44

1.1K 65 1
                                        

Keseharian Jeno dan Jaehyun telah mereka habiskan bersama, bersenang senang di taman. Jalan jalan sambil bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih, bersenda gurau bersama dan akhirnya pulang pada malam hari.

Sesampainya mereka di rumah, mereka langsunh mendapati Jaemin yang sedang menyantap habis cemilan pemberian Jaehyun di ruang makan. Cemilan dengan rasa strawberry yang pernah Jaemin inginkan, kini sudah habis di makannya.

"J-Jaemin, kau menghabiskan ini semua?" tanya Jaehyun dengan tatapan herannya.

"Tentu saja! Karena aku menginginkan nya!" jawabnya.

"T-tapi Ja-Jaemin-"

"Jaehyun, biarkan saja dia. Kau istirahat lah dikamar" sahut Jeno yang memotong pembicaraan Jaehyun.

Jaehyun dengan ragu menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kamar menyisakan Jeno dengan kembarannya.



"Apa kau sudah merubah pola pikirmu?"

"Sedang ku usahakan"

Jeno menghela panjang nafasnya, merasa tak habis pikir dengan kembarannya "cepatlah! kau tak ingin Jaehyun terus terusan bersamaku kan?"

"Tck! Sudah kubilang sedang ku usahakan! " Jaemin menatap kembarannya dengan tatapan kesal, lalu melirik kearah paper bag yang di bawa Jeno.

"Apa yang kau bawa itu?"

Jeno mengangkat paper bag nya "ini? Ini ponsel untuk Jaehyun"

"Kau membelikannya ponsel?! Bagaimana nanti kalau dia berhubungan dengan orang lain?!"

"Diam kau!"

Jaemin terdiam saat Jeno meninggikan suaranya "aku tahu itu, maka dari itu aku akan memasang penyadap di ponsel ini, pelacak, dan pendeteksi pesan masuk agar kita bisa tahu semua yang berhubungan dengan Jaehyun dan apa saja yang dia lakukan saat dia tidak bersama kita!" jelas Jeno.

Jeno dan Jaemin sama sama memiliki sifat protektif kepada Jaehyun. Sifat itu menurun dari ayah mereka yang juga protektif kepada ibu mereka. Pernah si kembar ingin bermanja ria dengan Boa, tapi tiba tiba Yunho ayah mereka menarik telinga mereka berdua menjauh dari sang ibu dan merebutnya, membawa masuk sang istri ke kamar.

"Sudahlah, kau habiskan saja makan mu. Aku akan mengerjakan ponsel ini di kamarku"

"Jajanannya sudah habis! Kau tak membawakan ku? Aku lapar, aku mau makan pasta, daging panggang, dan aku ingin makan yang pedas pedas juga. Ah! Aku juga ingin mela-"

Jeno menjauhi kembarannya saat Jaemin mengatakan apa yang dia inginkan sembari berjalan mendekati dengan mata yang berbinar itu "kau jangan mendekatiku! Kalau kau mau beli saja sendiri!"

Jaemin kembali mendekati Jeno, menempel kembarannya dan menggelantung ke lengan kekar Jeno "aku tidak mau~ aku mau kau yang membelikannya untukku~" ucapnya dengan suara manja yang malah terdengar menjijikan di telinga Jeno.

"Sialan!" Jeno mendorong jauh tubuh Jaemin, lalu bergegas berjalan menuju kamarnya agar tak mendengar suara manja Jaemin lagi yang begitu menggelikan.

"Jung Jeno! Kau mau kemana?! Belikan dulu aku makanan!!!"

"PESAN SAJA SENDIRI!! AKU TIDAK MAU!!!" Seru Jeno yang sudah menaiki tangga lalu masuk kedalam kamarnya.

"Cih! Menyebalkan!" gerutu Jaemin sembari mengeluarkan ponselnya untuk memesan makanan. Setelah memesan, Jaemin sempat melirik kearah pintu kamar Jaehyun dengan tatapan sendu nya "kalau aku nekat masuk ke sana, Jeno pasti akan membunuhku" monolog nya lalu menyusul kembaran menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya sendiri.

Our Hyung (End)✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang