Teater

1 0 0
                                    

Selamat membaca!!

Semua murid diwajibkan mengisi link form tentang eskul yang diinginkan, ini tidak wajib diikuti memang. Kana tertarik dengan salah satu eskul yang memang juga sudah menjadi planning dia dari dulu untuk mengikuti eskul ini.

Teater, Kana menyukainya. Sejak saat Kana tau saat SMP ia menjadi murid dengan nilai yang paling tinggi di kelasnya saat praktek drama mata pelajaran Seni Budaya. Kana tambah menyukai Teater dan tertarik mengikutinya.

"Lo ikut Git?" Tanya Kana ke Gita di sebelahnya.

"Gak ah sabtu, males gue mending turu." Kana mengangguk ngerti. Yaa memang sabtu Kana menjadi tidak akan santai, ia tau itu tapi Kana yakin dengan pilihannya.

"Lo ikut na?" Kana mengangguk menanggapi pertanyaan dari Gita.

"Ikut apa?"

"Teater." Jawab Kana.

"Anjayy pinter akting lo." Kana hanya tersenyum malu.

Kana membuka email miliknya saat mendapat notif tentang eskul.

"Anjirr dateng jam 9 lagi gue." Gumam Kana.

"Kan gue bilang juga apa, mending gak usah ikut. Udah ege gak usah dateng." Sahut Gita yang dengar gumam an Kana.

"Tetep gas dateng gue lah walau males." Gita hanya memutar kedua bola matanya.

Tanpa Kana sadari, ia sudah mulai sedikit berani keluar dari zona nya. Kana yang tidak terlalu suka bersosialisasi, ia akan mulai bersosialisasi dengan banyak orang. Apalagi, Gita tidak ikut eskul ini. Sudah pasti Kana harus mencari teman baru.

***

"Git." Panggil Kana.

Mereka sedang di kantin yang cukup ramai. Kana memanggil Gita untuk memberitahunys sesuatu. Kana merasa Gita mungkin boleh tau tentang ini, sudah lebih dari 5 bulan Kana simpan ini rapat, hanya diketahui oleh teman SMP nya.

"Jangan kaget ya." Lanjut Kana. Membuat Gita mengerutkan alisnya.

"Apaansih? Emang kenapa?" Tanya Gita heran.

"Plis jangan kaget dulu." Gita mengangguk dan mendekatkan dirinya ke Kana.

"Gue mau kasih tau lo sesuatu, tapi lo jangan kaget kayak teriak gitu. Biasa aja oke?" Gita mengangguk.

"Bener ni, biasa aja ya." Gita menghela nafasnya lelah.

"Monyet, cepetan ah apaan?" Kesal Gita.

"Gue mau kasih tau siapa orang yang gue suka. Sebenernya, lo kenal orangnya." Gita menoleh ke Kana spontan. "Anjirr, siapa?"

"Temen kelas? Anjir?" Kana menggeleng, "bukan."

"Terus?"

"Kakak kelas." Gita memikirkan sejenak siapa kakak kelas yang disukai Kana dan dikenal olehnya.
Cuman satu, Geran. Eh tidak, ada satu lagi yang tinggi yang cukup juga dikenak banyak orang. Kana dan Gita pun suka membicarakannya namanya Rian.

"Kak Rian?" Gita menebak ini karena tidak mungkin baginya Kana menyukai Geran. Geran? Si boti itu? Hahahaha. Gita yakin bukan Geran orangnya.

Kana kembali menggeleng.

"Jangan bilang... " Gita menggantungkan ucapannya.

"..... Geran?" Lanjutnya bicara sambil menggeleng.

Sayangnya, keyakinan Gita yang yakin Kana tidak akan menyukai Geran itu salah. Nyatanya, Geran lah yang disukai Kana.

Kana mengangguk.

"Anjir?!" Kana menutup mulut Gita.

Hadehh anak ini. Batin Kana.

"Berisik lo, orang-orang ngeliat ke kita ni." Ucap Kana tetap menutup mulut Gita dengan tangannya. Gita memukul tangan Kana menyuruhnya melepaskan tangannya dari mulutnya.

"Gak, gak, lo yakin suka sama bang Geran?" Kana mengangguk.

"Udah lebih dari 5 bulan. " Gita tambah kaget di dengarnya. Ia sampai menutup mulutnya tak percaya.

"Kok bisa?" Kana menggeleng.

"Bentar... Bentar, bukannya pas itu lo nanya Geran yang mana ke gue? Tapi lo bilang lo udah suka sama dia 5 bulan. Jadi lo boongin gue?" Kana meringis.

"Bukan boong sih kayak yaa biar gak keliatan aja gue suka dia." Gita memukul lengan Kana.

"Monyet lo, bener bener ya pinter banget akting lo pake bilang gak kenal segala. Sampe minta dikasih tau orangnya yang mana, gua udah tunjuk. Lo tetep gak liat pas itu rasanya tu muka lo pengen gua deketin ke dia tau gak? Pantes dah lo masuk teater, cocok." Cerocos Gita kesal pada Kana.

"Yaa kan biar apa ya, biar gak keliatan aja Git. Gua udah suka dia pas saat itu. Bukan suka sih tapi kayak penasaran cuman temen gue bilang itu gue suka." Jawab Kana.

"Tapi na, kenapa mesti Geran? Bukan apa-apa. Tapi lo tau kan dia? Banyak yang bilang dia suka ganti-ganti cewe lo tau sendiri hal itu kan?" Kana terdiam.

Beberapa hari lalu memang Kana diberitahu oleh teman kelasnya gosip tentang kakak kelas mereka yang suka ganti-ganti cewe itu Geran. Geran yang pernah berpacaran dengan ketua osis, hanya beberapa bulan lalu putus, dan pacaran lagi dengan teman kelasnya, gosipnya. Entah benar atau tidak, tapi dari kelakuan Geran yang  memang mirip dengan apa yang ada. 

"Kalau bisa milih, gak mau kali ya gue." Ucap Kana mengeluh.

"Yaa namanya orang suka, susah."

KanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang