Is He an Ally or an Enemy?

41 1 0
                                        


Saat ini, Kougyoku akan menemui sang kaisar baru, untuk menunjukkan kesetiaannya kepada kaisar baru. Kougyoku berpikir harus bagaiman ekspresi wajahnya ketika bertemu Hakuryuu. Alladin telah berkata kepadanya bahwa eksekusi Kouen hanyalah tipuan semata. 

Kouen saat ini bersama Kouha dan Koumei berada di pengasingan. Mungkin itu yang terbaik bagi mereka. Disana mereka bisa hidup tenang tanpa perlu repot-repot memikirkan masalah Kekaisaran lagi. Kougyoku awalnya terkejut saat tahu bahwa yang memintanya adalah Hakuryuu. Namun akhirnya dia tahu bahwa Hakuryuu ingin memulai semuanya dari awal dan fokus membangun Kou. 

Disaat Kougyoku masih saja berkutat dengan pikirannya, pelayannya tiba-tiba saja berkata padanya bahwa dia sudah sampai di kamar sang kaisar muda. Disana dia melihat Hakuryuu duduk termenung dengan wajah muram.

"Semoga panjang umur yang mulia Hakuryuu. Saya Ren Kougyoku menghadap yang mulia Kaisar." Kata Kougyoku sambil memberi hormat secara formal kepada Hakuryuu.

Tak lupa sebuah senyum manis terukir di wajah cantiknya.

Hakuryuu yang mendengar suara seseorang sedikit menjengit kaget karena terlalu fokus dengan pikirannya. Akhirnya dia menoleh ke sumber suara dan menemukan kakaknya yang bersimpuh di hadapannya.

"Tidak perlu terlalu kaku, neesan" kata Hakuryuu datar.

Sebuah senyuman hampa ditunjukkannya kepada Kougyoku.

"Ada perlu apa neesan ke sini?" tanya Hakuryuu basa-basi.

"Saya kesini untuk mengucapkan selamat atas pengangkatan yang mulia sebagai Kaisar Kou dan juga saya ingin menawarkan kesetiaan saya kepada anda. Saya pasti akan selalu setia kepada anda selamanya." Kata Kougyoku masih dengan kata-kata formalnya.

Hakuryuu melirik sekitarnya dan menemukan pelayan yang dikirimkan Sinbad sebagai hadiah atas kemenangan dan pengangkatan Hakuryuu, sedang berdiri di samping belakangnya. Hakuryuu yang paham akan situasi saat ini akhirnya mengikuti akting yang diciptakan Kougyoku.

"Akan kuterima kesetiaanmu, Ren Kougyoku. Aku berharap kau mengabdikan dirimu sepenuhnya kepada Kekaisaran Kou dan bisa melakukan kewajibanmu secara maksimal sebagai putri Kekisaran Kou. Berdirilah!" kata Hakuryuu formal.

Kougyoku yang mendengarnya segera mematuhi perintah Hakuryuu dan berdiri walaupun kepalanya tetap menunduk dengan kedua tangannya disatukan di depan sebagian wajahnya. Hal itu membuat orang lain hanya dapat melihat matanya saja dan tidak tahu ekspresi seperti apa yang sedang ada di wajahnya.

"Aku ingin berbicara empat mata dengan Ren Kougyoku. Tinggalkan kami!" perintah Hakuryuu kepada seluruh pelayannya.

Para pelayan tersebut segera mengundurkan diri, walaupun terlihat jelas ekspresi kegelisahan dari pelayan kirimn dari raja Sinbad. Namun, Kougyoku hanya mengacuhkannya dan berpura-pura tidak melihatnya. Dengan lambaian tangan, Kougyoku juga memerintahkan Ka Koubun dan para pelayan yang melayaninya untuk ikut mengundurkan diri dari ruangan tersebut.

Setelah hanya mereka berdua yang tersisa di ruangan tersebut, akhirnya baik Kougyoku maupun Hakuryuu dapat bernapas lega dan melemaskan otot bahu mereka yang kaku karena keformalan tadi.

"Rasanya benar-benar menyusahkan dimata-matai seperti itu sepanjang waktu" keluh Hakuryuu tiba-tiba.

Kougyoku yang mendengarnya hanya dapat terkejut mendengar keluhan dari Hakuryuu dan memajang wajah shock.

"Ada apa dengan wajahmu, neesan?" tanya Hakuryuu.

Kembali pada kenyataan, Kougyoku berdehem untuk memperbaiki ekspresi di wajahnya sekaligus menghilangkan rasa shocknya.

"Bukan apa-apa, hanya saja, aku tidak menyangka kau akan mengeluh tentang hal ini kepadaku." Jawab Kougyoku.

"Aku hanya ingin sedikit melepas bebanku. Apakah kau akan menertawakankusetelah semua yang ku perbuat terhadapmu dan kakak-kakakmu?" kata Hakuryuusambil menoleh kearah jendela.

BELONG TO ME?Stories to obsess over. Discover now