Are We Apart After This?

87 4 0
                                        


Kougyoku langsung merona merah saat tahu Aladdin sedang bertelanjang dada dengan celana yang terbalut di kakinya. Maklum saja, terhitung sudah 2 tahun sejak pertemuan pertama mereka. Anak kecil yang ia lihat 2 tahun yang lalu menjelma menjadi pemuda yang gagah. Suasana yang gelap hanya diterangi oleh cahaya bulan dari jendela menyinari tubuh Aladdin semakin membuat Kougyoku merona. 

Pasalnya, di mata Kougyoku sekarang, tubuh Aladdin bagaikan patung adonis sempurna yang pernah diciptakan oleh dewa. Yah walaupun dewa yang menciptakan dunia mereka saat ini adalah ayah Alladin. Perut sixpack nan kekar milik Aladdin semakin membuat kesempurnaan tersebut semakin sempurna. Raut wajah tampannya yang datar, semakin membuat Kougyoku meleleh dibuatnya. Dengan kata lain, Kougyoku sangat berterima kasih kepada gen 'ayah' Solomon yang telah menyumbangkan bibit unggul untuk keturunannya.

'Ayah dewa, terima kasih karena menciptakan keturunan seindah ini'

Tiba-tiba saja, Aladdin menengok ke arah Kougyoku. Kougyoku yang tidak siap, hanya dapat menutupi sebagian mukanya dengan lengan bajunya. Membuat Aladdin menyungginggkan sebuah seringaian kecil. Lalu dengan cepat, ekspresi tersebut berganti dengan senyum lembut. Kougyoku yang masih malu ketahuan memperhatikan Aladdin, hanya dapat berjalan dengan langkah kecil sambil tetap menutupi sebagian wajahnya.

"Kenapa kau menutupi wajahmu, neesan?" goda Aladdin.

Dia tahu sejak tadi Kougyoku memperhatikannya, namun dia diam saja karena ingin tahu ekspresi apa yang ditunjukkan oleh gadis itu. Dan hasilnya sangatlah memuaskan. Dia dapat melihat rona merah Kougyoku dengan sangat jelas.

"Kenapa kau tidak memakai bajumu Aladdin?" tanya Kougyoku balik.

Dan Aladdin hanya terkikik geli mendengar pertanyaan Kougyoku dengan raut wajahnya yang malu-malu.

"Punggungku baru saja di obati, karena itu aku tidak menggunakan baju." Jelas Aladdin.

"Lalu kenapa kau tertawa?" lagi, Kougyoku bertanya pada sang magi.

"Hmm... kenapa ya? Mungkin karena aku dapat melihat sisi lain dari putri Kekaisaran Kou?" jawab Aladdin main-main.

Kougyoku yang mendengarnya hanya dapat semakin merona merah. Dia hanya dapat menutupi wajahnya semakin tinggi hingga hanya matanya saja yang terlihat.

"Aladdin!" seru Kougyoku.

Dan Aladdin tertawa puas melihatnya. Kougyoku pun menghampiri Aladdin dan memukul dada Aladdin main-main. Bukannya menghentikan Kougyoku, Aladdin malah mendekap Kougyoku. 

Kougyoku yang sadar akan apa yang dilakukan Aladdin, langsung terkesiap. Namun, Kougyoku juga tidak berniat untuk menjauh dari Aladdin. Entah kenapa dia merasa sangat nyaman dengan posisi mereka saat ini.

Tidak ada perang, tidak ada pertempuran, tidak ada kekacauan. Hanya mereka. Aman dan tenang. Untuk sejenak, Kougyoku bisa melupakan masalahnya ataupun kekhawatirannya hanya dengan berada di pelukan Aladdin seperti ini.

"Kau akan pergi ke Balbadd."

Itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan yang keluar dari mulut Aladdin. Kougyoku mengangguk menjawabnya.

"Untuk sementara, mungkin kita tidak dapat bertemu. Aku akan sangat sibuk disana" kata Kougyoku

"Aku setuju. Kita berdua mungkin tidak dapat saling berlemu lagi untuk sementara waktu."

Kougyoku merasa aneh dengan pernyataan Aladdin. Dia mendongak untuk melihat wajah Aladdin, namun hanya keteduhan yang dilihat olehnya.

"Apa maksudmu?" kata Kougyoku tiba-tiba.

BELONG TO ME?Stories to obsess over. Discover now