8

899 167 12
                                    

Zean berusaha fokus belajar sejak tadi, tapi rasanya sulit sekali karena ulah manusia tambeng di sebelahnya ini!

Mau tau apa yang dia lakukan??

Huh, dia sedang memandangnya lamat tanpa menghiraukan pelajaran.

Bisa stop gak?!

Tidak, tentu zee tidak akan mengeluarkan tenaga untuk mengatakan itu.

"pssstt pssst..."

Hmm, tenangg... Tetap tenangg ini ujiannn...

Zee melebarkan matanya ke arah papan berusaha sekeras mungkin untuk mengerti apa yang di ajarkan.

Dia sama sekali tak bisa menangkapnya. Otaknya tak pernah sampai kalau sudah berhadapan dengan matematika.

Menoleh ke arah depan melihat apa yang zee pikirkan,

Ashel tersenyum tipis melihat materi linear yang sudah pernah dia ulik tempo lalu.

Dia bahkan bisa mengerjakannya dengan memejam, tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk zean.

Ekspresi itu, tampak lucu sekali ketika dia mulai mengacak rambutnya asal terlihat frustasi.

Hahaha

Ashel tidak tau, dia hanya ingin tertawa saat ini!

Melihat satu muridnya yang sedang terkekeh di bangkunya,

Deyya memanggil anak itu memintanya berdiri mengerjakan apa yang dia tulis di papan depan.

Zean tersenyum smirk seolah berkata,

Mampuss loh, rasain tuh!

Tapi ashel membalasnya dengan kekehan membuat zee bingung dengan dahi di kernyitkan.

Tidak lama mencorat-coret dengan spidol papan,

Damn

Mata zee melebar karna semudah itu ashel membedah soal.

Sial, seharusnya dia mendengarkan ketika Aldo Aran memperingatkannya untuk tidak berurusan dengan geng ini jika tidak ingin menyesal.

"kenapa?" tanya ashel ketika kembali ke bangkunya mendapati zee yang terus menatapnya.

Senyumnya mengembang ketika anak itu menggeleng seolah baru saja tertangkap basah setelah melakukan hal memalukan.

Xixixi

Makin lucu saja sahabatnya ini.
...

Jam pelajaran usai,

"Zean, tadi kamu remidi ya. Temui saya nanti di jam istirahat kedua"

Yeah, itu artinya zee harus menyusul ketertinggalan selama beberapa jam saja.





























Di kantin,

"lo tadi kenapa?" tanya marsha pada temannya.

Ashel menaikkan alis,

"apanya?"

"yang lo adu mulut sama zee, kok bisa lo tiba-tiba jadi duduk disana?!" -chika

Ah, "rahasia!"

"dih, awas aja lo nangis nyari-nyari kita!" -marsha

"bercandaa!!! Tadi gue sogok aja anak yang duduk di bangku itu biar bisa gantian sama gue!"

"sogok? Berapa?" -chika

"gratis! Cuma pake foto kita!"

"foto–– siapa???"

Love StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang