Tuan dan Pelayan 2

41.1K 550 8
                                        


Suara tawa dan gelak terdengar jelas di taman yang nampak hijau dan asri itu, suara kebahagiaan itu berasal dari seorang pria dewasa yang tengah asik mengejar anak laki-laki yang tidak berhenti untuk cekikikan. "Hahaha... Papa jangan kejar...."

"Ayo, Papa tangkap!"

"Hahahaha jangan...."

Tak jauh dari sana, seorang pria yang tengah hamil besar duduk di bangku taman. Senyum pria itu nampak begitu manis dan penuh kebahagiaan saat melihat dua orang pria yang ia cintai tengah bermain bersama.

Dug!

"Awhhh...." ringgis Vino saat bayi dalam kandungannya menendang begitu kuat, membuatnya merasa nyeri. Pria itu lalu terkekeh gemas dan mengusap perut besarnya. "Adek mau ikutan main sama Kakak dan Papa ya? Tunggu udah lahir dan gede dulu heheh...." cengir Vino yang tidak sadar bahwa Arsyad dan Nanda sedang berjalan untuk menghampirinya.

"Kenapa sayang? Adek nendang lagi?" tanya Arsyad langsung berjongkok di depan perut Vino. Pria itu merasa sangat gemas dan tak tahan untuk mencium perut suaminya.

"Iya, adek katanya mau ikutan main, Mas!" balas Vino mengusap rambut suaminya.

"Adek mau ikutan main? Wah seru!" girang Nanda yang ikut-ikutan berdiri di depan perut ayahnya. "Eh, tapikan adek belum lahir? Jadi gimana mau mainnya?" sambung pria itu dengan wajah bingung yang nampak lucu.

"Adiknya tunggu lahir dulu baru bisa diajak main, Kak," jawab Arsyad sambil mengangkat tubuh gempal Vino ke salah satu bangku dan didudkan di pangkuannya. Dua orang lelaki itu segera berbagi cemilan dan jus buah yang ada di atas meja untuk menghilangkan dahaga dan rasa lapar mereka.

Vino yang melihat interaksi keduanya tidak bisa menahan rasa bahagia, mungkin tidak ada kata yang bisa mengungkapkan kata syukurannya. Padahal satu bulan yang lalu, nyawa Vino dan buah hatinya hampir melayang karena ulah Angel.

Lelaki itu tidak tahu persis apa yang terjadi di rumah karena saat itu ia masih berada dalam perawatan Rumah Sakit, hampir lima hari. Namun yang jelas ketika Vino pulang ke rumah, sosok Angel sudah tidak ada dan pelayan-pelayan yang sering berperilaku buruk dengan Vino juga sudah menghilang.

Berselang satu minggu kemudian, Arsyad mengatakan bahwa ia sudah bercerai dengan Angel dan akan menikahi Vino yang sangat membuat pria hamil itu terkejut. Awalnya pernikahan itu ingin sangat megah, sampai menyewa satu hotel untuk pernikahan mereka namun Vino yang merasa tidak percaya diri dengan tubuhnya yang menggemuk, membuatnya memilih pernikahan sederhana.

Sekarang keluarga kecil mereka sudah penuh dengan kebahagian.

"Udah mau sore, ayo masuk ke dalam rumah," ajak Arsyad menurunkan Nanda yang langsung berlari, bocah itu sedang menunggu kartun favoritnya.

"Mau dibantu nggak tuan putri?" tanya Arsyad sambil menjulurkan tangannya ke arah Vino yang sekarang tergelak malu. "Tuan putri gemuk, iya," sahutnya sambil menerima tangan sang suami.

Lengan kekar milik Arsyad langsung melingkar posesif di pinggang berisi Vino saat mereka kembali ke dalam rumah.

"Ughh...." ringis Vino yang merasa perutnya terasa sedikit kram dan begah. Rasanya untuk bernafas pun begitu sulit dan tubuhnya sangat berat.

"Kontraksi palsu lagi?" tanya Arsyad mengusap-usap punggung suaminya ketika mereka sudah sampai di kamar milik Vino dan Arsyad, kamar baru yang lebih megah dan indah.

"Iya, Mas," angguk Vino sambil memejamkan kelopak matanya.

"Mau mandi bersama pake air hangat?" tanya Arsyad yang memeluk Vino dari belakang. Pria itu memberikan ciuman-ciuman kecil di leher pria hamil itu membuatnya melenguh pelan.

Mpreg StoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang