Is He still My Brother?

43 1 0
                                        


Keadaan yang cerah, burung berkicau, dan suara para pelayan yang berlalu lalang membuat Hakuryuu merasa sedikit relax. Senyum kecil tersungging di wajahnya. Kougyoku yang sedari tadi mengamati pergerakan sang kaisar muda juga menyadari senyum di wajahnya.

"Ya dan tidak." Kata Kougyoku tiba-tiba.

Hakuryuu sontak melihat ke arah Kougyoku kembali dan memasang wajah bertanya kepadanya.

"Aku pasti akan menertawakanmu tentang hal tersebut karena aku tahu sebesar apa pengorbanan yang kau lakukan hingga kau mencapai tahkta. Namun aku juga sedih mendengar adik kecil ku harus memikul beban dan dosa sebuah negara sendirian tanpa ada teman disampingnya. " jawab Kougyoku sambil meletakkan tangan di pahanya.

Hakuryuu yang mendengar pernyataan Kougyoku membelakkan matanya tanda terkejut. Dia tidak menyangka, setelah apa yang dia lakukan terhadap Kouen, Koumei, ataupun Kouha, Kougyoku masihlah menganggapnya sebagai adik.

"Aku tahu apa yang terjadi padamu, Judal, Alibaba, ataupun Alladin. Sejujurnya aku cukup marah padamu karena telah membuat sahabatku mengalami hal yang sangat buruk, tapi aku juga tahu kalau kau juga kehilangan Judal. Judal juga sahabatku, dan aku berduka untuknya. Hanya saja, jika aku di haruskan memilih dirimu ataupun pihak Alibaba, aku akan memihak Alibaba. Bukan karena aku membencimu, tapi aku merasa apa yang lakukan itu salah dan sebagai kakak dan putri Kekaisaran Kou aku wajib untuk menghentikanmu." Tambah Kougyoku panjang lebar.

Hakuryuu yang mendengarnya hanya dapat menundukkan kepala dan menerima omelan dari kakak tirinya. Semenjak dirinya dinobatkan sebagai Kaisar Kou, dia tidak pernah bertemu dengan kakak kandungnya, Ren Hakuei. 

Sedikit banyak, dia kehilangan arah karena tidak punya seseorang untuk diajak berdiskusi. Judal telah dikalahkan Alladin, kakaknya tidak ada di Kou, dan dia tidak memercayai seorang pun di istana ini karena takut mereka merupakan mata-mata dari Sindria. Dia mendengar kabar bahwa kakaknya tersebut sekarang melayani Sinbad sebagai balas budi karena telah menolong adiknya mengambil alih tahkta dan menyelamatkan nyawa Hakuryuu.

Dia merasa senang karena ada seseorang yang mau mengomelinya ataupun memerhatikannya lagi. Hal itu mengingatkannya bahawa dia tidak sendiri. Bahwa masih ada seseorang yang dapat dipercayainya di istana ini.

"Terima kasih" kata Hakuryuu tiba-tiba.

"Hmm?" gumam Kougyoku.

" Karena sudah menemanku disini, untuk tetap tinggal disini. Karena tidak meninggalkanku sendiri" jelas Hakuryuu.

Kougyoku yang mendengarnya hanya mampu memalingkan muka sambil menatap datar pada pemandangan yang ada. Lalu menoleh lagi ke arah Hakuryuu

" Aku melakukan ini karena mungkin, itulah yang akan dilkukan olehnya saat ini. Jika dia berada di posisi ku." Kata Kougyoku sambil menunduk, menyembunyikan rona merah yang tiba-tiba menghiasai wajah cantiknya.

"Dia?" tanya Hakuryuu penasaran.

Jujur, dia penasaran, siapa orang yang dapat membuat Kougyoku hingga bersemu merah seperti itu. Kougyoku yang ditanyai semakin menunduk menyembunyikan rona merah yang kian pekat.

"Bukan siapa-siapa" jawab Kougyoku cepat sambil tetap menunduk.

'Mana mungkin aku bilang kalau orang itu adalah Alladin? Hakuryuu pasti akan menertawaiku jika tahu aku menyukai seorang bocah.' Kata inner Kougyoku.

Mendengar penolakan Kougyoku, Hakuryuu pun menyerah mencoba mencari tahu. Dia hanya mendesah dan memandang ke arah jendela.

"Baiklah kalau begitu, aku akan undur diri terlebih dahulu, Yang Mulia" ucap Kougyoku tiba-tiba.

Hakuryuu hanya dapat mengangguk dan membalas hormat Kougyoku secara formal. Tanpa disadari keduanya, terlihat Alladin yang sedang terbang menuju tempat mereka berada.

Kougyoku merasakan dadanya berdesir dan hatinya berkata untuk menengok ke atas. Dan benar saja, terlihat Alladin terbang ke arahnya dan tersenyum lebar seperti biasanya.

'baduum... baduum... baduum'

Detak jantung Kougyoku semakin tidak beraturan saat melihat Alladin semakin mendekatinya. Sebisa mungkin Kougyoku menetralkan detak jantunya dan bersikap biasa di hadapan Alladin.

"Kougyoku-neesan" panggil Alladin ketika sudah berada di jarak dengar Kougyoku.

BELONG TO ME?Stories to obsess over. Discover now