"Jangan mengambil keputusan saat kamu marah",
~kira~
"balik dulu ke rumah" ujar Rani dari balik telepon itu.
"Iya Mi nanti kira balik setelah mengajar anak-anak di sini" Kata kira, karena saat ini ia sedang mengajarkan anak-anak di pondok.
"pokoknya umi nggak mau tahu kamu harus cepat balik" ujar Rani.
"Iya ummiku tersayang" ujar kira dari telepon itu.
Setelah itu ia mematikan telepon tersebut dan melanjutkan mengajar. Tak disangka-sangka waktu berlalu begitu cepat waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 sore.
"sekarang aku harus pulang pasti Umi udah nungguin" ujarnya dengan nada cemas.
Sampai nya di rumah.
"Assalamualaikum Umi Abi Kira pulang" ujarnya sedikit berteriak.
"Waalaikumsalam Jangan teriak-teriak dong malu ada tamu di dalam"
Ujar Umi sambil menunjuk ke arah tamu.
"kira ke sini dulu" ujar Ilham mengisyaratkan agar kira duduk di sampingnya tetapi sebelum duduk ia sempat bersalaman dengan tamu dari kedua orang tuanya tersebut.
Tapi saat dia bersalaman Iya melihat seorang lelaki yang sebaya dengannya sedang bermain handphone tanpa peduli kehadirannya.
"jadi ada apa nggak biasa abi suruh kira buat pulang" ujarnya dengan keadaan bingung.
"Jadi Abi mau jodohin kira sama teman Abi dia juga beragama Islam lebih tepatnya mualaf" ujar Ilham.
"Tapi Abi kira bisa cari jodoh sendiri" ujar kira dengan lirih.
"Tapi ini buat kebaikan kamu" kali ini Rani yang menjawab.
"Ok fine kalo itu mau Abi sama ummi kira terima" ujar menunduk.
Terlihat senyuman dari Abi dan ummi dan tamu tersebut, kecuali kira dan Daren.
Ya lelaki tersebut adalah Daren Liew.
"Bagaimana kalo kita buat acara pernikahan nya Minggu depan" ucap Sarah ibu dari daren.
Mereka semua mengangguk kan kepala kecuali kira dan Daren
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
///Segini dulu ya guys jangan lupa vote
Vote....
Follow....
KAMU SEDANG MEMBACA
SUAMI PILIHAN ABI
RomansaSebelum baca follow dulu ya guys. Bagaimana ceritanya, seorang wanita pandai dalam ilmu agama di jodohkan dengan seorang pria yang sedikit mengetahui tentang agama. "Ingat kita ini di jodohkan jadi kamu jangan berharap lebih" ujar Daren. "Saya ingat...
