aku bernama"azura Az-Zahra "aku masuk ke pesantren Darussalam dipaksa oleh ayah ku.
susah rasa nya menolak,akhirnya aku masuk ke ponpes dan bertemu dengan orang orang baik.
ayah ku memasuki aku ke pondok karna akrab dengan kyai yang memiliki pondok...
"yaudah,dari pada kamu marah marah mending siap siap buat makan,"ucap zalfa menenangkan.
"Iya,yok lh,"ucap ku lalu kami pergi dari tempat tersebut menuju aula.
"Wih! udah rame aja nih aula nya,"ucap Dinda yang tengah membawa makanan ditangan nya.
"Iya nih Din,kita duduk dimana ya?"tanya Laras sebab semua nya sudah dipenuhi oleh para santri putri.
"Eh,disitu aja kali Deket sama siapa tuh...temen lu itu aiss siapa sih nama nya?"kesal Dinda sambil menunjuk ke arah zalfa.
"Zalfa!"ucap Laras.
"Ha,iya cepat lh kesitu aja,"ucap Dinda lalu mereka pergi menghampiri zalfa,zura,dan Aisyah yang ada dipojok.
"Eh, assalamualaikum boleh gabung gak?"ucap Dinda sokap.
"Waalaikumsalam,boleh KAK,"ucap Aisyah lalu Laras dan Dinda duduk di samping zalfa dan zura.
"Eh,zalfa tumben lu diam biasa nya lu ngoceh aja setiap ketemu gua,"ucap Laras terkekeh.
zalfa malas menanggapi ucapan Laras sebenarnya,bukan karena sakit hati atau apa tapi entah lah.rasa nya hati nya dongkol.
"Gak ada,"ucap zalfa lalu berdoa.
"Udah. Biarin aja dia,kita makan aja,"ucap Dinda menyengol Laras.
"Eh iya iya,"ucap Laras.
Tidak ada suara,hanya hening yang terdengar sampai..
"Dipangil azura Az-Zahra,kekantor akhwat setelah selesai makan ,diberitahukan kepada azura Az-Zahra kekantor akhwat setelah makan..."ucap seorang laki laki di speker.
"Duh,kenapa tu zur,lu punya masalah?"tanya Laras.
"Kek nya tentang yang tadi,"ucap zura santai.
"Maksudnya yang tadi?"tanya Dinda kepo.
"Iya,tadi tu aku gak sopan sama Gus Azhar jadi katanya mau ngasih hukuman,"ucap zura sambil melahap suapan terakhir nya.
"Ouh,yaudah.strong!"ucap Laras.
"Zura,ntar biar aku temani aja ke kantor akhwat nya,"ujar zalfa.
"Iya,"ucap ku.
"Eh,Laras kok sokap ya sama lu?"ucap zalfa berbisik.
"Gak tau,mungkin dia mau baikan sama kita,"ucap zura yang tidak peduli.
"Ouh,"ujar zalfa.
setelah selesai makan,santri putri sibuk dengan kegiatan nya masing masing seperti yang sedang nyapu aula, murojoah,duduk santai,berubah dan juga lari harian.
"Yaudah,Ra ayok kita ke kantor akhwat,"ajak zalfa bersemangat.
"Kek nya semangat banget nih,ada apa?"tanya ku.
"Adadeh..."ujar zalfa senyam senyum.
"Iya deh,"ucap ku lalu kami berjalan menuju kantor akhwat sembari sesekali bercerita.
Btw,kantor guru cewe dan cowo itu dekat dengan rumah nya pak kyai dan rumah nya pak kyai dekat dengan asrama santri putri ygy.
Setelah mereka sampai dikantor guru laki laki
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Assalamualaikum,"ucap zura dan zalfa pelan sambil sesekali mengetok pintu.
"Waalaikumsalam,silahkan masuk!"ujar Azhar dari dalam.
"Kenapa ya Gus,manggil saya kesini?"tanya zura sambil menunduk pura pura tidak tau.
"Karna tadi kamu tidak sopan,saya beri hukuman 1 Minggu nyetor Alquran nya sama saya dan 1 hari 8 ayat,"ucap Azhar.
"H-hah,8 ayat Gus?"ucap azura tercengang,dia mana bisa.
"Iya,kenapa?mau ngebantah? kalo kamu tidak mau hukuman nya diganti bersihin WC selama 2 Minggu,"ujar Gus Azhar lagi.
"Iya,Gus saya mau!"ucap azura malas jika harus membersihkan kamar mandi yang bau.
"Mau yang mana,yang pertama apa yang kedua?"tanya nya.
"Yang pertama...Gus,"ucap zura males.
"Oke,kalo gitu hukuman kamu berlaku besok ya."
"G-gus..."ucap zalfa tiba tiba.
"Hemm"balas Gus Azhar cuek bebek.
"Kalo saya juga nyetor ke Gus seperti zura boleh gak?"ucap zalfa.
"Kenapa?bukan kah kamu tidak dihukum?"ucap Gus Azhar heran.
"Saya mau nemeni zura Gus,"ucap zalfa kikuk karena di pelototi.
"Oke baik lh,tapi kamu nyetor nya cuma 5 ayat seperti biasa,"ucap Gus Azhar.
"Kalau begitu kalian boleh keluar."ujar Gus Azhar lagi.
Setelah keluar dari kantor laki laki mereka otw menuju asrama untuk bersiap siap menunaikan ibadah duha dan kajian kitab kuning.
"Zalfa kok kamu mau sih dihukum?"heran zura yang kesal dengan Gus Azhar.
"Iya,aku mau nemeni kamu zura!"ucap zalfa tersenyum lebar.
"Nemeni aku apa biar ketemu Gus..."ucap ku menggoda zalfa.
"Hehe,dua dua nya,"ucap zalfa cengengesan.
"Iya deh iya."ucap ku.
Setelah perbincangan yang singkat akhir nya mereka tiba diasrama Maryam♡..
"Eh,zalfa zura ke madrasah yuk!"ajak seseorang yang memegang pundak zura dan zalfa.
"H-hah?"ucap mereka berdua lalu mendongakkan kepalanya kebelakang.
"Eh,Laras yaudah ayok,"ucap zura.
"Mana besti mu?"tanya zalfa menekan kalimat nya.
"Dia sama teman nya,maaf aku terlalu sibuk sama Dinda dan gak pernah gabung sama kalian lagi ,Dinda dia udah punya teman baru,"ucap Laras santay.
"Ouh,pokoknya kita jangan pernah bubar ya!"ujar zalfa tiba tiba bicara.
"Iya!"ucap ku dan Laras
Lalu kami pergi menuju madrasah bertiga ...
Saat mereka berjalan tak sengaja melihat pintu rumah kyai terbuka dan ada 1 orang cewe satu orang cowo
"Eh itu bukan nya anak baru itu ya,yang nama nya keli?"tanya zalfa.
"Eh iya,mana ada yang cowo juga lagi..."ucap Laras senyum senyum sendiri.
"Kalo gak salah ya,yang cowo itu nama nya risky Mahendra,"ucap zura.
"Sius?!"ucap Laras sedikit berteriak.
"Iyahh,"ucap ku.
"Aaaaaa,nama nya aja ganteng apa lagi orang nya"ujar Laras sambil memukul mukul lengan zalfa
Risky Mahendra ygy
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aisss,sakit Laras lu ih!"kesal zalfa membalas Laras.