nevan yang melihat miko dan jm "gua emang telat mik, tapi ga ada larangan untuk gua yang masih pengen dapattin lu" ucap pelan nevan dari jauh.

"Pulang cepat ya mas?" Tanya miko yang sudah duduk di samping jm

Jm menyalakan mobilnya "iya sayang" jm menyempatkan untuk mengecup singkat bibir miko sebelum menjalankan mobilnya, ia mengusap perut miko "bawel ga tadi sayang?" Tanya jm sambil mengusap perut miko

"Ga dong, langsung pulang aja ya pinggang aku udah pegel banget"

Jm mengusap rambut miko "siap kak, ini sesuai titik kan?"

"Iya mas sesuai titid bukan titik" ucap miko

"Heh" jm mencubit pipi miko, miko terkekeh

Mereka langsung menuju pulang tanpa singgah lagi, bahkan titipan miko sebelumnya juga tidak di beli karena pinggang miko sudah pegal.

Mereka langsung menuju pulang tanpa singgah lagi, bahkan titipan miko sebelumnya juga tidak di beli karena pinggang miko sudah pegal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
My possessive husband - NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang