4]. Dia Siapa?

15 5 0
                                    

Tentang barang Lingga yang kemarin sore tertinggal di rumah Kara, dan ternyata barang tersebut adalah hoodie berwarna abu-abu yang kerap sering kali Lingga gunakan.

Dan hari ini Kara akan segera mengantarkan hoodie itu kepada Lingga, seperti biasa sebelum ke sekolah ia akan mengantar hanta adik nya itu ke sekolah terlebih dahulu.

Setelah beberapa menit dari sekolah hanta. Kara pun sampai ke sekolah Memakirkan motor dan berjalan ke kelas kebiasaan setiap hari bagi Kara
Bagi setiap orang pasti juga begitu kan?

Di perjalanan selama menuju kelas, Kara banyak mendengar tentang seorang anak baru, yang katanya berasal dari jurusan IPA. Dia orang yang tinggi, tampan, dan katanya dia itu orang yang cukup cerdas.

Tapi Kara tak terlalu peduli soal itu, terserah mau bagaimana orang nya, jika dia saja tidak tau orang itu yang mana.

🍂

Baru saja Kara mendudukan dirinya di kursi miliknya, yara datang dengan histeris seperti orang gila.

Ia berteriak dan tak bisa diam seperti cacing kepanasan "KARAAA"
Teriak yara yang membuat satu kelas melihat ke arah Kara dan yara

"apa?" tanya Kara bingung

"ada anak baru woiiii, ganteng banget!" jawab yara dengan nada gembira

"iya tau, anak IPA kan?" ujar Kara dengan sombong karna ia sudah lebih dulu mengetahui nya dari beberapa orang yang membicarakan nya di sepanjang perjalanan menuju kelas tadi

"iya!! Bener banget aw! Mau pepet deh rasanya" jawab yara berteriak kegirangan

"terserah yar" kata Kara biasa saja

"oke mulai hari ini gue harus tetap tampil cantik, supaya dia bisa suka ama gue" seru yara sambil merapikan rambutnya

"ih emang udah kenalan?" tanya Kara karna katanya anak itu baru beberapa hari di sekolah ini

"hehe, belum si" jawab yara cengengesan

"aelah kirain udah kenalan" kata Kara karna yara sangat antusias dengan orang itu

"ya makannya harus cari strategi biar bisa kenalan" ujar yara

🍂

Bel istirahat telah di bunyikan, dan Kara sedang berjalan menuju kelas Lingga untuk mengantarkan hoodie nya yang tertinggal.

Dan sekarang Kara sedang berdiri di depan pintu kelas Lingga, untuk memanggil lelaki hitam manis itu.

"ada Lingga?" tanya Kara pada salah seorang teman sekelas Lingga

"ada" kata teman Lingga dengan singkat

"boleh tolong panggilkan?" kata Kara dengan sopan

"sebentar" jawab teman Lingga kemudian masuk ke dalam kelas

Dan terdengar suara teriakan teman Lingga tadi yang mengatakan "Ling, ada Calon Pacar lo tuh" kata orang itu dan langsung terdapat suara sorakan yang menggema

Kemudian Lingga segera keluar untuk menemui Kara yang sedang berdiri di ambang pintu dengan tatapan tak bisa di artikan.

"em, sorry kar kalo lo kurang nyaman sama perkataan temen gua tadi" celetuk Lingga tiba-tiba

Dibalik 2 Kota Yang TerpisahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang