71

488 28 0
                                        

"Nyaahhh ... Jenohhh ... Jaeminnhhhh ..."

Kasur yang bergoyang perlahan, diiringi desahan dan napas yang semakin berat dan suasana yang dipenuhi ketegangan, menciptakan atmosfer yang pekat dan tak terbantahkan. Jaehyun kini benar benar terjebak dalam kungkungan si kembar, setiap gerakan mereka yang tegas seolah menuntutnya untuk menyerah lebih dalam.

"Ngghhh ... ahhh ..." desahannya lolos, meski ia berusaha mempertahankan kendali dirinya.

Jaemin menatap dari atas dengan sorot mata penuh kepuasan, jaringa mengusap lembut sepanjang rahang Jaehyun, membuat pria itu menegang. Dengan suara rendah yang terasa lebih seperti pujian yang menjngkat, ia berbisik, "Kau indah, Jaehyun."

Jaehyun hanya mampu merespon dengan gumaman pelan, "Hmmhhh ..." suara itu menggetarkan ruang di antara mereka.

Sementara itu, Jeno menyeringai di sisi lain, sorot matanya dingin namun dalam. Ibu jarinya bergerak perlahan di sepanjang tulang selangka Jaehyun, sentuhannya penuh makna. Jeno mendekatkan bibirnya ke telinga Jaehyun dan membisikkan kata kata yang membuat tubuh si Valentine semakin menegang, "Kau milik kami, Jaehyun."

Jaehyun memejamkan mata, mencoba menenangkan degup jantungnya yang berdebar kencang. Ketegangan, dan emosi yang berputar dalam dadanya bercampur menjadi satu. Di dalam genggaman mereka, Jaehyun benar benar telah kehilangan batas antara diringa dan si kembar.

Kedua kejantanan si kembar yang telah lama ia rindukan, kini telah kembali mengoyak lubangnya yang semakin basah dan becek. Dan sekarang, Jaehyun benar benar telah terbuai dalam dekapan kedua adik kembarnya, Jeno dan Jaemin.

"Aku milik kaliannhhh ... hanya aku yang boleh memiliki kalian ... Jeno ... Jaemin ... aku mencintai kalian ..." suara Jaehyun lirih, namun penuh keyakinan di antara napas yang masih memburu.

Jaemin dan Jeno saling bertukar pandang, sebuah isyarat yang hanya bisa dimengerti oleh mereka berdua. Kemenangan terasa begitu manis ketika melihat Jaehyun sepenuhnya menyerahkan dirinya, tanpa lagi menyisakan perlawanan.

Jeno menyeringai, menundukkan wajahnha hingga tepat di depan wajah Jaehyun, matanya menelusuri detail ekspresi yang kini terbuka dan rapuh di hadapannya. "Kau mencintai kami, lebih dari apapun?" Suaranya terdengar tenang, namun dalamnya sarat akan kepemilikkan.

Jaehyun mengangguk, "Iyaahhh ..."

Jaemin tersenyum lebut, namun ada bara yang tersembunyi di balik tatapannya. Ia mendekat, menelusuri pipi Jaehyun dengan jemarinya, lalu berbisik, "Lebih dari sekedar saudara kandung?"

Jaehyun menoleh, matanya yang setengah terbuka itu menatap lekat obsidan gelap milik Jaemin. "Iyahhh ... lebih dari sekedar saudara kandung ..."

Mendengar jawaban itu, Jaemin langsung menyambar bibir Jaehyun yang sudah membengkak, penuh keinginan yang tak labi bisa di tahan. Tak mau kalah, Jeno pun ikut merebut sisi lain bibir Jaehyun, hingga mereka bertiga terjebak dalam ciuman yang panas dan intens.

"Hhmmmhhhh ..."

Ketiganya salinga memagut, bibir mereka saling bergantian mencicipidan menguasai, napas yang tersisa seolah habistertelan dalam ciuman yang begitu dalam. Saliva mereka bercampur, menambah hangat suasana, hingga ketika mereka kahirnya melepaskan diri sejenak, benang kristal bening menghubungkan mereka, menandakan betapa rapaf dan dalamnha tautan yang baru saja terjalin.

"Mmhhmmuaahhh .. hahh ... hahhh ..."

Jaemin menatap Jaehyun dengan sorot mata penuh gairah yang dipenuhi rasa memiliki, lalu berkata pelan, "Tidak ada yang lain, hanya kami yang kau cintai. Hanya kami yang boleh membuatmu seperti ini."

Our Hyung (End)✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang