31

1.5K 81 1
                                        

Semua barang barangnya sudah terkemas, tinggal waktunya Doyoung dan Renjun untuk berpamitan kepada Jaehyun. Bukanya Doyoung menjauhi Jaehyun hanya karena ia tengah hamil, melainkan ia ingin menjauhkan adiknya dari kekejaman Jaemin.

Tak tega adik tercintanya dikatai seperti itu, itulah mengapa Doyoung memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Doyoung akan tetap membantu sahabatnya sebisa mungkin, tapi tidak akan melibatkan adiknya lagi.

Diketuk nya pintu berkayu dengan cat warna putih yang menyeluruh dan terbukalah pintu itu dari dalam. Jaeminlah yang membuka pintu kamar kakaknya, meleparkan tatapan tajamnya kepada Jaemin dan melaluinya untuk mendekati Jaehyun.

"Doyoung, ada apa?" Tanya Jaehyun sambil merubah posisinya menjadi duduk.

"Aku akan kembali pulang"

Jaehyun terdiam mendengar Doyoung yang pamit untuk pulang, sebenarnya Jaehyun ingin Doyoung menginap dirumahnya lebih lama lagi tapi, Doyoung pasti punya alasan lain. Entah itu alasan privasi, atau alasan yang menyangkut dirinya tengah hamil.

Dengan berat hati, Jaehyun menganggukkan kepalanya dengan kepala yang ditundukkan "baiklah kalau begitu, aku juga tidak bisa memaksamu untuk menginap lebih lama" Jaehyun mendongakkan kepalanya dan memberikan senyuman manis hingga dimplenya muncul ke permukaan.

"Berhati hatilah saat pulang, maaf tidak bisa mengantarmu karena tubuhku begitu lemas"

Doyoung mengepalkan kedua tangannya, melihat wajah sahabatnya yang tersenyum dengan wajah pucat itu. Tak tega pergi meninggalkan Jaehyun dengan kondisi seperti ini, tapi ia lebih tidak tega lagi jika adiknya terus terusan disakiti oleh Jaemin.

"Kalau begitu, aku pergi"

Doyoung berbalik arah yang lagi lagi harus bersitatap dengan Jaemin, ingin sekali Doyoung melemparkan tinjuannya kepada Jaemin jika saja ia lupa kalau dia masih berada dikamar Jaehyun.

Doyoung mendekati Jaemin mendekatkan wajahnya ke telinga adik sahabatnya "akan kubalas perbuatanmu terhadap adikku. Aku tahu semua yang kau lakukan padanya, juga pada kakakmu, Jaehyun..!!!"

Iya, Doyoung mengetahui perbuatan bejat kedua adiknya karena Renjun menceritakan semua yang ia ketahui dirumah Jung. Sudah terlalu sakit hatinya mendapatkan perkataan yang kejam dari Jaemin, Renjun memutuskan untuk menceritakan semuanya. Apa yang ia alami, dan apa yang ia dengar.

Awalnya Doyoung tak percaya dengan apa yang ia dengar dari adiknya, tapi setelah ia berpikir lagi, dan mulai menduga akhirnya Doyoung mempercayai cerita adiknya.

Tak takut dengan acaman Doyoung, justru Jaemin menyunggingkan satu sudut bibirnya, dan menatap remeh sahabat kakaknya ini "silahkan, akan ku tunggu pembalasanmu"

Medengar respon dari Jaemin, Doyoung semakin kesal kepadanya karena bukanya takut, ada sedikit bergetar Jaemin dengan entengnya mengatakan akan menunggu pembalasannya.

Setelah itu, Doyoung benar benar pergi dari sana, kembali menuju kamar tamu lalu melenggang keluar bersama adiknya dan barang barangny meninggalka kediaman Jung.

Pintu kamar, yang terbuka hendak Jaemin tutup lagi tapi disana diambang pintu berdirila seorang Jung Jeno dengan wajah depresinya. Masuk begitu saja, melewati kembarannya dan mendekat bahkan sampai bertekuk lutut dihadapan Jaehyun.

Panik karena tiba tiba Jeno menekuk lututnya dihadapan dirinya, Jaehyun melayangkan tatapan tanya kepada Jaemin, tapi orang yang ditatap malah memalingkan wajahnya.

"J-Jeno?"

"Maafkan aku, maaf telah melukaimu. Aku sungguh tak bermaksud begitu... Maaf..."

Tanga Jaehyun terulur untuk mengusap lembut surai adiknya "tidak apa apa Jeno, ini hanya luka kecil"

Dirasa maafnya telah diterima, Jeno langsung memeluk pinggang kakaknya dan mulai menangis. Tangisan Jeno membuatnya teringat betapa cengeng nya adiknya ini waktu kecil dulu, jika tidak dituruti keinginannya Jeno akan menangis, jika ditinggal sebentar ke toilet, Jenopun juga akan menangis. Mudah bagi Jeno dulu untuk menangis, sekarang Jeno sudah besarpun ternyata masih bisa menangis.

Jaehyun mengusap punggung adiknya dengan begitu lembut dan penuh akan kasih sayang. Jujur hal itu membuat Jaemin iri, ia juga ingin memeluk, bahkan diusap usap punggungnya oleh Jaehyun.

Jaeminpun akhirnya memilih naik kekasur kakaknya, duduk dibelakang dan memeluk Jaehyun dari belakang. Jaemin menyandarkan kepalanya dipundak Jaehyun, sambil menghirup aroma tubuh kakaknya yang begitu wangi.




Beberapa menit sudah Jeno menyelesaikan acara menangisnya, kini ia hanya ingin memeluk kakaknya saja. Begitupun dengan Jaemin, hari ini si kembar hanya ingin berpelukan manja dengan kakaknya. Sampai akhirnya, Jaemin memutuskan untuk membuka suara.

"Kak Jaehyun"

"Hm?"

"Kakak tahu kan, aku paling membenci makanan atau minuman yang mengandung rasa strawberry?"

"Iya, kenapa?"

"Entah kenapa, tiba tiba aku ingin makan dan minum itu semua"

Mendengar keinginan adik bungsunya yang tiba tiba ingin memakan sesuatu dengan rasa strawberry didalamnya, membuat Jaehyun menolehkan kepalanya kebelakang, dan Jeno mendongak dengan tatapan tak percaya.







Mari kita berpindah ke kediaman Kim. Kedua kakak adik bermarga Kim itu akhirnya telah sampai ke rumah mereka, dan saat ini mereka sudah berada diruang tengah untuk mengistirahatkan sebentar tubuh mereka.

"Renjun, mau kubuatkan minuman?" Tawar Doyoung, dan Renjun mengangguk. Doyoung segera pergi kedapur dan membuat minuman untuk dirinya juga adiknya.

Setelah ditinggal kakaknya, Renjun menatap langit langit atap rumahnya mengingat kembali semua perkataan yang Jaemin tujukan padanya. Renjun tak lagi menangis, air matanya sudah mengering, ia benar benar melupakan perasaannya terhadap Jaemin. Tak ingin lagi berurusan dengan si kembar yang menyebalkan itu.

"Padahal aku tidak berniat menggoda Jeno. Lagipula, Jeno yang memaksa ciuman itu..!! Dasar Jung Jaemin, menyebalkan..!" gumam Renjun.

Saat Renjun asyik bergumam, Doyoung sudah tiba dengan dua gelas yang digenggaman nya, menyerahkan gelas satunya untuk Renjun yang langsung diterima dan ditenggak sampai habis.

"Pelan pelan kalau minum, tidak akan ada yang memintanya"

"Ah.. " desah Renjun, setelah menghabiskan minumannya "lihat saja kau Jung Jaemin, akan ku buat kau menyesali perbuatanmu karena sudah mengataiku..!!!" Setelah itu, dengan penuh langkah kesal, Renjun masuk kekamar nya dengan barang barang bawaannya.

Renjun memang terlihat kesal, tapi itu terlihat lucu dimata sang kakak yang membuatnya tersenyum gemas. Renjun terlalu imut untuk disakiti, Doyoung bersumpah pada dirinya bagi siapa saja yang berani menyakiti adiknya akan berurusan dengannya langsung.

"Akan kudukung kau Renjun. Semangat, adikku..!!"







"Mulai besok, kau akan bersekolah disini..!!! Jangan lagi, kau berbuat onar. Ayah sudah lelah dengan tingkahmu yang membuat ayah berkali kali dipanggil oleh pihak sekolah"

"Kau tak harus pintar, cukup jadi murid yang baik dan lulus tanpa ada jejak permasalahan..!!"

"Kau mengerti.?!"

"Aku mengerti, ayah"

Our Hyung (End)✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang