Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

perhatian kecil?

3.1K 288 7
                                        

Mereka, Raelyn dan catrine beserta seluruh siswa siswi berhamburan ke lapangan namun langkahnya terhenti kala ada kaki besar yang menghadangnya. Theo cowok itu tanpa banyak kata memberikan topinya untuknya pakai lalu melenggang pergi.

Nyatanya perhatian kecil seperti itu mampu menerbangkan ribuan kupu kupu di perutnya. Wajahnya memerah sampai ke telinga.

"Gitu aja salting lo!" Ucapan catrine membuyarkan keterdiamannya.

"A-apan sih! Siapa juga yang salting!" Gagapnya malu lalu melenggang pergi meninggalkan catrine yang masih cekikikan.

"Hadeuhh dasar tsundere."

Gadis itu menyusul raelyn dengan berlari.

Upacara kini berjalan dengan hikmat. Walau terik matahari yang mulai naik tak mampu membuat goyah sebagian siswa siswi di situ. Ya sebagian, karena nyatanya ada beberapa anak yang ogah ogahan mengikuti upacara bendera seperti beberapa siswa di depannya itu, yang salah satunya Theo beserta teman temannya. Berdiri di barisan anak anak yang tidak memakai atribut lengkap.

Ia jadi merasa bersalah karenanya theo di hukum. Di lihatnya keringat merembes dari dahi ke leher lelaki itu. Wajahnya tampak memerah walau sama dengan yang lainnya namun setelah ini mereka yang tidak memakai atribut lengkap akan dihukum.

Upacara pun selesai setelah amanat oanjang dari kepala sekolah. Mereka yang mengikuti upacara bendera perlahan membubarkan diri. Sama halnya dua orang gadis tidak lain tidak bukan raelyn dan catrine namun langkahnya terhenti pandangannya tertuju pada theo yang kini tengah berlari mengelilingi lapangan di ikuti siswa lainnya yang juga tidak mengenakan atribut lengkap.

"Khawatir?" Tanya catrine ikut menengok yang dilihat sahabatnya itu.

"ENGGAK!" Serunya lantang.

Mulut sialan! Kini ia menjadi fokus publik bahkan theo yang sedang lari pun ikut melihat kearahnya.

"Biasa aja dong gak usah ngegas juga lyn."

"Tau ah!"

Raelyn yang kepalang malu pun berlari dengan kecepatan Naruto.

"Hahaha lucu banget." Catrine terkikik geli lalu melanjutkan langkahnya ke kelas.

🍒

Jam istirahat berbunyi, raelyn dengan tekad kuatnya menggenggam botol minumnya menuju lapangan. Ia akan berterima kasih pada theo.

Sesampainya ia di lapangan dapat ia lihat anak anak yang di hukum masih berada di sana, di tepian lapangan atau berteduh di bawah pohon.

Matanya menatao sekeliling, gotcha! Ia menemuka theo berada di bawah pohon. Segera ia menghampirinya, namun kalah cepat dengan seseorang.
Protagonis wanita! Cecil tampak berbincang dengan theo lalu memberikannya air mineral kepada lelaki itu.

Ah iya ingat adegan ini, dimana theo yang sedang di hukum karena terlambat bukan karena memberikannya topi lalu datang cecil memberikannya air minum untuknya, mengelap keringat yang membanjiri pelipislaki laki itu. Lalu tiba tiba matanya memanas melihat adegan selanjutnya.

Raelyn meremas botol minumnya. Sialan! Kenapa hatinya rasanya sakit melihat cecil mengelap pelipis Theo? Akhirnya ia memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua.

Di lain tempat, theo yang sedang bersandar di bawah pohon tiba tiba ia kedatangan cecil, patner sexnya dulu.

"Theo kamu pasti cape di hukum gitu. Nih minum buat kamu. Lagian kamu kenapa bisa di hukum si?" Ucao cecil sambil mengelap keringat theo namun dengan cepat ia menepisnya.

"Gak usah! Lo lupa? Kita udah gak ada hubungan apa apa lagi so jangan pernah deketin gue lagi!"

"Tapi aku masih mau sama kamu! Aku okay kok kalo jadi patner sex kamu tanpa di bayar."

"Jangan gila cecil! Gue udah gak minat sama tubuh lo!"

"Tapi aku butuh kamu! Aku butuh sentuhan kamu Theo!"

"Gue nya enggak! Jadi enyah dari hidup gue!"

"Nggak akan!"

Cecil yang melihat raelyn berdiri tak jauh dari dirinya pun segera menarik kerah baju theo dengan cepat mencium bibir theo dengan melumatnya. Setelah itu melepasnya, melihat raelyn yang tengah menatapnya dengan mata berkaca kaca pun tersenyum miring.

"Ada raelyn di belakang kamu." Ucap cecil, sontak Theo membalikan badannya dan ternyata benar, gadis itu tengah menatapnya dengan pandangan sulit di artikan.

"Bangsat! Lo! Kalo sampe raelyn salah paham lo yang bakal hancur di tangan gue!"

"Aku nggak takut theo, asal bisa bersama kamu, aku akan lakuka apapun demi kamu."

Tanpa mengindahkan ucapan cecil, Theo bergegas menyusul raelyn yang sudah tidak terlihat lagi.

Raelyn sorry. Sesalnya.


.

Hehe aku update lagi guys :v

Sorry lama, lagi ada kesibukan aku jadi baru bisa update sekarang.

Mau double update gak?

Kedepannya konflik mulai muncul so prepare yourself guys!

Enjoy reading!

Raelyn story'Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang