MPH- 18

32.6K 1.7K 107
                                        

Jm sedang pergi ke mansion, sedangkan miko tinggal di rumah karena lagi ga mood kemana2 "masih lama ga ya jm pulangnya" gumam miko membuka hp nya

Jm sedang pergi ke mansion, sedangkan miko tinggal di rumah karena lagi ga mood kemana2 "masih lama ga ya jm pulangnya" gumam miko membuka hp nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kue putu kue apaan cok" gumam jm

"Kenapa m? Siapa yang mau kue putu?"

"Miko, cari dimana?" Tanya jm

Langit menatap naka sambil memainkan alisnya sebelah "bos kecil cdf nih bau2 nya" ucap langit

"Wah wah" ucap anak2 cdf heboh "aman m sini biar kita yang cari, mau ikut ga?"

"Carikan lah kalian, nih duit nya"

Sekitar 5 orang anak cdf langsung pergi dengan motor, mereka yang sering kelayapan di jalan tentu tau di mana orang jual. Di tambah mereka lebih suka makan di pinggir jalan di banding di restaurant, hampir setiap hari juga mereka nongkrong di salah satu pom bensin

Sekitar 15 menit menunggu akhirnya anak cdf datang dengan senyuman bahagia "aman bos, ga sabar gua ngeliat bos kecil cdf cok" ucap fatqan memberikan kue putu tersebut pada jm

"Gua balik dulu, thanks ya" jm langsung bergegas pulang, sesampainya di rumah ia langsung di hampiri miko "mana kue nya" miko, jm memberikan kue tersebut

"Makasih sayang" miko mengecup kedua pipi jm lalu setelah itu berlari kecil ke arah kamar sambil menenteng plastik yang berisi kue tersebut

••

Jm yang baru saja selesai mandi menghampiri miko, ia langsung mengecup seluruh sisi wajah miko tanpa henti "basah" ucap miko menahan wajah jm agar berhenti mencium nya

"Ke dokter yuk" ajak jm merapikan rambut miko yang berantakan karena ulahnya, miko yang mendengar itu mengkerutkan keningnya

"Aku dokter"

"Dokter buat cek ini nih" ucap jm sambil mengelus perut miko, miko hanya diam menatap jm "yuk sekarang"

"Ga, orang ga bakalan isi kok ngapain di cek" jawab miko

Jm kembali mengecup kedua pipi miko "cek aja dulu, sekalian cek kesehatan kan kita dari luar negeri" bujuk jm agar miko mau

Sebenarnya ia juga penasaran karena beberapa hari rasanya apa yang dia mau harus di turuttin dan harus ada "kalo ga jadi? Kecewa kan?"

"Ga kecewa, yuk sekarang"

Miko berganti pakaian terlebih dahulu, mereka berangkat ke rumah sakit hanya berdua. Sesampainya di rumah sakit miko langsung di hampiri oleh beberapa perawat serta dokter "dokter miko, akhirnya udah lama ga keliatan" ucap salah satu perawat cewek

"Eh hai, sehat semuanya?" Miko

"Sehat dong, tuh dokter keenan kangen katanya"

"Mana dokter keenan nya?" Tanya miko

Jm langsung menaruh tangannya di pinggang miko "periksa dulu" bisik jm, miko mengangguk "sebentar ya lagi mau cek kesehatan" ucap miko

"Baik dok"

Miko dan jm berjalan menuju ruangan dokter, saat masuk ke dalam ruangan tersebut miko berusaha tenang "silahkan dokter miko" ucap dokter yang memeriksa

Dokter tersebut dengan pelan memeriksa kesehatan miko "aman van?" Tanya miko

Dokter yang bernama nevan tersebut mengangguk "aman" nevan membantu miko untuk duduk, sebenarnya sebelum miko nikah nevan adalah salah satu dokter yang menyukai miko namun sayangnya ia terlambat

"Makasih ya van" ucap miko, raut wajah jm berubah setelah melihat adegan tersebut, ia langsung menaruh tangannya di pingga miko berjalan keluar ruangan tersebut

"Ini yakin mau di cek?" Tanya miko

"Cek aja"

Sekarang waktunya berjalan menuju dokter kandungan, beberapa perawat yang melihat miko masuk ke ruangan dokter kandungan tersenyum, bahkan ada yang melompat kecil berbeda dengan dokter nevan yang tak sengaja keluar ruangan dan melihay miko masuk ke ruangan kandungan

Dokter cantik bernama ana tersebut tersenyum "spesial nih yang mau cek, silahkan dokter miko"

Miko hanya terkekeh "langsung di cek aja ya, saya tau kok tujuan dokter miko datang kesini"

"Pengen cek aja sih, belum yakin 100%"

Setelah selesai di cek, dokter ana duduk di kursi kerja nya "selamat ya, umur kandungannya sudah seminggu. Kesehatan nya harus lebih di jaga, pola makan juga, jangan kerjain yang berat2 dulu"

Miko yang mendengar itu rasanya bingung mau ngomong apa "ini beneran kn dok?"

"Bener dong, sekali lagi selamat ya dokter miko"

"Makasih ya dokter ana" miko rasanya mau teriak bahagia sekarang juga

Mereka langsung pulang ke rumah, di perjalan jm terus menggenggam tangan miko. Ia terus diam tanpa membuka suara satu patah kata pun, sesampainya di rumah miko yang sedang berdiri di depan cermin "kamu ga bahagia ya?" Ucap miko

Jm memeluk miko dari belakang, ia menyingkap ke atas baju miko lalu mengelus perut miko "senang banget, saking bahagia nya aku gatau harus ngomong apa? Harus gimana? Apapun yang kamu mau aku turuttin"

"Apapun?" Miko memutar badannya menghadap jm

"Apapun sayang"

"Aku mau kerja besok"

"Ga boleh kalo itu"

Miko menghembuskan nafas nya "kok ga boleh? Kan apapun"

"Selain itu"

"Mau hug sampai besok pagi"

Jm langsung menggendong miko, ia merebahkan miko di kasur lalu menarik miko ke dalam dekapannya "sampai tahun depan juga boleh sayang, mau apalagi?"

"Ga ada, aku bakalan gendut"

"Gendut comel" ucap jm menggigit pipi miko gemas

"Masih mau ga?"

"Jelas mau lah, cartier kemaren mau ga?"

"Mau, boleh kan?"

"Boleh sayang, beli sebebas kamu aja mau yang mana ga ada maksimal mya"

"Makasih sayang" miko mengecup bibir jm, ia langsung mengambil hp nya dan memesan sesuai yang di katakan jm ga ada kata maksimal nya.

Butuh satu yg kyk jm:)

My possessive husband - NominTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang