Twenty-three

1K 70 13
                                        

Di sebuah ruangan kamar bernuansa luxury dan didominasi warna hitam, dapat terdengar deru napas yang berasal dari dua orang dewasa, mereka adalah Johnny dan Jaehyun. Saling menautkan kedua bibir mereka dengan penuh hasrat menggebu gebu disertai permainan pada pucuk dada sang submissive.

Mereka berhenti sejenak di tengah kegiatan inti untuk mengamati satu sama lain sambil terus memberikan pujian. Johnny membelai wajah bocah yang berada di dalam kungkungannya disertai tatapan menggoda.

Perubahan suhu atmosfer terasa sangat jelas apalagi ketika Johnny memasukkan kemaluannya pada lubang kemerahan milik Jaehyun yang sudah haus akan sentuhan, berkedut sesekali dan mengeluarkan cairan bening seperti kucing sedang birahi.

"Ah! Enak.." desahnya malu malu dengan dada membusung, mengesampingkan wajah semerah tomat sambil mengapit badan kekar Johnny dengan paha montoknya.

Ekspresi wajah yang begitu seksi mampu menaikkan libido Johnny. Ia hentakkan kuat dalam satu gerakan, memasukkan seluruh penis panjangnya ke dalam lubang menggemaskan Jaehyun, bahkan sampai sundulannya terlihat di perut yang lebih muda.

"AAHH!! P-pelan!" Jaehyun sedikit menjerit karena sangat terkejut, tanpa sengaja pun mencakar lengan bawah Johnny yang sedang memegang serta meremat pinggulnya.

"Katakan, apakah kau merindukanku?" Suaranya terdengar begitu rendah sampai menggetarkan perasaan Jaehyun, dengan terus menggerakkan pinggangnya masuk-keluar dengan tempo pelan namun telak kuat, sampai menumbuk prostatnya begitu kuat.

"Heungh.."

Jaehyun sudah tidak bisa berkata kata, entah karena dia begitu merindukan sentuhan Johnny atau bagaimana, jelas sex kali ini benar-benar melumpuhkan pikirannya walau masih di awal permainan. Ditambah penis tebal dan panjang itu terus mengenai dan sengaja memukul keras prostatnya, terasa berlebihan namun Jaehyun SANGAT menyukainya.

FWOP! FWOPP!!

"Tidak merindukan ku, huh?" Johnny sangat sengaja semakin menggenjot kuat demi menikmati ekspresi wajah Jaehyun yang mencoba untuk menjawab namun tidak bisa karena mulutnya tidak bisa diajak kerja sama.

"I-iyah hu-ngh."

Hampir tiga puluh tahun sudah berlalu sejak sejarah tentang ia di wariskan sebagai penerus pemimpin klan mafia ini dimulai, kala itu Johnny ingat dia berusia dua belas tahun dan dilepas paksa ke sebuah hutan dengan penuh pembunuh bayaran agar menguji apakah dia bisa bertaha hidup. Baru pertama kali ini Johnny merasa sangat bersemangat di dalam hidupnya.

Entah kapan terakhir kalinya Johnny merasakan begini.

Merasa cukup bermain mainnya, ia langsung merubah tempo permainannya begitu saja menjadi sangat cepat. Jaehyun menjerit karena terkejut, lantas bergerak gelisah ketika Johnny sengaja menekan perutnya yang sesekali terlihat sundulan penis besar itu dari dalam.

"Jangan, ahh!!"

"Apanya yang jangan?" Dengan sengaja Johnny menggoda sang submissive untuk ke sekian kalinya.

Wajah Jaehyun sudah sangat merah padam seolah buah persik yang benar-benar matang, dengan mata berair yang terkadang melotot dan terkadang hampir tertutup. Johnny akui jika ia sungguh menikmati setiap reaksi yang diberikan lelaki jauh lebih muda darinya ini. Disetiap hentakan yang Johnny buat dengan disengaja, membuat mata Jaehyun bergulir ke belakang, tenggelam dalam hasrat yang membara. Kedua bongkahan paha tebalnya menjepit tubuh panas Johnny yang berlutut diantaranya.

"Jangan apa, sayang..."

Suaranya yang mulai sedikit kasar akan kabut nafsu mulai membuat telinga Jaehyun memanas. Jaehyun menjerit sedikit ketika Johnny mencubit puting merah mudanya karena ia tidak merespon pertanyaan nya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

❝ 𝐌𝐢𝐧𝐞 ❞-𝙹𝚘𝚑𝚗.𝙹𝚊𝚎 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang