Hari ini zee berdiri lagi di depan gerbang yang seharusnya dia masuki sejak kemarin.
Dia tidak membawa mobil, papahnya mengantarkannya karna tadi pagi sempat pulang untuk berpamitan.
Cio akan keluar kota, jadi mungkin dia akan makin-makin-makin merasa kesepian untuk beberapa hari ini.
Tintin
TiiiinnnnnnnnnSpontan zee minggir reflek menyumpat telinganya karna suara bising yang mobil-mobil itu keluarkan.
Dia memandangnya sejenak.
Kembali berjalan ke arah lobby tak jauh dari tempatnya berdiri, lagi-lagi suara nyaring mencegatnya dari arah depan membuatnya berhenti.
"lo zee kan? Lo zee dari smp pelita kan??"
Siapa?
Dia merasa tidak pernah mengenal muka itu di masa lalunya.
"iya, lo siapa?"
"astaga!! Gue Chris, Christian Elan Mahanta. Anak laki-laki yang lo tolongin sama flora waktu itu"
Apa? Anak laki-laki yang ditolong siapa? Untuk apa zee menolong laki-laki seperti dia?!
"lo lupa ya? Its oke, but gue berterimakasih banget sama lo. Berkat lo gue masih hidup sampe sekarang!"
"lebay!" kata zee geli mendengar ratapan anak itu yang terdengar di lebih-lebihkan membuat bulu kuduknya merinding.
Lawan bicaranya terkekeh,
"sori, haha. Lo anak baru ya?!"
"hm" jawab zee berdehem karna dia masih sibuk mengecek ponselnya yang menampilkan pesan dari papahnya.
Katanya dia harus ke ruang kepala sekolah terlebih dahulu!
"ayo gue anter ke tempat kepsek! Biasanya kalo anak baru musti nyapa dia dulu!"
Ah, zee mendongak karna memang itu yang dia butuhkan.
Kepalanya mengangguk,
"lewat mana?" tanyanya to the point membuat anak di depannya itu tersenyum dengan semangat.
Dengan sigap dia memimpin langkah teman barunya membawanya berjalan melewati lorong-lorong yang menghubungkan setiap gedung.
Sampai,
"perasaan tinggal naik tangga doang, kenapa lo bawa gue muter-muter dulu?"
"hehe, sengaja! Mau pamer aja kalo anak baru yang bakal famouse di sekolah ini itu temen pertamanya gue!"
Hmm,
Zee sepertinya harus ekstra sabar dengan bibit-bibit rumit yang tercium dari manusia di depannya ini.
Mengangguk saja,
"thanks, gue masuk dulu" katanya setelah itu berjalan mengetuk pintu kaca dan masuk kedalamnya.
Christian berbalik arah.
...Di depan sebuah kelas yang sudah khusuk dengan pembelajaran,
Seorang guru berbadan tinggi sedikit tambun merangkul seorang anak dengan hoodie hitam dan ransel di sebelah tangan.
Kedatangannya membuat gaduh beberapa anak yang tampak bisik-bisik entah apa yang menjadi topik hangat diantara mereka.
Lain halnya dengan gadis yang duduk di pojokan,
Dia tampak terkejut dengan mata melebar dan perasaan didominasi dengan rasa senang!

KAMU SEDANG MEMBACA
Love Story
FanfictionKetika Ashel kehilangan Zeannya... - - - • mengandung kekerasan dan kata-kata kasar INGAT!! kalian sedang berada di dunia orenn -_-# Selamat membaca..