Sesampainya Jaehyun dirumah, Jaemin dan Jeno yang menunggu kedatangan Jaehyun, mendekati kakaknya "kak Jaehyun, jadi main bersamakan?" Jaemin menanyakan kepasrian kepada kakaknya "jadi" jawab Jaehyun.
"Kakak akan bersih bersih dulu" ucap Jaehyun yang langsung diangguki oleh kedua adik kembarnya. Jaemin dan Jeno mempersiapkan permainannya dikamar Jeno. Karena hanya Jeno yang mempunyai permainannya.
Sesampainya dikamar Jeno "jadi, kita akan main apa?" tanya Jeno. Jaemin berjalan mendekati televisi Jeno. Dibawah televisi yang terpajang di dinding, terdapat lemari kecil, Jaemin jongkok dan membuka pintu kecil itu "kita bisa main ini"
"Memangnya kau bisa main itu?" tanya Jeno lagi "tck, ini sama seperti versi sebelumnyakan?" ucap Jaemin dengan mengeluarkan peralatan main milik Jeno. Ditekannya power on/off hingga lampu berwarna putih menyala, tak lupa Jaemin juga menyalakan televisinya yang langsung tersambung pada alat main Jeno.
"Nah~ disini ada game apa saja?" tanya Jaemin sambil mencari cari game yang menurutnya seru. Jeno hanya memperhatikan kembarannya mengotak atik permainannya sambil duduk dikursi belajarnya.
Berselang beberapa menit, Jaehyun yang telah selesai dengan dirinya datang kekamar Jeno. Mengetuk pintu kamar dan membukanya "kita akan bermain disini?" tanyanya.
"Iya, karena hanya Jeno yang punya mainannya" jawab Jaemin sambil menunjuk mainan yang dimaksud. Jaehyun mendekat untuk melihat lebih jelas mainan apa yang dimaksud "kita akan bermain PS?"
"Iya, dan ini PS5. Ini permainan baru!" ucap Jaemin dengan girangnya, dan menarik tangan Jaehyun untuk duduk disampingnya "lihat kak, disini banyak sekali gamenya. Karena aku bingung, jadi kakak saja yang memilih" Jaemin menyerahkan remote cotrolnya ke Jaehyun.
Jaehyun menerima remote itu dan memilih permainan yang ada dilayar "ini banyak sekali. Jeno, kau biasanya main apa?" karena Jaehyun juga kebingungan, ia menanyakan pendapat nya kepada Jeno, si pemilik PS5.
"Yah~aku sudah memainkan semua game disini, dan semua itu seru menurutku" Jeno berjalan mendekat dan duduk disamping Jaehyun "karena kalian baru pertama memainkan ini, coba saja Assetto Corsa Competizione. Itu game balapan mobil" imbuh Jeno.
Jaemin yang mendengar kata 'balapan' ia menjentikkan jarinya, terlintas sebuah ide dalam otaknya "kalau begitu, kita main itu saja! Kita taruhan, siapa yang kalah harus menuruti yang menang. Bagaimana?"
"Kalian saja yang bermain, aku sudah bosan." ucap Jeno Jaemin langsung mendatarkan wajahnya setelah mendengar Jeno tak mau ikut "ayolah, kau bisa menjadi penentu pemenang utamanya. Yang pertama main aku dan kak Jaehyun, dan jika dianatara kita ada yang menang, maka dia akan menjadi lawanmu" usul Jaemin.
Jaehyun sebagai kakak tertua hanya mengangguk, jujur ia tak begitu mengerti soal game "bagaimana kak?" tanya Jaemin "kakak setuju setuju saja. Kan yang mengajak bermain kau, Jaemin" Jaemin mengembangkan senyumannya dan berganti menatap kembarannya "baiklah baiklah. Yang kalah harus menuruti semua keinginan yang menang" ucap Jeno, menjelaskan kembali perjanjian mainnya. Dan permainanpun dimulai.
Disaat itu, Yunho dan Boa kembali dari pekerjaan mereka. Kedua pasangan suami istri itu disambut hangat oleh para ART yang bekerja disana. Membungkuk sedalam 90 derajata sebagai kehormatan mereka untuk tuan rumah. Langkah demi langkah mereka memsaku kediaman mereka, hingga terdengar suara gaduh dari lantai atas "bibi, ada kegaduhan apa diatas?" tanya Yunho.
"Itu karena tuan muda Jaehyun, tuan muda Jeno, dan tuan muda Jaemin, sedang bermain bersama dikamar tuan muda Jeno" jawab ART dengan pendangan menunduk. Yunho sebagai kepala keluarga hanya mengangguk sebagai responnya lalu kembali kemarnya bersama istrinya, Boa.
"Jadi, bagaimana?" tanya Jaehyun. Si kembar Jeno dan, Jaemin memandang layar televisi yang sedang menampilakan sebuah game yang mereka mainkan "kita sudah bermain ini sebanyak 4 kali, dan hasilnya tetap sama. Kakak yang menang"
Jeno dan Jaemin tak percaya mereka dikalahkan. Pasalnya Jeno selalu bermain game setiap waktu, dan Jaemin, ia akan main game jika ingin, sedangkan Jaehyun. Jaehyun sama sekali tidak pernah bermain game sama sekali seumur hidupnya.
Jaehyun dididik untuk selalu belajar. Tak pernah dikenalkan oleh kedua orang tuanya untuk bermain game. Jika Jaehyun jenuh dan bosan, Jaehyun lebih memilih mendengarkan musik sambil berjalan jalan ditaman dibanding bermain game. Bisa dibilang, kehidupan Jaehyun sangatlah klasik.
"Kalian harus menuruti keinginan kakak, bukan. Sesuai perjanjian tadi" Jeno dan Jaemin hanya bisa menghela nafas pasrah. Mereka sudah berulang kali melakukannya, tapi hasilnya tetap Jaehyun yang menang. Hanya sekali penjelasan yang Jeno berikan, bisa membuat Jaehyun langsung menang.
Si kembar menunduk pasrah, semua anggota tubuh menjadi lemas "baiklah, kakak yang menang. Jadi kakak ingin apa dari kita?" tanya Jenk dengan nada pasrah juga kecewanya. Jaehyun mengembangkan senyuman dimplenya. "Karena kakak yang menang, dan kalian harus menuruti keinginan kakak, kalian harus-"
Jeno dan Jaemin memperhatikan dengan seksama setiap kata yang Jaehyun lontarkan hingga Drrt... Drrt... Drrt... Ponsel Jaehyun yang ada disaku celananya bergetar, membuat Jaehyun memotong pembicaraannya. Jaehyun mengeluarkan ponselnya dan terlihat sebuah notifikasi pesan masuk dari kekasihnya.
"Kita lanjutkan nanti, kakak ada urusan" ucap Jaehyun sembarj terburu buru untuk pergi. Namun, dengan cepat Jeno menahan lengan kakaknya "kakak akan pergi kemana?" tanyanya.
"Kakak ada janji kencan dengan kekasih kakak" mendengar jawaban dari kakaknya, Jeno dan Jaemin terkejut, kakaknya tidak pernah membicarakan soal kekasih. "Kapan kakak punya kekasih?" tanya Jaemin, Jaehyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum malu "hehehe, baru 3 bulan yang lalu" jawabnya.
Si kembar tak menduga kakaknya memiliki kekasih, mereka seperti seseorang yang cinta sudah ditolak bahkan sebelum menyatakannya. Jeno semakin meremat genggamannya, membuat Jaehyun meringis kesakitan "Je-Jeno, ini s-sakiit" Jaehyun merintih merasakan tangannya yang digenggam Jeno semakin kuat.
"Kakak tidak boleh pergi!!" ucap Jaemin, sambil berjalan mendekati pintu dan menguncinya "kak Jaehyun tidak akan pergi kemanapun!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Hyung (End)✔️
Fanfiction"Kak Jahyun hanya milik kami!!!" "Dan tak ada yang bisa memiliki kak Jaehyun selain kita!!!"
