Apa yang sebenarnya dia lakukan?

4 0 0
                                    

Untuk memahami diri sendiri saja,

Aku belum mampu.

Apalagi harus memahami angin

Yang bahkan aku tidak tau darimana dia berasal.


..........

"pagi non adel yang cantik" sapa bibi hee

"eh, pagi juga bi hee yang baik" balas adel dengan senyum khasnya

"behhh, bibi langsung klepek-klepek kalo pagi-pagi gini liat senyumnya non cantik" goda bibi hee

"ih bibi mahh, nanti saya terbang loh ini. hahaha" protes adel

"nanti biar bibi pegangin deh, biar gak terbang-terbang"

"ada-ada aja bibi nihh" kata adel

"kan kalo gini nyaman di liat, pagi hari senyum manis, moodnya kan jadi bagus" kata bibi hee

"hehehe iya bi, maunya full senyum hari ini" kata adel

"adel ikut saya ke ruangan" ajak pak rizky

Adel melirik bingung karna pak rizky yang baru sampai tiba-tiba meminta ke ruangannya "baik pak" jawab adel sembari mengekor pak rizky.

"apa saya ada salah denganmu?" tanya pak rizky dingin

"ha? Enggak pak" jawab adel

"jadi, apa maksud kamu menolak ajakan saya?" tanya pak rizky menatap adel dingin

"ha?" adel masih bingung

"kenapa diam? Apa saya memintamu diam?" tanya pak rizky lagi

"memangnya kenapa ya pak?" tanya adel bingung

"apa itu pertanyaan yang sulit kamu jawab?"

"enggak, tapi...."

"kalau begitu jawab" potong pak rizky

Adel masih terdiam, karna dia merasa ini adalah hak dia, dan dia juga tidak perlu menjelaskan kenapa dia menolak ajakan pak rizky.

"saya menyuruh kamu menjawab, bukan menjadi patung hidup" kata pak rizky, "saya mengajak kamu untuk datang ke kantor bersama, tapi kamu justru menolaknya. Kamu mau buat saya malu di depan umum?" (adel menggelengkan kepala, tak habis pikir pak rizky akan mengatakan itu) "Ohhhh, jangan-jangan kamu mau naik bis dan menunggu lama di halte biar di godain sama preman-preman lagi? Biar keliatan kalau kamu cantik? Begitu?" (hah? Pak rizky tau itu?) "jawab! Saya tidak meminta kamu diam, kamu mau di goda laki-laki brengsek lagi?" celetuk pak rizky yang tanpa ia sadari membuat adel sakit hati

"apa itu penting untuk pak rizky?" tanya adel sambil menatap pak rizky

"sangat penting!" ceplos pak rizky yang kemudian membuat dirinya sendiri terdiam hingga adel mengerutkan kening bingung "damn! Gue keceplosan"

"maksudnya?" tanya adel sambil melihat pak rizky

"ya.... penting, penting karna.... karna kamu karyawan saya, iya begitu. Penting karna kamu karywan saya, kalau kamu sampai di apa-apain sama preman trus masuk berita, nama perusahaan saya bisa menjadi viral dan saya harus menanggung biaya-biaya kamu" elak pak rizky yang mengalihkan nervousnya dengan minum kopi

"Ohhh" kata adel lirih "tapi, pak rizky kok tau kalau saya di godain preman?" tanya adel

"ya kan siapa tau, saya tadi bilang begitu. Misal aja, makanya punya telinga di pake yang bener" lirik pak rizky ke adel

You Changed My StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang