Belum setengah perjalanan menuju mansion super mewah milik Daisuke dan (Y/N), tiba-tiba mobil yang sedang mereka naiki ditabrak dari belakang.
Hentakannya cukup kuat hingga membuat (Y/N) terdorong ke depan. Dengan sigap, Daisuke memeluk kepala dan badan istrinya. Membiarkan tubuhnya sendiri yang terhantam kursi.
Ringisan (Y/N) cukup membuat mata Daisuke melebar. Ia langsung menangkupkan kedua tangannya pada pipi (Y/N). "Ada yang sakit?"
(Y/N) menggeleng. "Engga, ini jadi salah pencet cek out barang." Ucapnya sembari memperlihatkan layar hp keluaran terbaru miliknya.
Daisuke hanya menghela nafas lega lalu duduk memutar. Tidak meperhatikan barang yang tidak sengaja ter-cekout itu seharga 3 dijit.
Tanpa disuruh, sopir pribadi Daisuke langsung turun. Mengecek bumper bagian belakang dan mendekati pengendara yang baru saja menabrak.
Dari balik kaca, Daisuke memperhatikan seorang lelaki yang sepantaran dengannya itu turun. Bukannya mengucapkan permintaan maaf seperti yang diharapkan, orang itu langsung mrnghardik. Melontarkan kata-kata kasar.
"Dia yang nabrak dia yang galak." Daisuke mendengus. Tanpa aba-aba, ia langsung mengeluarkan kertas cek dan menuliskan nominal uang. Hendak menyerahkan lembaran itu dan bersiap keluar mobil.
Waktu yang dapat ia habiskan bersama (Y/N) jauh lebih berharga dibanding dengan jumlah uang yang harus dibayar agar orang itu segera tutup mulut.
Dengan tenang, Daisuke membuka pintu mobil dan menhampiri sopirnya yang terlihat kewalahan. Lalu, menyerahkan lembar ceknya.
Pengendara itu memperhatikan Daisuke dari ujung rambut hingga ujung kaki dan mobil mewahnya. Merasakan aura kekayaan dari Daisuke membuatnya makin tidak tahu diri. “Hah? Segini doang mana cukup anjing. Ganti yang bener kalo lu ga mau gua panggil polisi. Bapak gue polisi, mau apa lu?”
Daisuke hanya memperhatikan mobil pengendara yang harganya hanya 1/8 dari mobilnya itu. Tidak ada kerusakan apa-apa. Hanya lecet di catnya. Memilih tidak ambil pusing, Daisuke hendak mengambil lembaran cek baru. Menuliskan nominal yang lebih besar sebelum (Y/N) langsung meraih menghentikannya.
“Kok nyolot sih. Mobil lu ga ada masalah juga.” (Y/N) langsung menyalak. Menggenggam tangan Daisuke dan berhenti di depan suaminya.
Pengendara itu bersiap melontarkan kata kasar sebelum terdiam. Lalu mengamati (Y/N) lekat-lekat sebelum akhirnya mengenggam kedua bahunya.
“(Y-Y/N)? (Y/N) kan? Lu masih inget gue?”
Sebelum (Y/N) sempat menjawab. Daisuke langsung menampar lelaki itu. Pipinya merah dan hidungnya mengeluarkan darah. “Jangan sentuh.”
KAMU SEDANG MEMBACA
𝘿𝘼𝘿𝘿𝙔𝙎𝙐𝙆𝙀 [ ($) ] ᴍʏ ꜱᴜʟᴛᴀɴ ʜᴜꜱʙᴀɴᴅ
FanfictionHusband Daisuke Kambe x Reader Daisuke dan pacarnya yang absurd akhirnya menikah. Bagaimana keseharian pasutri ini? Kehidupan baru bersama suami sultanmu baru saja dimulai!
![𝘿𝘼𝘿𝘿𝙔𝙎𝙐𝙆𝙀 [ ($) ] ᴍʏ ꜱᴜʟᴛᴀɴ ʜᴜꜱʙᴀɴᴅ](https://img.wattpad.com/cover/284215982-64-k888707.jpg)