Chap'26

10.5K 694 51
                                        

Setelah beberapa menit berlalu, keempat inti AGLAX masih bertahan dengan posisinya untuk mengamati seorang pemuda didepan sana tanpa disadari oleh sang empu

Gavin hendak beranjak untuk mendekati Zoel tapi sebelum itu tangannya sudah ditahan Geon, Gavin menoleh dengan raut bingung "kenapa?" tanyanya bingung

"kemana?" balas Geon sambil menaikkan alisnya satu

Gavin yang ngedenger pernyataan Geon malah mengernyitkan keningnya bingung sudah jelas dirinya akan menyusul Zoel kan? "Samperin Zoel" balasnya dengan nada ogah-ogahan

"Ngapain?" timpal Leo yang sedari tadi diam

"Kok ngapain si? ya itu bocah yang kita cari kan? yaudah kita seret ke si bos langsung bego!!" rungutnnya kesal

Leo dan Geon yang ngedenger penuturan Gavin langsung ngehela nafas "Udah gak usah!" lanjut Geon yang diangguki setuju Leo, sedangkan Bima? dia cuma bulak-balik liatin wajah sahabatnya dengan raut bingung? gak! bodoh yang ada! sorry Bim"-"

Gavin lagi-lagi makin nampakin raut wajah bingung plus kesal juga, pikir dia kenapa gitu? udah jelas-jelas orang yang mereka cari udah depan mata, tinggal seret aja terus udah beres, tapi ngapa ni si Geon malah ngelarang?

Leo yang berhasil nangkap raut wajah Gavin cuma ngepalin tangan dia gemas dan nutup mata sejenak buat berusaha neken keinginan dia buat nyekik tu bocah belet sampe modar terus lemparin ke jurang gitu aja!!

Beberapa detik kemudian Leo ngebuka matanya dan ngehela nafas kasar dengan menatap Gavin dengan senyum terbaiknya "Gini ya Alnanda Gavino anak bapak Basir yang bodoh plus belet!! Kita bia—"   ucapannya terhenti karena ulah pemuda idiot itu

"Wahhh lu ngatain bapak gua bodoh terus belet gitu hahh? berani lu?!" sewot Gavin sambil melotot kearah Leo

Leo yang memang mempunyai tingkat kesabaran dengan kapasitas rendah pun langsung ngegeplak gemas kepala Gavin yang mana ngebuat pemuda bertinggi 175 itu meringis "Bacot lu tolol!! seterah lu aje!!" sentak Leo

Gavin yang gak terima langsung protes "Dih orang lu—" ucapnya terhenti

"Diem lu!!" sentak Leo balik yang ngebuat Gavin kicep "Geon" panggilnya yang ngebuat Geon menoleh kearahnya dengan raut bertanya "Lu urus nih bocah idiot!! bisa gila gua ngomong sama orang gak waras kaya dia!!" lanjutnya dengan melirik sinis Gavin yang hendak protes tapi keburu kicep lagi karena ditatap tajam Leo

Geon ngehela nafas pasrah tapi gak ayal juga buat nganggukin kepalanya

Leo yang ngeliat respon Geon langsung narik tangan Bima yang masih terdiam dengan raut bingungnya buat pergi dari sana

Setelah kepergian Leo dan Bima lagi-lagi Gavin protes "Ge respon lu tadi gak meng-iyakan kalau gua gak waras kan?" tuduhnya dengan raut menuntut balasan dari Geon

Sedangkan Geon hanya menggedikan bahunya acuh "kenyataan" lanjutnya santai sambil melirik kearah Zoel yang ternyata tempat itu sudah kosong

Geon mencoba menajamkan penglihatannya dan menggulirkan matanya kearah sekitar untuk benar-benar memastikan bahwa pemuda itu benar sudah tidak ada disana

Setelahnya pemuda bertinggi 180cm itu menarik tangan Gavin buat pergi dari sana dan mengabaikan setiap protesan yang keluar dari pemuda itu

"Ge apaan si"

"Tadi tuh Zoel kenapa gak diseret aja sih?

"Ge Lo denger kan?"

"Ge kenapa juga lu narik-narik gua?"

"Ge—"

Selama perjalanan mereka Geon berusaha menulikan pendengarnya dari ocehan berisik Gavin. Tapi ingatkan bahwa Geon juga bukan seseorang yang bisa pandai bersabar terus-menerus dan mengatasi setiap emosinya

AGLAXTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang