26

1.9K 102 3
                                        

"A-ada apa?!"

"Ayo ke kamarku"

Bagai disambar pentir, tiba tiba Jaemin mengajakk Renjun kekamarnya. Tubuh Renjun menegang, ia mulai berpikiran yang aneh aneh.

"Untuk apa?!" Jaemin meraih pergelangan tangan Renjun dan menariknya.

"J-Jaemin..!!!"

Terus menarik tangan si mungil sampai didepan pintu kamar Jaemin, Jeno yang kebetulan akan keluar dari kamarnya sendiri tak sengaja melihat adegan tadi, dan membuatnya kembali masuk.

Setelah masuk, tubuh Renjun diangkat dan bawa keatas kasur lalu Jaemin membendungnya. Jantung Renjun semakin berdebar, pikiran Renjun berlarian kesana kemari.

"Ayo kita lanjutkan yang tadi siang"

Renjun terpaku, dan Jaemin mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Renjun. Nafas hangat mulai menerpa wajah Renjun baju Jaemin dicengkram kuat oleh Renjun.

Wajah Jaemin semakin dekat dan Renjun mulai memjamkan matanya, hingga pada akhirnya bibir Jaemin menempel di bibir Renjun.

Jaemin mulai menggerakkan bibirnya, melumati bibir si mungil dan disesapi juga. Renjun menikmati ciumanya dengan Jaemin, suhu tubuhnya mulai naik saat Jaemin memperdalam ciuman nya.

"Hhmmmpphhh...." -Renjun

Jaemin melepas pagutanya, satu tangan Jaemin terulur menyentuh dagu Renjun lalu ditarik perlahan kebawah membuat mulut Renjun terbuka. Kemudian Jaemin memasukkan lidahnya dan melilit lidah Renjun.

Saling melilitkan lidah membuat saliva milik Renjun mengalir keluar. Jaemin melihatnya, dan menjilat saliva Renjun lalu kembali keciuman hangat mereka.

Kedua tangan Renjun berpindah dan mengalungkan kedua tanganya ke leher Jaemin, meremas kuat rambut belakangnya demi menyalurkan kenikmatannya.

"Hhhmmmppphhh... "

Beberapa menit sudah mereka berciuman, Jaemin memutuskan pagutan mereka menghirup oksigen yang sudah terkuras. Renjun menatap Jaemin dengan tatapan sayu, sedangkan Jaemin menatap Renjun dengan tatapan tajam.

"Sekarang kau sudah puas?"

Pertanyaan yang tiba tiba Jaemin lontarkan, membuat tubuh Renjun membeku "segera lupakan perasaanmu padaku, jangan lukai perasaanmu sendiri"

"Jika kau terus menyukaiku, yang ada aku akan terus melukaimu. Atau bahkan bisa saja aku mempermainkan perasaan mu seperti sekarang ini"

"Jangan pernah lagi melihat kearahku, atau bahkan melirik kearahku karena itu menjijikan"

Jaemin bangkit dari posisinya, berjalan menuju pintu kamarnya dan membukanya. Sebelum benar benar pergi, Jaemin sempat menoleh kebelakang melihat Renjun yang sudah duduk dikasurnya.

"Bahkan perasaanmu kepadaku, itu sangat mengerikan dan menjijikan dimataku. Seperti sampah yang dibiarkan bertahun tahun menumpuk"

Setelah itu, Jaemin benar benar pergi meninggalkan Renjun dikamarnya. Membiarkan si pria mungil terdiam dan mungkin akan menangis, Jaemin tak memperdulikan nya. Ia hanya akan fokus pada tujuan utamanya yaitu memiliki Jaehyun kakaknya.


Renjun terdiam dikamar Jaemin, air mata mulai mengalir membasahi pipinya. Setiap ucapan yang Jaemin lontarkan benar benar menyakiti perasaanya.

Namun, meski begitu entah kenapa perasaan Renjun terhadap Jaemin semakin menjadi jadi padahal baru saja Jaemin menolaknya mentah mentah, bahkan menghina perasaanya.

Renjun memukuli dadanya, berharap sakit yang melukai perasaanya berkurang. Renjun sudah tahu sejak awal Jaemin tidak akan pernah menyukainya dan akan menolaknya. Renjun juga ingin menghilangkan perasaanya terhadap Jaemin, tapi tidak bisa.

Our Hyung (End)✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang