Revan duduk dibangku sekolahnya dengan menelungkupkan kepalanya. Pagi tadi Revan terbangun dengan sakit kepala yang luar biasa ditambah perutnya mual bahkan ia melewatkan sarapannya lagipula siapa yang mengkhawtirkannya? ayahnya terlalu fokus dengan azka bundanya pun sama terlalu fokus dengan kevlar jadi siapa yang fokus kepada dirinya?
Usai pelajaran selesai Revan bergegas untuk meninggalkan sekolah, ia akan kerumah sakit jika kalian mengira revan pergi kerumah sakit untuk menjenguk adiknya kalian salah, ia akan memeriksakan diri nya karena revan rasa ada yang salah dengan tubuh nya. doakan semoga revan baik baik saja walaupun ia sendiri juga tidak yakin.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit revan sampai di tempat serba putih itu. Ia menatap sebentar bangunan itu dan memantapkan hati nya setelah ia yakin ia masuk dan bertemu dengan dokter.
ceklekk...
'sore dok' sapa revan
Dokter itu membalikan badannya terkejut
'revan'
'om rendy'
'kamu kenapa?'
'tau kalo om dokternya mending saya kerumah sakit lain atau gausah periksa sekalian' rutuk revan
Dokter rendy terkekeh, revan masih sama saja pikirnya
'jadi ada keluhan apa?'
'gatau om kepala saya sakit belakangan ini, saya juga sering mimisan sama muntah muntah padahal saya belum makan apa apa dan saya juga sering cape padahal saya cuma tidur doang' keluh nya
'kalo gitu kamu berbaring biar om periksa'
tanpa berucap revan menuruti perintah omnya. Jujur saja revan takut saat ini, ia takut pikiran negatifnya kenyataan sebab gejala yang ia alami bukanlah gejala ringan.
Setelah selesai pemeriksaan revan menunggu hasilnya kata om nya hasil nya bisa keluar hari ini.
15 menit revan menunggu, om nya datang membawa map berisi hasil pemeriksaan revan tapi yang revan fokuskan bukan map yang dipegang om nya melainkan raut wajah om nya, seperti.. bukan hal yang bagus?
'revan orangtua kamu dimana?' tanya om rendy
'sibuk om, ayah kerja bunda jagain kevlar dia sakit' jawab revan
'kamu yakin tidak ingin tahu dengan orangtua mu saja?'
'kenapa emang om? kasih tau revan aja nanti revan kasih tau ayah bunda'
'sebenernya berat tapi om harus ngasih tau ini'
'gapapa om ini kan tubuh revan, revan yang bertanggung jawab'
dokter itu menghela nafas sejenak, lalu ia menyerahkan hasil pemeriksaan revan ke anak itu. Revan membukanya dan melihat hasilnya. Tuhkan benar ini bukan hasil yang baik, revan termenung sebentar meratapi nasibnya.
kanker otak stadium awal.
Begitu isinya. Saat itu dunia revan runtuh, sekarang ia sama seperti adiknya 'penyakitan'. Revan kembali memasukkan kertas itu lalu ia bergegas untuk pulang.
'sebenernya revan udah duga, yaudahlah mau gimana juga'
'kamu gapapa?' tanya om rendy
'saya oke om tenang aja'
'sebaiknya kamu beritahu orangtua mu revan ini bukan hal yang sepele' saran om rendy
'iya nanti aku kasih tau, om jangan bilang siapa siapa termasuk ayah bunda bang azka sama kevlar atau siapapun itu biar revan aja'
KAMU SEDANG MEMBACA
Revan
ChickLitHadirnya dihiraukan. Keberadaan nya diabaikan. Dirinya terlupakan. Kata orang jika anak pertama di sayang ayah lalu anak terakhir di sayang ibu, lantas anak kedua di sayang siapa? Kali ini aku ajak kalian untuk masuk ke dunia revan. Ingat ya hanya...
