Kougyoku tersenyum manis seraya membalas panggilan Aladdin. Matanya mengikuti arah terbang Aladdin sebelum mendarat tepat di depan Kougyoku.
"Aladdin, sudah lama tidak berjumpa! Bagaimana kabarmu?" tanya Kougyoku ramah.
Aladdin tersenyum semakin lebar seraya membalasnya dengan ceria, benar-benar khas Aladdin.
"aku baik, aku sedang ingin bertemu Hakuryuu-kun, dan melihat neesan disini. Jadi aku menghampirimu dulu. Oh ya, bagaimana kabarmu, neesan?" jawab Aladdin.
Terdapat sedikit raut kecemasan di mata Aladdin. Dia tahu kalau Kougyoku dimanfaatkan oleh Sinbad. Jika saja Morgiana tidak menghentikan Aladdin, saat ini dia pasti sudah terbang ke Sindria dan mencari rusuh dengan Sinbad.
"aku baik, pengaruh dari Sinbad juga sudah dihilangkan. Saat ini aku akan tinggal disini dan menjaga Hakuryuu. Kurasa akhirnya, dia mulai memikirkan tentang masa depan negeri ini dan melupakan masa lalunya. Tadi kami sempat bercakap-cakap dan..." Jelas Kougyoku sambil menceritakan detil pertemuannya dengan Hakuryuu.
Entah kenapa, secara spontan, Kougyoku selalu menceritakan apapun masalahnya ketika bertemu Aladdin. Mungkin efek selalu berkirim surat dengan Aladdin, membuatnya secara tidak sadar jadi membuka diri terhadap Aladdin dan hanya kepada Aladdin.
Ada saat Aladdin terlihat marah sekaligus kecewa saat Kougyoku mengatakan hal tersebut. Namun hal tersebut hanya Aladdin simpan di dalam hatinya sendiri. Aladdin tahu, Kougyoku saat ini mungkin merasa kecewa kepada dirinya sendiri karena menyebabkan kakaknya kalah dalam perang, dan membuat Kekaisaran Kou berada di bawah kekuasaan Sinbad.
Namun, Aladdin tidak berkata apa-apa dan hanya diam mendengar perkataan Kougyoku. Dia tidak ingin menyela Kougyoku dan mendengarkan Kougyoku sepenuh hati. Walupun terkadang ada kalanya dia ingin mengutuk dan menyihir 'paman' Sinbad yang membuat Kougyoku-NYA menjadi menderita seperti ini.
Waktu terus berjalan, Aladdin memutuskan untuk menyerahkan tubuh Alibaba yang mati suri kepada penjaga lembah besar, Yunan, seorang magi sekaligus teman dari Morgiana. Hubungannya dengan Kougyoku juga mulai berkembang, walaupun mereka tidak pernah sekalipun mengatakan dengan jelas tentang status hubungan mereka, namun perilaku mereka sangat mencerminkan perasaan mereka.
Banyak gosip yang beredar tentang hubungan mereka di lingkungan pelayan. Namun baik Aladdin maupun Kougyoku selalu mengelak pertanyaan yang ditujukan kepada keduanya.
Orba, salah satu pengikut Alibaba, yang mendengar desas-desus tentang gosip keduanya, suatu hari bertanya kepada keduanya karena ingin memastikan kebenaran dari gosip tersebut. Namun jawaban yang dia inginkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.
"Aku hanya berteman dengan Kougyoku-neesan. Hubungan kami hanyalah sebatas teman." Tegas Aladdin pada suatu hari.
" kami hanya berteman. Lagipula aku itu menganggap Aladdin sebagai adikku. Mana mungkin aku bisa ber-ber-berpacaran dengannya" kata Kougyoku saat ditanyai Orba. Walaupun jawaban dari Kougyouku agak mencurigakan.
Begitupun wajahnya yang malah menyiratkan rona merah dengan tangannya terus-terusan salingmemilin satu sama lain. Dia juga terlihat gagap saat Orba bertanya tentang haltersebut. Hal tersebut malah menambah kecurigaan Orba kepada mereka.
Padaakhirnya tidak ada seorangpun yang mendapat kejelasan dari mereka berdua danberakhir dengan gosip tersebut tenggelam diantara gosip lainnya.
Sementara itu, Hakuryuu yang mulai sadar telah jatuh ke jebakan Sinbad mulai memikirkan cara agar negaranya dapat bertahan dari tekanan Aliansi Tujuh Lautan. Untuk melakukannya dia berpura-pura mendukung segala keputusan Sinbad untuk merombak politik dunia agar di bawah kekuasaannya.
Aladdin memutuskan untuk menetap di Kekaisaran Kou bersama Morgiana dan pengikut Alibaba yang lain, terus mendukung Hakuryuu dari balik layar. Sementara itu, Aladdin, Morgiana, dan Hakuryuu menjalin aliansi secara diam-diam dengan negara Kuni untuk lepas dari jeratan Raja Sinbad.
Hingga pada puncaknya, Aladdin mengetahui bahwa kakak Hakuryuu, Hakuei, menjadi wadah bagi salah satu anggota Al-Thamen, Arba, dan juga teman dan mantan pelayan ayahnya, Raja Solomon. Pertarungan tidak dapat dihindari, Aladdin terdesak oleh kekuatan Arba, namun masih dapat terselamatkan walaupun harus mendapatkan luka serius.
Kougyoku hanya dapat menangis saat tiba-tiba kemarin malam Hakuryuu membawa Aladdin yang terluka parah dan memerintahkan tabib dan penyihir istana untuk segera mengobati Aladdin. Suasana di istana yang mulai gaduh membuat Kougyoku bangun dari kamarnya.
Saat pelayan memberitahukan apa yang sedang terjadi, Kougyoku langsung berlari ke tempat Aladdin berada tanpa memedulikan bahwa dia sedang memakai gaun tidurnya ataupun fakta bahwa dia berlari di sepanjang lorong istana dengan bertelanjang kaki, yang seharusnya merupakan hal tabu bagi seorang putri sepertinya untuk dilakukan.
Namun Kougyoku tidak memedulikan hal tersebut, yang dia inginkan hanyalah memastikan keadaan Aladdin dan segera menemuinya. Dia tidak peduli jika nantinya perilakunya akan menjadi cemoohan para kakak perempuannya yang lain.
Dia tidak peduli jika para pelayan mulai menggosipkannya lagi. Yang dia inginkan saat ini hanya melihat Aladdin dan, jikalau bisa, membantunya sebisa mungkin.
"Aladdin!!" teriak Kougyoku begitu tiba di kamar sang magi berambut biru.
Matanya melihat ke seluruh ruangan untuk mencari sang magi, hanya untuk menemukan Aladdin yang sedang merintih kesakitan karena luka yang dideritanya. Kougyoku hanya membeku ditempatnya melihat keadaan Aladdin saat ini. Seluruh tubuhnya terluka parah dan bahkan di beberapa tempat, darah terus mengalir seperti sungai.
'Aladdin terluka'
'Dia terluka'
'Aladdin-KU terluka' jerit inner Kougyoku.
Namun dia tidak bisa bergerak dari tempatnya. Kakinya seolah melelehmelihat pemandangan di depannya. Aladdin yang dikerubungi oleh tabib danpenyihir istana, dan dipegang sekuat tenaga oleh Morgiana, Orba, dan Hakuryuuagar Aladdin tidak terlalu banyak bergerak dan dapat disembuhkan secara cepat.
Dia mendengar ucapan yang mengatakan bahwa suatu keajaiban Aladdin masih bisa selamat dan masih dapat mempertahankan kesadarannya setelah mendapat luka seperti ini. Akhirnya Kougyoku dapat bergerak saat teriakan Aladdin menggema ke seluruh ruangan.
Dia dengan segera menghampiri Aladdin dan memegang wajahnya untuk menenangkan Aladdin.
"Aladdin... Aladdin... hey, kau mendengarku? Tenanglah, tabib akan segera menyembuhkanmu. Bertahanlah!!" kata Kougyoku sambil memegang wajah Aladdin.
Namun Aladdin nampak tidak fokus, mungkin karena rasa sakitnya. Walaupun begitu, Kougyoku tetap saja mengatakan kata-kata penenang agar, setidaknya Aladdin sedikit merasa tenang. Dan hal tersebut sepertinya berhasil.
"Kougyoku?" kata Aladdin lemah.
Dia tersenyum lemah dan tampak terengah-engah. Seluruh energi Aladdin habis hanya untuk menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Dia bahkan lupa menambahkan kata 'neesan' kepada Kougyoku. Aladdin hanya memanggilnya Kogyouku ketika Aladdin berbicara serius dengan Kougyoku.
Pernah satu kali Aladdin menyebutnya dengan panggilan itu, yaitu ketikaKogyoku bermimpi buruk tentang dirinya yang mencoba membunuh Aladdin karenapengaruh Sinbad.
YOU ARE READING
BELONG TO ME?
RomanceAku akan tetap bersamamu meskipun seluruh dunia melihatmu dengan pandangan kebencian. Aku akan tetap ada di sisimu walaupun seluruh dunia menusukmu dengan kata-kata kejamnya. Karena bagiku, kau adalah alasanku untuk tetap berada disini. Karena ini a...
