Pondok Al-Zahida [02]

1K 41 1
                                    

Assalamu'alaikum hamba Allah ☕︎︎
Jangan baca karya saya jika karya saya tidak menguntungkan akhirat mu! Barakallah fiikum ☕︎︎

Next, happy reading
AL - IL

Setelah kurang lebih lima jam mereka melalui perjalanan, akhirnya mereka telah sampai di pondok Al-Zahida. Pondok yang sudah begitu terkenal di pulau ini, pondok ini sudah berdiri kurang lebih delapan puluh tujuh tahun.

Di ndalem terdapat tiga laki-laki dan dua perempuan, yakni keluarga ndalem juga keluarga Vania.

"Masyaallah, jadi ini anak mu Li? " tanya Abbah Hizam kepada Ghazalli.

Ghazalli mendengar penuturan tersebut hanya tersenyum singkat lalu membalas dengan anggukan pelan. "Iya Iz, aku bawa putri ku kesini agar dia lebih bisa mendalami agama, dan bisa menjadi kunci diakhirat ku nanti " tuturnya.

"Insyaallah Li, aku jaga putri mu ini, dan dengan banyaknya ustadz maupun ustadzah disini Vania bisa mendalami segala hal didalam agama "

"Aku percaya, dan sedikit informasi tentang Vania. Vania ini anaknya keras kepala, jadi jika dia berbuat salah tolong ucapkan dengan tutur kata yang lembut namun jika tidak bisa hukum saja dia, insyaallah aku ridho, "

"Iya Li, "

Setelah lama berbincang akhirnya Vania diantarkan ke asramanya, sedangkan Ghazalli dan Azka telah menuju jalan pulang.

Di dalam asrama Vania mendapatkan dua teman baru. Dengan mata yang masih sembab karena menangis tidak mau ditinggal oleh abi dan abangnya, dirinya-pun mulai membereskan pakaian dan berbagai hal yang ia bawa.

"Assalamu'alaikum, kamu Vania ya? " tanya seorang gadis dengan senyuman ramah miliknya.

"Wa'alaikumussalam, iya aku Vania " jawabnya.

"Boleh tidak kita berteman dengan kamu? " tanya nya lagi.

"Boleh "

"Wah! Syukron katsiron. Oh ya, kenalin namaku Ghiana Keyra Al-Fahra, " ucapnya seraya menyodorkan tangan putih miliknya.

"Nama ku Ilvania Putri Zahira, panggil saja Nia. Senyuman kamu manis Ghia, " sahutnya dengan senyuman yang tak kalah manis dari Ghiana.

"Haha, bisa saja kamu. Oh ya, ini namanya Safira Aini Huzqin. Maaf ya, dia orangnya pemalu tapi kalau udah dekat kamu pasti tahu sama kebobrokanya, "

"Apasih Ghi! Jangan gitu! " elak Safira.

"Nama kamu cantik, aku panggil Fira saja boleh? " tanya Vania.

"Tentu boleh, disini juga banyak yang panggil aku Fira. Kamu cantik Van, " puji Safira.

"Makasih, "

AL - IL

Hari kini telah menjelang magrib, mereka bertiga segera mengantri di tempat wudhu khusus perempuan.

Jujur saja, tempat wudhu disitu sangatlah ramai, hingga terkadang banyak yang tertinggal raka'at shalat nya. Maklum saja, di pondok tersebut menampung banyak santri pertemuan maupun santri laki-laki.

Hi! Gus Galak! [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang