Kredit untuk para kreator Ejen Ali, Wau Animation.
Mohon kebijakan pembaca!
Selamat membaca :)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
E.A.F.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Siang ini sangat cerah, udara bahkan terasa sangat panas hingga terasa membakar kulit. Meskipun begitu, Chris tetap berjalan dibawah teriknya matahari tersebut.
Ini adalah pertama kalinya ia akan berlatih dengan teman-teman satu divisinya. Sebelumnya, Chris benar-benar tidak tahu siapa teman-temannya yang baru. Ia hanya mencuri-curi dengar dari Moon bahwa kedua teman satu divisinya itu adalah anak perempuan.
"Gawat sekali. Hanya ambo yang anak laki-laki diantara kami," gumam Chris.
Chris awalnya benar-benar tidak berekspektasi tinggi tentang teman-teman barunya itu, terutama setelah mendengar dari Moon bahwa keduanya adalah anak perempuan.
Namun, ternyata Chris salah perkiraan. Kedua teman barunya sangat bertolak belakang dengan apa yang ia perkirakan, seperti anak perempuan akan manja, merengek karena kesakitan atau semacamnya.
Semua itu salah, terutama dugaannya sangat salah pada Mika.
"Chris, kenapa kau melihatku seperti itu? Kau mau duel denganku?" tanya Mika dengan gayanya yang tomboy.
Chris yang tersadar langsung menolak. "Ti-tidak tidak, ambo hanya kagum. Kau kuat sekali, Mika!"
"Huh, hanya memukul ini saja adalah hal kecil bagiku!" balas Mika.
Latihan pertama mereka adalah dengan dimulainya tes kekuatan tangan. Masing-masing dari mereka diminta untuk memukul semacam alat berteknologi tinggi, dimana alat itu dapat memperlihatkan skor kekuatan pukulan mereka dengan sangat akurat.
Sebagai satu-satunya anak laki-laki di dalam tim, Chris menjadi orang pertama yang mencoba. Pemuda itu tadinya sempat khawatir ia tidak bisa menunjukan kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan kedua gadis di dalam timnya tersebut.
Namun ternyata nilainya tidak terlalu buruk jika dibandingkan dengan Iman, meskipun Mika berhasil mengalahkan mereka semua.
"Wah, Mika! Kamu berhasil mendapatkan nilai tertinggi yang bisa diberikan oleh alat ini," ucap Bakar dengan antusias.
Itu dia. Baik Chris ataupun Iman, keduanya terkejut ketika melihat Mika memukul alat itu dengan sangat kuat hingga alatnya tampak kebingungan akan memberikan skor berapa kepada gadis berambut pendek itu.
"Ambo tidak akan mencari masalah dengannya," batin Chris dengan sedikit takut.
"Iman, maaf. Kamu berada di tempat paling terakhir pada latihan ini," ucap Bakar.
Chris dapat melihat Iman hanya tertunduk. Sekilas ia merasa ingin menenangkan gadis itu, memberitahunya bahwa ia dapat mencoba lagi di latihan selanjutnya. Tetapi, mereka masih belum dekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ejen Ali Fanfiction
FanfictionRandom short story tentang kehidupan di dunia Ejen Ali. Let's check this out!
