Chap'37

11.4K 691 200
                                        



Deru nafas yang sangat teratur itu terdengar jelas di telinga Geon. Sebenarnya sudah sedari tadi Geon terbangun dari tidurnya dan sedari tadi juga pemuda itu terus memperhatikan wajah Gavin yang masih terpejam anteng di pelukannya

Seolah mengabaikan rasa kebas di lengannya akibat terus menjadi bantalan kepala Gavin, Geon tetap tenang di posisinya. Geon berpikir jika selama ini Gavin adalah sahabatnya yang sering membuat jengkel dan terkadang selalu membuat kericuhan. Tetapi kenapa saat melihatnya tertidur tidak ada ungkapan seperti itu, Malah Gavin yang saat ini dirinya lihat lebih seperti bayi yang tengah tertidur nyenyak

Tring....

Suara notifikasi membuyarkan pikiran Geon, sebenernya Geon malas untuk mengeceknya tetapi suara notif itu terdengar beberapa kali

Tanpa membuat pergerakan lebih, dengan pelan Geon mengulurkan sebelah tangannya untuk bisa menggapai ponselnya yang berada diatas nakas

Keningnya mengerut saat melihat banyak panggilan yang tidak terjawab dari Bima dan beberapa anak AGLAX yang lain.

Pesan dari grup yang berisikan seluruh anggota AGLAX itu menarik perhatian Geon, Terlebih dengan isi notif terakhir dari banyaknya pesan di grup itu membuat Geon dengan perlahan membukanya

*AGLAX*
~375anggota~

Rzn
Siap ketua

Fhry
Siap Ketua

Aji
Siap Ketua

Angga
Siap Ketua
.
.
.
.

Hampir semua isi pesan terakhir dalam grup seperti itu. Dengan rasa penasaran Geon menggerakkan tangannya untuk mencari pesan yang pasti pentingnya

Dengan jari tangannya yang terus bergerak menggulir semua pesan itu. Geon dengan teliti membaca satu-persatu dari banyaknya pesan beruntun itu

Dan jarinya terhenti saat satu pesan dari sang Ketuanya yang membuat Geon terdiam

K.Lndza
"Leo dh pndhin ruang rwt! kndsinya stbil! jgn kluar sndr mlm²! trs ht²!!”

"Leo?" gumamnya pelan.

Dan dengan rasa penasaran yang membuncah, dan pikiran yang terus menerka apa yang sebenarnya terjadi.

Geon berusaha menghubungi kembali sang Ketua, karena gak mungkin Geon menelpon balik Bima disaat banyak panggilan yang tidak dirinya jawab. Pemuda lemot itu pasti akan marah dan mengoceh dengan sangat panjang

Gak lama kemudian panggilan itu tersambung "Ada apa?" tanyanya langsung

"Dimana?" tanya Landza dari seberang teleponnya

"Apartment" balasnya dengan bingung

Terdengar helaan nafas dari Landza ."Rumah sakit! Leo diserang!"

Mendengar ucapan Landza dengan spontan Geon langsung terduduk "What?" tanyanya lagi dengan kaget

Gavin yang tersentak akibat gerakan tiba-tiba Geon langsung terbangun dengan kagetnya "Nghh apaan si Ge kaget tau gak?!" keluhnya dengan meringis

AGLAXTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang