Saat berada di kamar perawatan, akhirnya ia mengerti apa yang terjadi. Namun, semua itu sudah terlambat. Dia tidak bisa menyelamatkan raja Sinbad yang menyebabkannya tekena kutukan. Bahkan keadaan semakin buruk setelah Hakuryuu, Alladin, Alibaba, dan Morgiana pergi untuk mencari penawar kutukan tersebut. Judar, magi Kekaisaran Kou dan juga teman masa kecilnya datang dan membuat kekacauan di Sindria. Dia bahkan berkata agar Kougyoku segera pulang ke Kekaisaran Kou. Dan disaat pikirannya masih bimbang, Al-Thamen, salah satu musuh dari kerajaan Sindria menyerang.
Saat dia melihat para rakyat disini, tergerak hatinya untuk membantu, walaupun sebagian besar alasannya adalah karena dia ingin berguna untuk Sinbad. Karena rasa cintanya kepada sang raja, Kougyoku ingin sekali setidaknya berguna untuk sang raja. Dengan segenap kekuatannya akhirnya, dia bisa melindungi Sindria dari salah satu serangan milik Al- Thamen.
Setelah kepulangan Alibaba dari penaklukan Dungeon dan selesainya penyerangan oleh Al- Thamen, raja Sinbad mengadakan Maharaj, sebuah pesta raya untuk merayakan kembalinya Alibaba, Alladin, Hakuryuu, dan Morgiana sekaligus untuk menunjukkan rasa syukur atas kemenangan mereka. Kougyoku yang ikut berpesta akhirnya tertidur karena kelealahan di salah satu bangku yang disediakan.
"Ka Koubun.... Ambilkan air, dong" gumam Kougyoku setengah sadar. Mendengar suara gelas diletakkan, dia melirik ke arah sumber suara, bermaksud untuk mengucap terima kasih. Terkejut, ternyata yang berada di dekatnya adalah sang pujaan hati, sang raja Sindria, Raja Sinbad.
Dan entah ini hari keberuntungannya atau memang takdirnya dengan sang raja memang bagus, dia benar-benar bersyukur karenanya. Dan disinilah dia, menaiki anak tangga dengan sang raja yang memegang tangannya. Sinbad menuntunnya dari depan sedangkan Kougyoku hanya bisa menunduk untuk menyembunyikan rona merah yang ada di wajahnya. Dia cukup beruntung karena tempat yang mereka datangi tidaklah terlalu terang. Bisa-bisa dia akan semakin malu saat Sinbad tahu tentang rona merah di wajahnya ini. Kougyoku merutuki jantungnya terus-terusan berdetak dengan keras. Dia hanya berharap semoga Sinbad tidak mendengarnya. Di puncak tangga, tiba-tiba Raja Sinbad menoleh ke belakang dan tersenyum kepada Kougyoku. Kougyoku yang terpana tidak sadar saat Sinbad menyentaknya ke depan. Kougyoku terlalu sibuk menenangkan diri sehingga tidak bisa mengontrol keseimbangannya dan akhirnya jatuh ke pelukan sang raja Sindria.
"Semoga saat-saat membahagiakan ini... akan berlangsung selamanya... aku mengharapkannya dengan segenap hatiku" kata sang Raja dengan senyum lembut menghiasi wajahnya.
Kougyoku yang mendengarnya hanya bisa menahan air yang segera menetes dari matanya yang panas. Wajahnya juga menyiratkan semburat pink di pipinya. Dengan tatapan matanya yang setengah sadar, dia menatap Sinbad dengan pandangan berbinar.
"Maaf, aku bicara yang tidak-tidak. Kalau begitu, aku mohon diri..." Tiba-tiba saja Sinbad menyatakan hal tersebut menjadikan Kougyoku sedikit merasa sakit, entah karena apa.
Setelah itu, Sinbad langsung berjalan menjauhi Kougyoku. Kougyoku merasa sedikit sedih karena kebersamaan mereka yang tidaklah lama.
"Sinbad-sama..." panggil Kougyoku tiba-tiba.

YOU ARE READING
BELONG TO ME?
RomanceAku akan tetap bersamamu meskipun seluruh dunia melihatmu dengan pandangan kebencian. Aku akan tetap ada di sisimu walaupun seluruh dunia menusukmu dengan kata-kata kejamnya. Karena bagiku, kau adalah alasanku untuk tetap berada disini. Karena ini a...