32

1.5K 93 8
                                        

Pagi hari yang cerah di SMA XXX, tempat dimana semua murid menjalankan aktivitas monoton mereka. Meski tak begitu terlalu monoton. Si kembar akhirnya kembali duduk bersama dibangku mereka, begitu pula si mungil.

Semenjak kejadian kemarin, Renjun benar benar tidak akan lagi berurusan dengan si kembar, terutama dengan Jaemin. Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk melupakan perasaannya terhadap si bungsu Jung itu.

Tak peduli jika nantinya Jaemin meminta bantuan atau mulai mengganggu hidupnya lagi, Renjun tidak akan lagi peduli dan menanggapinya.

Saat semua murid sibuk dengan kegiatan mereka masing masing, seorang walikelas masuk kedalam kelas untuk memberikan apel pagi seperti hari hari sebelumnya.

Seluruh siswa memberi penghormatan kepada sang guru, dengan begitu apel pagi pada hari ini dimulai.

"Baiklah semua. Pada apel pagi kali ini, pak guru akan memperkenalkan murid baru kepada kalian"

Guru itu menatap kearah luar, dan mulai memberi instruktur pada murid baru itu untuk masuk kedalam kelas. Semua pandang isi kelas tertuju pada murid yang tak kalah tampan dengan si kembar.

Memiliki proporsi tubuh yang ideal, wajah yang tampan dan manis menjadi satu, juga kulit tan yang sangat cocok dengan dirinya.

Disaat semua mata tertuju padanya, pandangan murid baru itu hanya tertuju pada satu orang. Yaitu Renjun. Sejak pertamakali ia masuk kedalam kelas, atensinya sudah terlebih dahulu tertuju pada pria mungil itu.

Sedikit menyunggingkan senyuman, ia berikan kepada Renjun meski yang dituju hanya menaikkan alis dan sedikit memiringkan kepalanya yang artinya tak mengerti maksud dari senyuman si murid baru.

"Silahkan, perkenalkan dirimu"

"Hai semuanya, perkenalkan namaku Lee Haechan"

Haechan, itulah nama si murid baru itu.

"Lee Haechan, kau bisa duduk disebelah Kim Renjun"

Haechan mengangguk, dan berjalan menuju bangku kosong yang telah ditunjukkan untuk dirinya. Duduk bersebelahan dengan Kim Renjun, Haechan mencoba untuk menyapanya terlebih dahulu.

"Hai, siapa namamu?"

"Pak guru tadi sudah menyebutkan namaku, bukan?"

Semakin menarik. Haechan semakin dibuat tertarik pada Renjun yang sok jual mahal kepadanya "hahaha... Kau sungguh menarik. Kau harus menjadi kekasihku"

Renjun meleparkan tatapan sinisnya. Bisa bisanya baru pertama kali bertemu, si murid baru bernama Haechan itu sudah berani meminta Renjun untuk menjadi kekasihnya. Disaat Renjun dan Haechan sedang berkenalan, mereka tak tahu jika ada yang menatap mereka dengan tatapan tidak suka.

"Lee Haechan"






Pagi hari yang cerah juga di tempat lain, yaitu di Universitas XXXX tempat Jaehyun menempuh pendidikan sarjananya. Jaehyun tetap nekat untuk pergi kuliah meski si kembar sempat melarangnya karena Jaehyun sedang mengandung.

Usia kandungan Jaehyun masih terbilang muda, jadi Jaehyun rasa tidak akan terjadi apa apa nantinya jika ia memaksakan diri untuk pergi kuliah. Kakak mereka terus merengek dengan wajah imutnya, membuat si kembar harus dengan terpaksa memperbolehkannya.

Siapa yang akan tahan dengan keimutan seorang Jung Jaehyun? Jika ada, berarti dia sudah tidak waras.

Sesampainya Jaehyun dikampus, yang mau tak mau ia harus bertemu dengan Seulgi. Harus dengan cara apa lagi agar bisa menjauhi kekasih nya ini, tak ingin ancaman adiknya benar benar terjadi jika Jaehyun berdekatan dengan Seulgi. Terlebih, ia sudah tidak lagi pantas menjadi laki laki yang baik untuk gadisnya.

Our Hyung (End)✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang