23

3.4K 498 14
                                        

Flashback

"Sudah kau pindahkan uangnya?" Toneri bertanya kepada Konan yang sibuk menulis di buku catatannya.

"Jangan khawatir, Tuan." Konan menarik sudut bibirnya. "Sudah kupindahkan sejak minggu lalu."

"Bagus, dia akan segera menyadari bahwa uangnya menghilang." Toneri menatap keluar jendela di kediaman kekuarganya.

"Apa yang Tuan inginkan sebetulnya dari Hiashi?" Konan bertanya acuh. "Ingin menikahi putrinya hm?"

"Tak perlu ikut campur, lakukan saja yang kuperintahkan." Toneri berucap dingin.

"Khe, pria memang bodoh jika jatuh cinta." Konan mendengkus seraya meraih rokok di atas mejanya, kemudian membakarnya untuk disesap.

"Tua bangka keparat itu harus kuberi pelajaran berharga." Toneri meraih kotak rokok di genggaman Konan. Hiashi menolak lamarannya mentah-mentah dua minggu lalu dan mengatakan kepadanya bahwa Hinata tak akan diijinkan menikah dengannya.

"Kau tahu Tuan, Hiashi tak semiskin itu, mungkin dia bisa membayar." Konan berucap ragu pada rencana Toneri.

"Tidak mungkin." Toneri tahu benar bahwa Hiashi belum lama ini merencanakan pembukaan kasino baru di Nagoya. "Dia membeli tanah di Nagoya untuk kasino barunya, dia tak punya banyak uang sekarang."

"Benarkah?" Konan terkesiap. "Kau sudah mempertimbangkan jebakan ini dengan baik."

"Tentu saja, akan kubuat dia tak punya pilihan." Toneri tersenyum tipis. "Akan kubawa putrinya kemari."

Konan mengembuskan asap rokoknya. "Hiashi mulai membuka bisnisnya sendiri, bukankah dia terlihat seperti seorang pengkhianat untuk keluargamu?"

"Ya, itu alasan lain aku ingin membuatnya bangkrut." Toneri tertawa pelan. "Tidakkah dia terlalu serakah untuk seukuran pria tua yang hanya dijadikan kaki tangan?"

"Ya, dia memang serakah." Konan pun tidak senang dengan Hiashi. Tua bangka itu terlalu kolot dan tak pernah mau diajak bekerja sama untuk mencuri uang Otsutsuki. Toh keluarga mereka tak akan menyadarinya. "Aku benci melihat kemunafikannya."

"Aku akan memberitahu ayahku bahwa dia mencuri uangku, kau harus tutup mulut dan membantuku." Toneri bicara serius kepada Konan.

Flashback Off

...

"Tuan Hamura, Ayah Toneri sangat marah kepada Hiashi begitu mendengar beritanya." Konan mendengkus, dia terpaksa memberitahu ini kepada Naruto Uzumaki keparat itu, sebab dirinya didesak.

Naruto sebetulnya sudah menyangka bahwa kenyataannya seperti ini. Toneri Otsutsuki itu benar sangat terobsesi pada Hinata hingga melakukan ini semua.

"Putri Hiashi adalah kelemahan baginya, maka semua musuhnya selalu mencari gadis itu untuk menghancurkan Hiashi. Begitupula Tuan Hamura." Konan menoleh ke arah pria di sampingnya. "Dia mengancam akan membunuh putri Hiashi jika tak mampu membayar hutang."

"Bukankah Toneri tak mendapatkan apa yang dia inginkan jika Hinata mati?" Naruto pikir ada ketidaksepahanan antara Toneri dengan ayahnya.

"Maka dari itu Toneri menawarkan kepada Hiashi untuk menggantikan hutangnya dengan imbalan boleh menikahi putrinya secara diam-diam tanpa diketahui ayahnya." Konan tertawa renyah. "Tentu saja Hiashi langsing menyadari bahwa semua itu hanya jebakan Toneri."

"Dia baru saja ditolak lamarannya, kemudian menawarkan bantuan dengan imbalan pernikahan, tentu saja Hiashi menyadarinya." Dengkus Naruto. Entah Toneri sangat bodoh atau apa, tapi rencananya begitu murahan.

As You RememberTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang