Chap'29

10.7K 714 79
                                        

"Mmhh udah ma" gumam pelan seorang pemuda sambil bergeleng pelan saat akan dikasih suapan lagi oleh wanita paruh baya dihadapannya

"Sekali lagi ayo" ucap wanita itu sambil kembali mengasongkan sendok berisi bubur

Tetapi Landza kembali menggeleng tanda menolak, dan Cyella hanya pasrah dan kembali menaruh bubur yang tersisa separuh itu

Ya Landza baru saja siuman beberapa menit yang lalu dan  saat ini kondisinya lebih membaik, walaupun masih terlihat lemas akibat kehabisan darah beberapa jam yang lalu

Setelahnya wanita beranak dua itu mengambil air minum di sampingnya dan membantu sang anak untuk meminum air putih itu

Dan kemudian ruangan yang hanya dihuni oleh dua orang itu kembali hening. Ya dua orang, hanya Cyella dan Landza yang tengah terbaring lemah diatas brankar

Karena Levin yang harus terpaksa berangkat ke kantornya karena ada hal penting yang tidak bisa ditinggalkan

Dan Verro yang disuruh sang ibu untuk kembali ke rumah agar bisa membawakan baju dan segenap perlengkapan untuk Landza selama berada dirumah sakit

Saat ini Cyella sedang mengusap lembut kepala sang anak dengan raut wajah yang masih terlihat khawatir

Landza yang dengan jelas menangkap kekhawatiran mamanya langsung dengan lembut memegang tangan wanita yang sudah melahirkannya itu "Ma, Aga gak papa kok jadi jangan khawatir ya?" ucapnya dengan senyum agar mamanya bisa lebih tenang

Cyella yang mendengar ucapan anaknya malah tidak bisa menahan cairan yang membendung dikedua matanya

Landza yang melihat mamanya menangis dengan cepat mengusap lembut cairan bening itu "Hei kok malah nangis? cantiknya Aga gak boleh nangis" ucapnya selembut mungkin dengan tangan yang masih bertengger di pipi sang ibu

Wanita yang masih sangat terlihat cantik diumur yang tidak muda lagi itu, menggenggam tangan sang anak yang ada dipipinya "Mama gak nangis" ucap Cyella yang lain dari kenyataannya saat air mata itu terus berjatuhan

Landza yang melihat itu malah mendengus geli dan setelahnya merentangkan tangannya agar wanita itu bisa memeluknya dan Cyella dengan senang hati menyambut niat anaknya itu

Beberapa detik ibu dan anak itu terus berpelukan dengan Landza yang terus mengusap sayang rambut sebahu milik wanita yang senantiasa menjadi primadona dalam hatinya

"Udah mama jangan nangis" ucapnya pelan "Maaf ya udah bikin wanita cantik ini nangis dan khawatir hm" lanjut pemuda itu

Cyella yang mendengar itu seketika langsung mendongkak "Dasar anak nakal!!" cibirnya dengan langsung melepaskan pelan pelukan keduanya

Landza  yang mendengarnya langsung tergelak pelan dengan melihat wajah cantik milik mamanya itu

Dan Cyella yang melihat anaknya tertawa langsung tersenyum lega dengan tangan yang kembali mengusap pelan puncak kepala pemuda berusia 18 tahun itu

Dan sedetik kemudian senyuman diwajah cantiknya hilang memudar dan tergantikan dengan raut serius "Jangan gitu lagi! Mama takut Aga" ucapnya pelan dengan pandangan sayu milik wanita itu

Landza yang mendengar ucapan mamanya itu merasa bersalah,  terlebih ekspresi yang dikeluarkan wanita itu sungguh membuat pemuda itu tidak suka "Iyaa mama tenang aja ya?"  balasnya dengan menantap lembut manik Cyella

Cyella hanya merespon dengan anggukan kecilnya dan tersenyum berusaha menghilangkan pikiran-pikiran buruk tentang anaknya

"Tapi ma" celetuk Landza yang memecahkan keheningan beberapa detik di ruangan itu

AGLAXTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang